Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sudah Saatnya Seluruh Kepala Daerah Bersatu Meringankan Beban Banjir di Sumatra

Sudah Saatnya Seluruh Kepala Daerah Bersatu Meringankan Beban Banjir di Sumatra

  • account_circle Ismail Ratusimbangan
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 133
  • print Cetak

Oleh: Ismail Ratusimbangan

BENCANA banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya peristiwa alam biasa. Ia adalah pengingat keras bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan tetap berada dalam satu ikatan nasib. Ketika sebagian wilayah kita tenggelam oleh hujan ekstrem, rumah-rumah hanyut, fasilitas umum rusak, dan ribuan warga terpaksa mengungsi, maka sejatinya seluruh daerah di negeri ini turut memikul beban yang sama. Musibah di Sumatra bukan hanya urusan Sumatra, tetapi urusan seluruh anak bangsa.

Solidaritas Nasional yang Belum Dimaksimalkan

SAYA melihat bahwa potensi solidaritas antardaerah sebenarnya sangat besar, namun belum dikelola menjadi gerakan nasional yang terstruktur. Padahal, pemerintah daerah di Indonesia memiliki kapasitas fiskal, jaringan kelembagaan, serta kekuatan administratif untuk memberikan dukungan nyata kepada daerah saudara yang sedang tertimpa musibah.

Jika seluruh kepala daerah—gubernur, bupati, dan wali kota—memaknai kepemimpinan bukan hanya dalam konteks wilayah administrasi masing-masing, melainkan sebagai bagian dari satu keluarga besar bangsa Indonesia, tentu penanganan bencana akan jauh lebih cepat, lebih ringan, dan lebih manusiawi.

Saya membayangkan sebuah model sederhana namun sangat efektif:

Setiap provinsi menyumbang Rp1 miliar,

Setiap kabupaten/kota berkontribusi Rp500 juta.

Dengan 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota, nilai solidaritas yang terkumpul dapat mencapai angka yang luar biasa. Dana tersebut dapat digunakan untuk membangun kembali rumah warga yang rusak, memperbaiki jembatan dan jalan yang terputus, hingga mendirikan fasilitas sementara bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.

Kita tidak sedang berbicara tentang kewajiban hukum, melainkan kewajiban moral sebagai sesama anak bangsa.

Menghidupkan Kembali Jiwa Gotong Royong Bangsa

LELUHUR kita mengajarkan bahwa gotong royong adalah identitas utama masyarakat Nusantara. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, nilai kebersamaan itulah yang menjadi perekat antar kelompok. Tanpa gotong royong, bangsa ini mungkin tidak akan memiliki kekuatan untuk melawan penjajah dan membangun persatuan.

Sayangnya, nilai itu perlahan mulai memudar, tergilas oleh kepentingan politik, birokrasi, serta ego sektoral. Padahal, bencana alam datang tanpa mengenal batas administrasi. Hari ini Sumatra, esok bisa terjadi di Kalimantan, Jawa, Sulawesi, atau daerah mana pun. Tidak ada satu daerah pun yang kebal dari bencana.

Karena itu, gotong royong harus ditempatkan kembali sebagai fondasi kebijakan kebencanaan nasional—bukan sekadar slogan dalam upacara, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret oleh para pemimpin daerah.

Peran Organisasi Kepala Daerah: Harus Lebih dari Seremonial

PARA kepala daerah memiliki wadah resmi—baik dalam skala provinsi maupun nasional. Wadah ini seharusnya bukan hanya menjadi sarana pertemuan rutin atau forum diskusi, tetapi dapat diubah menjadi instrumen solidaritas kebangsaan yang kuat.

Seharusnya organisasi tersebut dapat menginisiasi:

1. Gerakan solidaritas lintas daerah secara rutin

2. Dana gotong royong nasional untuk bencana

3. Koordinasi cepat antar-daerah ketika ada wilayah yang terdampak musibah besar

4. Konvoi bantuan resmi yang dikoordinasikan secara kolektif

Jika fungsi organisasi kepala daerah dimaksimalkan, maka Indonesia memiliki kekuatan besar untuk bergerak sebagai satu tubuh, bukan sebagai sekumpulan wilayah yang saling berjalan sendiri.

Kepemimpinan yang Diuji oleh Bencana

Inilah ujian paling jujur bagi para kepala daerah:
apakah mereka hadir sebagai pemimpin bangsa atau hanya pemimpin wilayah?

Ketika sebuah daerah tertimpa musibah, tangis dan penderitaan rakyat di sana adalah tangis dan penderitaan rakyat Indonesia. Karena itu, diperlukan keberanian moral para pemimpin daerah untuk menunjukkan bahwa mereka peduli bukan karena popularitas, bukan karena instruksi pusat, tetapi karena kesadaran bahwa kita semua adalah satu bangsa.

Bagi saya, solidaritas antardaerah adalah manifestasi paling nyata dari nilai-nilai Pancasila.

