Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Insan Pers Bekasi Raya Desak Klarifikasi Gubernur Dedi Mulyadi soal Pernyataan Tak Butuh Media!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • print Cetak

Foto Kolase HITV: Acara Dialog Terbuka yang dihelat insan pers Bekasi Raya. (Dok/Foto/Bai)

Penulis: Bain Bahthy 

Ratusan insan pers dari wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi berkumpul dalam sebuah dialog terbuka di Saung Jajaka, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/7/2025). Mereka menyatakan keprihatinan atas pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai merendahkan peran media massa.

HITVBERITA.COM | Bekasi — Pernyataan Dedi Mulyadi, yang belakangan viral di media sosial, menyebut bahwa masyarakat tak perlu lagi bergantung pada media untuk menyampaikan informasi publik, melainkan cukup memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, atau YouTube.

Pernyataan itu dinilai melukai perasaan insan pers dan dianggap melemahkan fungsi media sebagai salah satu pilar demokrasi.

“Media adalah corong masyarakat. Media sosial tidak bisa menggantikan fungsi jurnalistik karena tidak memiliki mekanisme verifikasi dan pertanggungjawaban,” ujar Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi, Doni Ardon, dalam sambutannya.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi, Doni Ardon saat membuka acara dialog terbuka. (Dok/Foto/Bai)

DONI menyayangkan pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang kepala daerah, apalagi dalam konteks ajakan kepada publik. Ia menilai pernyataan itu mengarah pada pengerdilan profesi wartawan dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Jika alasan efisiensi anggaran menjadi dasar, itu tetap tidak bisa menjadi pembenaran untuk menyingkirkan media,” ujarnya.

HAL senada disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Muksin. Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan narasi publik yang sehat, terutama dari seorang pejabat negara.

“Kami tidak sedang baper (terbawa perasaan), kami menjaga marwah profesi jurnalis agar tidak direndahkan oleh pernyataan yang keliru,” kata Ade.

Ia mengajak seluruh insan pers di Bekasi Raya merespons pernyataan Gubernur dengan kepala dingin, namun tetap kritis dan solid dalam menjaga martabat profesi.

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) Jawa Barat, Raja Tua, menegaskan bahwa media bukan musuh negara, melainkan mitra strategis dalam pembangunan.

“Kami berdiri atas dasar niat luhur mempertahankan kehormatan profesi. Media bukan alat propaganda, tapi penjaga nalar publik,” ujarnya.

Dialog yang dihadiri perwakilan dari berbagai organisasi pers—termasuk AWPI, PPRI, AWI, KOSMI, FHI, serta para pemimpin redaksi dan jurnalis dari berbagai media di Bekasi—diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap bersama.

Dalam pernyataan tersebut, insan pers Bekasi Raya menegaskan lima poin utama:

1. Fungsi Pers sebagai Pilar Demokrasi; Media bukan sekadar pelengkap seremoni pemerintah, melainkan alat kontrol terhadap kekuasaan yang sah dan bertanggung jawab.

2. Penolakan terhadap Stigma Media Tidak Diperlukan; Pernyataan Gubernur Jawa Barat dianggap meremehkan profesi wartawan dan dinilai bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

3. Media Sosial Tidak Bisa Gantikan Peran Pers; Media sosial tidak memiliki sistem verifikasi berita maupun tanggung jawab hukum sebagaimana media profesional.

4. Membangun Sinergi antara Media, Pemerintah, dan Masyarakat; Media bukan oposisi, tetapi mitra strategis dalam menyampaikan informasi publik secara benar dan berimbang.

5. Penguatan Solidaritas dan Martabat Wartawan;  Insan pers di Bekasi diimbau untuk tetap bersatu, tidak terpecah, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pantauan HITV dialog dipandu oleh pengurus SMSI Kabupaten Bekasi, Suryo Sudharmo dan Paulus Simalango, dan berlangsung secara tertib dan damai.

Hadir pula tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Ketua Umum Jajaka Nusantara HK Damin Sasa serta Presiden Facebooker Indonesia Ebong Hermawan, yang turut mengingatkan pentingnya peran pers dalam sistem demokrasi.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bentuk konsolidasi insan media di Bekasi Raya, yang tidak hanya menyuarakan kritik, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap jurnalisme yang bermartabat dan bertanggung jawab. (*/*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TIDAK MUNGKIN MENEMUKAN PASLON KEPALA DAERAH YANG BERKUALITAS MELALUI DEBAT PUBLIK YANG DISELENGGARKAN KPUD

    TIDAK MUNGKIN MENEMUKAN PASLON KEPALA DAERAH YANG BERKUALITAS MELALUI DEBAT PUBLIK YANG DISELENGGARKAN KPUD

    • 0Komentar

    Dalam persfektif Teknologi Pikiran 88% tindakan manusia bersifat spontan, kesepontannan ini bersumber dari Pikiran Bawah Sadar dalam bentuk Pola Pikir (Mindset). Rasionalitas atau Pikiran Sadar hanya berperan 12% dari setiap tindakan manusia, Pikiran Sadar identik dengan kemampuan seseorang membangun ide dan teori. Pikiran Bawah Sadar identik dengan kemampuan seseorang bekerja dan merealisasikan ide serta kemampuan […]

  • Rakernas PSI di Makassar Konsolidasikan Mesin Partai Nasional Menuju Agenda Politik 2026–2029

    Rakernas PSI di Makassar Konsolidasikan Mesin Partai Nasional Menuju Agenda Politik 2026–2029

    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026, menjadi forum strategis nasional untuk mengonsolidasikan kekuatan internal partai. MAKASSAR | HITV — Rakernas ini diarahkan sebagai langkah penataan menyeluruh mesin partai, dari tingkat pusat hingga desa, dalam rangka memperkuat kesiapan PSI menghadapi agenda […]

  • Polda Babel Hadirkan Gerakan Pangan Murah Di Kelurahan Dul, 2 Ton Beras Ludes Terjual Diserbu Warga

    Polda Babel Hadirkan Gerakan Pangan Murah Di Kelurahan Dul, 2 Ton Beras Ludes Terjual Diserbu Warga

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Polda Bangka Belitung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Senin (11/8/25). Total ada sebanyak 2 ton beras yang disiapkan Polda Babel untuk masyarakat di Kelurahan Dul ludes terjual. “Alhamdulillah, kurang dari satu jam kita buka pangan murah buat masyarakat Kampung Dul hari ini, […]

  • Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

    Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

    • 0Komentar

      Oleh: Ismail Ratusimbangan Ketua Umum DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau WACANA pemilihan kepala daerah melalui DPRD—tanpa melibatkan rakyat secara langsung—bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral. Ia merupakan tanda kemunduran demokrasi, sekaligus cermin kegagalan partai politik dalam menjalankan mandat reformasi dan semangat otonomi daerah yang telah diperjuangkan sejak 1998. Sejak Reformasi, […]

  • Menjaga Rukun di Jalan Pedati Selatan Kelurahan Cijantung

    Menjaga Rukun di Jalan Pedati Selatan Kelurahan Cijantung

    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie   MINGGU pagi yang cerah menyapa Jalan Pedati Selatan, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, dengan suasana yang berbeda. Di tengah hiruk pikuk ibu kota yang tak pernah benar-benar tidur, sekelompok warga tampak sibuk menyapu, mencangkul, dan memungut sampah. Namun, kerja bakti ini bukan sekadar soal bersih-bersih. Ada semangat yang lebih dalam sedang mereka […]

  • Hangatnya Kebersamaan, Buka Puasa Bersama SOKSI Jakarta Pusat Penuh Kekeluargaan

    Hangatnya Kebersamaan, Buka Puasa Bersama SOKSI Jakarta Pusat Penuh Kekeluargaan

    • 1Komentar

    Sore yang penuh berkah menyelimuti Family Resto, Jalan Kramat 5 No. 6A, Jakarta Pusat, saat para anggota SOKSI Jakarta Pusat berkumpul dalam acara Buka Puasa Bersama, hari Sabtu 22 Maret 2025. HITVBERITA.COM | Jakarta – Dan lebih dari sekadar berbagi hidangan berbuka, acara yang digelar SOKSI Jakarta Pusat ini, menjadi ajang mempererat silaturahmi dan sekaligus […]

expand_less