Bhayangkari Sumpiuh Peragakan Eco-Enzyme, Edukasi Lingkungan Dimulai dari Polsek
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Bhayangkari Ranting Sumpiuh Menik Pujiastuti beserta jajaran. (Dok/Foto/Ahdiyat/Hitv)
Sejumlah ibu anggota Bhayangkari Ranting Polsek Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar demonstrasi pembuatan eco-enzyme, Jumat (28/11/2025) pagi.
HITVBERITA.COM | Banyumas — Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional Bhayangkari yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai gerakan edukasi sekaligus kampanye pelestarian lingkungan.

Suasana kegiatan demontrasi pembuatan eco-enzyme yang dipandu oleh Menik Pujiastuti itu berjalan hangat dan interaktif. (Dok/Foto/Ahdiyat/Hitv)
Peragaan demontrasi pembuatan eco-enzyme yang berlangsung di halaman Polsek Sumpiuh itu, dipandu langsung oleh Ketua Bhayangkari Ranting Sumpiuh Menik Pujiastuti beserta jajaran.
Terpantau suasana kegiatan tersebut, berjalan hangat dan interaktif, dihadiri anggota Bhayangkari, personel Polsek, serta masyarakat sekitar yang turut menyimak dari awal hingga akhir.
Di hadapan peserta, Menik membeberkan langkah-langkah pembuatan eco-enzyme—cairan hasil fermentasi limbah organik berupa sisa buah atau sayuran yang dicampur gula merah dan air. Ia juga menjelaskan manfaat eco-enzyme sebagai pembersih serbaguna pengganti produk kimia rumah tangga, penyubur tanaman, hingga pengurai limbah sederhana di lingkungan keluarga.
“Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa langkah kecil dari rumah bisa berdampak besar bagi bumi. Melalui gerakan serentak ini, Bhayangkari di seluruh Indonesia bergerak bersama mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengolahan sampah organik,” ujar Menik di sela peragaan.
Menurut Menik, kegiatan itu sejalan dengan komitmen organisasi istri personel Polri dalam mendukung program nasional pelestarian lingkungan. Edukasi berbasis praktik, katanya, dipilih agar pesan lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi menjadi kegiatan yang bisa direplikasi di tingkat rumah tangga.
Perwakilan Kapolsek Sumpiuh yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil Bhayangkari. Ia menilai eco-enzyme bukan sekadar bahan ramah lingkungan, tetapi pintu masuk membangun perubahan perilaku, terutama di lingkup keluarga dan komunitas.
“Agenda serentak ini menunjukkan soliditas Bhayangkari dalam memberi manfaat bagi masyarakat. Edukasi eco-enzyme sangat penting, aplikatif, dan dapat dipraktikkan langsung oleh warga,” ungkapnya.
Peragaan berlangsung sekitar dua jam dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Peserta banyak menanyakan durasi fermentasi, cara penyimpanan, hingga dosis penggunaannya untuk keperluan kebersihan dan perawatan tanaman.
Respons itu menandakan tingginya minat masyarakat pada alternatif pengolahan limbah organik yang murah dan mudah dibuat.
Lewat kegiatan tersebut, Bhayangkari Sumpiuh pun berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh terhadap pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Bhayangkari Sumpiuh berharap kesadaran kolektif masyarakat makin tumbuh terhadap pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. (Foto/Ahdiyat/Hitv)
Gerakan kecil berbasis keluarga, sebagaimana dimulai di halaman Polsek Sumpiuh itu, dipandang menjadi langkah strategis untuk memperluas praktik pelestarian lingkungan dari level domestik ke ruang publik. (/*/*/)
Penulis: Ahdiyat
Editor: AYS
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: R. Ahdiyat
