Senin, 14 Sep 2026
light_mode

UKW Angkatan ke-20 Ditutup, MIO: Kompetensi Penting, Integritas Harga Mati

  • account_circle Erwin Lubis
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Penguji: Tidak Ada Istilah Berhenti

Ketua Tim Penguji LUKW UMJ, Dr. Asep Setiawan, menegaskan bahwa UKW bukan ruang untuk memberi label akhir kepada peserta.

Dalam pelaksanaannya, kata Asep, tidak ada istilah “lulus” dan “tidak lulus”. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat kompetensi peserta terhadap standar yang telah ditetapkan.

Peserta yang dinilai belum kompeten masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kemampuan dan mengikuti UKW pada kesempatan berikutnya.

“Jadi tidak berhenti di sini. Peserta yang belum kompeten masih memiliki kesempatan untuk mengikuti UKW berikutnya,” kata Asep.

Menurut dia, mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran. Hasil pengujian seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi wartawan untuk mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki.

UKW Angkatan ke-20 pun diharapkan menjadi pijakan bagi peserta untuk terus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik, bukan sekadar menjadi catatan administratif dalam perjalanan profesi.

Bagi MIO Indonesia dan LUKW UMJ, kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang untuk memperkuat kapasitas wartawan di tengah perubahan ekosistem media.

Sebab, ketika informasi bergerak semakin cepat, wartawan justru dituntut semakin cermat.

Kecepatan dapat mengejar perhatian publik. Namun, kompetensi, etika, dan integritaslah yang menentukan apakah kepercayaan publik dapat dipertahankan. (*/)

Sumber:
Humas MIO Indonesia

  • Penulis: Erwin Lubis

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less