Kemanusiaan diwujudkan dalam tindakan.

Persatuan diwujudkan dalam gotong royong.

Keadilan sosial diwujudkan dalam keberpihakan kepada mereka yang menderita.

Tidak ada Pancasila tanpa kepedulian. Dan tidak ada kepedulian tanpa tindakan.

Mari Bergerak Bersama

Saya mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memaknai kembali kepemimpinan dalam sudut pandang kebangsaan. Bencana di Sumatra adalah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan sejati Indonesia: kekuatan solidaritas.

Saat kita mampu bergerak bersama, bukan hanya Sumatra yang bangkit—tetapi bangsa ini akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena sesungguhnya, kekuatan terbesar Indonesia tidak terletak pada besarnya anggaran atau megahnya infrastruktur, melainkan pada ketulusan hati rakyat dan pemimpinnya dalam saling membantu. (/*/*/)

Penulis adalah Ketua Umum LSM Ormas Peduli Kepri | Ketua DPW Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepri, Kepala Perwakilan Redaksi Portal Berita HITVberiita.com Provinsi Kepri

  • Penulis: Ismail Ratusimbangan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamen BUMN, dan Wamen Parekraf dampingi PJ Gubernur DKI Jakarta, Tinjau Lokbin Kota Intan

    Wamen BUMN, dan Wamen Parekraf dampingi PJ Gubernur DKI Jakarta, Tinjau Lokbin Kota Intan

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kunjungan Kerja PJ Gubernur DKJ Ke Lokbin Kota Intan Bersama Wamen BUMN Serta Wamen Parekraf Didampingi Kadis PPKUKM. (Dok/Foto/BS) PJ Gubernur DKJ Teguh Setiyabudi bersama Wamen BUMN Kartika Wirjoatmojo serta Wamen Parekraf Widiyanti Putri Wardhana ditemani Kadis PPKUKM, Kamis (23/1/2025) berkunjung ke Lokbin Kota Intan, yakni salah satu lokasi binaan pedagang kaki lima (PKL), yang […]

  • Penemuan Mayat Perempuan Mengambang Di Pantai Pesisir Pantai Sari Pekalongan.

    Penemuan Mayat Perempuan Mengambang Di Pantai Pesisir Pantai Sari Pekalongan.

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Tim Gabungan Polri/TNI, BPBD, Relawn Saat Sedang Evkuasi Penemuan Mayat Perempuan Tak Dikenal. ( Foto Hadi Lempe ) Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang di pantai utara perairan Pantaisari, tepatnya di sisi barat Krematorium, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. HITV BERITA. COM | KOTA PEKALONGAN – Penemuan mayat jenis kelamin perempuan,di […]

  • Pemkot Salatiga

    One Stop Service” Pencatatan Pernikahan, Wujud Kemudahan Layanan Adminduk bagi Warga

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Penulis : Adi Waelah Editor : Hadi Lempe Pemerintah Kota Salatiga, kini terus meningkatkan pelayanan Adminduk untuk masyarakat mendapat kemudahan. Antara lain ialah Pencatatan Pernikahan dengan sistem “One Stop Service” ( Pelayanan Terpadu Satu Pintu ) Dengan sistem ini, pelayanan masyarakat akan berjalan secara mudah dan baik. HITVBERITA.COM | KOTA SALATIGA – Wali Kota Salatiga […]

  • Peringati HANI 2024, Kapolres Purwakarta Ajak Generasi Muda Hindari Narkoba

    Peringati HANI 2024, Kapolres Purwakarta Ajak Generasi Muda Hindari Narkoba

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Dibaca: 33

  • Candi Bahal, Jejak Kejayaan Kerajaan Pannai

    Candi Bahal, Jejak Kejayaan Kerajaan Pannai

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Zulfahmi Arsun
    • visibility 130
    • 0Komentar

    PADANG LAWAS UTARA | HITV – Candi Bahal, yang juga dikenal dengan sebutan Biaro Bahal, merupakan salah satu bangunan cagar budaya penting yang terletak di Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Kompleks candi ini terbuat dari bata merah dan diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-11 Masehi. Candi Bahal dikaitkan dengan Kerajaan Pannai, […]

  • Brigjen Pol Murry Mirranda Nostalgia ke Kampung Halaman di Beltim, Kunjungi Sekolah dan Teman Masa Kecil

    Brigjen Pol Murry Mirranda Nostalgia ke Kampung Halaman di Beltim, Kunjungi Sekolah dan Teman Masa Kecil

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Iswandi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Dari anak kampung di Kelapa Kampit hingga menjabat Wakapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol Murry Mirranda kembali ke SMP Negeri Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (20/1/2026), untuk berbagi kisah dan memotivasi para pelajar agar berani bermimpi besar. BABEL | HITV – Wakapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda bernostalgia ke kampung halamannya di Kecamatan Kelapa […]

expand_less