Mafia Migas Karimun Bagian 2 — “Uang di Balik Seragam”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
- visibility 35
- print Cetak

Cecep Iskandar tegaskan: “Kalau pelanggaran diketahui tapi tak ditindak, itu bukan kelalaian, tapi kompromi.”
Oleh: Tim Investigasi
Ketika aparat menjadi pagar makan tanaman di lautan perbatasan.
HITVBERITA.COM |Karimun — Di tengah sunyi malam di perairan Karimun, dua kapal berhadapan di tengah laut. Drum-drum minyak berpindah tangan dalam gelap.
Warga setempat menyebutnya jual minyak tengah laut — tapi di balik istilah sederhana itu, tersimpan jaringan besar yang disebut melibatkan oknum aparat.
“Tak mungkin bisa jalan tanpa izin orang kuat,” ujar Rahman (nama samaran), mantan anak buah kapal, kepada HITVBerita.com.
Dalam penelusuran, terungkap adanya “setoran keamanan” yang mengalir rutin.
Besarannya setoran tersebut menurut Rahman bervariasi, tergantung seberapa besar muatan kapal dan siapa pelindungnya.
“Sebulan sekali mereka setor. Ada yang lewat orang pelabuhan, ada langsung ke tangan oknum berseragam,” ungkap seorang sumber lain di pelabuhan.
Praktik ini menciptakan lingkar saling menguntungkan: pengusaha hitam, pengangkut, dan oknum penjaga laut. Negara—rugi besar
Cecep Cahyana kembali melontarkan sikap tegas atas carut marut bisnis gelap Mafia Migas Karimun yang diduga kuat melibatkan oknum berseragam.
“Kalau pelanggaran diketahui tapi tak ditindak, itu bukan kelalaian, tapi kompromi.” tegasnya.
Namun, penegakan hukum tetap mandek. Hukum berhenti di laut, bersandar di meja mereka yang mestinya menjaganya.
“Di laut sini, hukum bukan soal benar atau salah. Tapi soal siapa yang berani bayar lebih,” kata Cecep Cahyana menutup percakapan.
Catatan Redaksi:
Laporan berikutnya Serial Investigasi Eksklusif Mafia Migas Karimun Bagian 3, akan menelusuri lebih jauh ke darat — ke gudang-gudang penyimpanan di Batam.
Diduga kuat dari sana, BBM ilegal dari Karimun kembali diperdagangkan dengan harga emas. Telusuran tersebut berjudul: “Jejak BBM di Pasar Gelap Batam”
(Tim/Investigasi)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar