Bagian 3 — Jejak BBM di Pasar Gelap Batam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Tim Investigasi
Dari laut Karimun, minyak bersubsidi itu berlabuh di gudang-gudang gelap dan kembali dijual dengan harga emas.
HITVBERITA.COM | Batam — Di kawasan industri Tanjung Uncang, truk-truk tangki kecil keluar masuk dari gudang tanpa papan nama. Drum-drum logam disusun di halaman belakang, sebagian tanpa label. “Minyak industri,” kata penjaganya singkat.
Namun hasil penelusuran Hitvberita.com menunjukkan: bahan bakar itu berasal dari perairan Karimun. Kapal tanker kecil berangkat malam hari, membawa BBM bersubsidi hasil pemindahan ilegal.
Surat pelayaran ganda disiapkan — satu untuk kapal kosong, satu palsu untuk kapal bermuatan.
“Biasanya jam dua dini hari mereka jalan. Sudah hafal jadwal patroli,” ujar seorang operator pelayaran kepada HITVBerita.com.
Setibanya di Batam, muatan ditampung di gudang tertutup, lalu dijual ke pabrik baja ringan, bengkel, dan kapal nelayan.
Keuntungannya fantastis: Rp2.000–Rp3.000 per liter, hingga Rp200 juta sekali kirim.
Nama AY dan JO kembali muncul. Keduanya disebut memiliki jaringan hingga Johor Bahru.
Sebagian hasil transaksi dikirim melalui rekening perusahaan logistik, sebagian tunai dalam dolar Singapura.
“Itu sebabnya mereka bisa beli tenang. Semua dapat bagian,” ujar sumber di Batam.
Dampaknya tak hanya ekonomi. Tumpahan minyak mulai mencemari pantai. Dan, nelayan pun terancam kehilangan hasil tangkapan.
“Air laut makin kotor, ikan menjauh,” keluh Amir, nelayan Tanjung Sengkuang.
Namun negara tetap diam. Operasi patroli hanya formalitas.
“Kalau sungguh mau tindak, jalurnya sudah lama diketahui,” ujar seorang perwira laut.
Catatan Redaksi:
Tim HITVBerita.com tengah menelusuri aliran dana hasil penjualan migas ilegal ini ke Batam dan Johor Bahru.
Laporan terakhir akan menyoroti pertanyaan paling mendasar: mengapa negara seolah tak berdaya menghadapi kejahatan yang tumbuh di bawah pengawasannya sendiri?
(Tim/Investigasi)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar