Pemerintah Pusat Kucurkan Bantuan Revitalisasi Untuk 25 Satuan Pendidikan di Purwakarta
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
- visibility 26
- print Cetak
SMPN 3 Sukatani salah satu sekolah penerima bantuan revitalisasi pemerintah pusat di Kabupaten Purwakarta. (Foto/Raffa/HITV)
Penulis: Budiman Damanik
Sebanyak 25 sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mendapat kucuran bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut berupa bantuan revitalisasi gedung yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Sebanyak 25 sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mendapat kucuran bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut berupa bantuan revitalisasi gedung yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Arief Budiman Rendra Kusumah saat ditemui Hitvberita.com diruang kerjanya, Kamis 24 Agustus 2025.
“Tahun 2025 ini ada bantuan dari pemerintah pusat untuk sektor pendidikan. Sebanyak 25 sekolah di Purwakarta mendapat bantuan ini,” ujar Arief.
Ia menjelaskan, secara teknis untuk program revitalisasi ini disalurkan langsung ke sekolah-sekolah yang terpilih.
Adapun bantuan keuangan langsung itu untuk keperluan rehab sekolah. Seperti rehab ruang kelas, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, ruang UKS dan juga toilet sekolah.
“Satuan pendidikan yang menerima bantuan dari pusat ini adalah jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 10 satuan, SMP sebanyak 13 satuan, Paud dan TK sebanyak 2 satuan,” jelasnya.
Kendati bantuan ini diberikan langsung oleh pemerintah pusat ke masing-masing sekolah, untuk mekanisme pelaksanaannya adalah dengan sistem swakelola. Di mana sekolah membentuk P2SP, yaitu panitia pembangunan sekolah.
Setelah itu, mekanisme pembangunan pada bantuan program revitalisasi sekolah ini dengan cara swakelola.
Hal itu, tentunya sesuai petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan di mana bantuan keuangannya langsung cash transfer ke sekolah penerima bantuan.
“Sekolah harus membentuk P2SP dan menujuk tim teknis perencana dan pengawas, untuk kelancaran revitalisasi ini,” ucapnya.
Menurut Arief Budiman, dengan adanya bantuan revitalisasi ini diharapkan terciptanya sekolah-sekolah yang representatif, nyaman dan aman. Serta bisa memberikan pengajaran bagi guru-guru guna mempersiapkan generasi emas Indonesia di masa yang akan datang.
Saat ini, lanjut dia, berdasarkan pengamatan timnya, program ini baru berjalan dan memasuki tahap pengerjaan pembongkaran. Kemudian, akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik. Diharapkan, dalam beberapa bulan kedepan revitalisasinya sudah selesai.
“Jadi, 25 sekolah ini menerima bantuan dengan nilai bervariasi tergantung dari kebutuhan masing-masing. Kami berharap dengan adanya program ini, bisa lebih mendukung optimalisasi kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah,” tandasnya. (///)
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar