Menanam Harapan di Hari Konservasi Alam Nasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
- visibility 43
- print Cetak

Oleh: AYS Prayogie
Pagi itu, udara di Pangkalan Bun Park terasa lebih segar dari biasanya. Di antara rindang pepohonan dan riuh warga yang mengikuti car free day, sekelompok anak muda memeluk bibit pohon durian, rambutan, hingga mentawa dengan hati-hati. Bibit-bibit itu, mungil namun penuh janji, dibagikan secara cuma-cuma pada Minggu (10/8/2025) untuk menandai puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN).
Dengan mengusung tema “Yourt for Konservasi Beyond Expectation”, kegiatan ini digelar berkat kerja sama Kementerian Kehutanan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), dan Orangutan Foundation International (OFI). Sebanyak 450 bibit pohon disiapkan untuk warga, sebagai ajakan sederhana namun bermakna: tanam, rawat, dan cintai lingkungan.

Tema Hari Konservasi Alam Nasional
Sebanyak 450 bibit pohon disiapkan untuk warga, sebagai ajakan sederhana namun bermakna: tanam, rawat, dan cintai lingkungan.

Hari Konservasi Alam Nasional di Pangkalan Bun Park seolah menjadi pengingat. Bahwa menjaga alam adalah menjaga masa depan. (Dok/Foto/Yog)
Tak hanya pembagian bibit, pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam kuis dan tantangan media sosial yang menyelipkan pesan-pesan konservasi. Hadiahnya sederhana, tetapi semangat yang dibangun jauh lebih berharga — menumbuhkan rasa memiliki terhadap bumi dan isinya.
“Kita ingin anak-anak muda mencintai lingkungan, menanam pohon, dan membuang sampah pada tempatnya,” ujar Arif Gunawan, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNTP, sambil sesekali tersenyum kepada warga yang mengantre bibit.
Pesan serupa disampaikan Manajer OFI, Dudy Kurniawan. “Bumi yang hijau, indah, dan lestari akan membuat kita betah tinggal di dalamnya,” katanya, seakan menegaskan bahwa konservasi bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan pilihan hidup.
Di antara gelak tawa anak-anak, langkah riang keluarga, dan tangan-tangan yang membawa bibit pohon pulang, Hari Konservasi Alam Nasional di Pangkalan Bun Park seolah menjadi pengingat. Bahwa menjaga alam adalah menjaga masa depan — dan hari itu, masa depan sedang ditanam di lubang-lubang tanah, satu pohon demi satu pohon. (///)
Cijantung, 10 Agustus 2025
Penulis adalah Wartawan Senior Media Syber | Pegiat Lingkungan Hidup | Ketua Umum Organisasi Pers Media Independen Online (MIO) Indonesia | Tinggal menetap di Cijantung
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar