Selasa, 19 Mei 2026
light_mode

Bupati Bogor Sebut Isu Pindah Provinsi Hoax, Tapi Masalah Utama Tetap Nyata, Siapa Yang di Untungkan Dalam Bisnis Tambang?

  • account_circle Ahmad Rohani,
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Ahmad Rohani

Berita yang menyatakan Bupati Bogor menepis wacana pemisahan diri dari Jawa Barat akibat penutupan tambang sebagai berita bohong atau hoax, layak disikapi dengan pandangan kritis.

Pernyataan ini seolah berusaha meredam kegaduhan publik, namun jika dicermati lebih dalam, justru menimbulkan tanda tanya besar: kalau isu pindah provinsi itu tidak benar, lalu apa arti dari permohonan keras agar tambang dibuka kembali? Dan apa jawaban nyata pemerintah daerah atas masalah yang sebenarnya?

Berikut pandangan tajam saya atas situasi baru ini:

Menepis Isu, Tapi Diam atas Akar Masalah

Langkah Bupati menyebut isu pemindahan wilayah sebagai hoax sebenarnya wajar secara administrasi, karena mengubah batas provinsi memang bukan hal yang bisa terjadi begitu saja. Namun, ada hal yang sangat mencolok: Bupati hanya menepis dampak emosionalnya, tapi sama sekali tidak menjawab inti permasalahannya, yaitu kenapa permohonan pembukaan tambang diajukan dengan sangat mendesak dan keras?

Menepis berita itu mudah. Tapi, apakah Bupati menjawab kenapa ekonomi daerah terasa sangat tergantung pada Tambang. Apakah ada penjelasan mengapa ratusan truk pasir tetap beroperasi meski izin ditutup? Apakah ada tanggung jawab atas jalan-jalan rusak yang menjadi keluhan warga bertahun-tahun?

Menyebut satu berita hoax tidak membuat masalah besar yang ada di lapangan ikut hilang begitu saja. Ini seolah cara untuk mengalihkan perhatian, supaya publik tidak lagi membahas kegagalan pengelolaan ekonomi dan lingkungan.

Aspirasi Warga Jelas Ada, Jangan Dianggap Angin Lalu

Walau disebut hoax, kita tidak bisa menutup mata bahwa tuntutan untuk pindah provinsi itu benar-benar muncul dari aspirasi massa dalam aksi demonstrasi. Artinya, kemarahan, kekecewaan, dan rasa terdesak itu nyata. Masyarakat merasa tidak didengar, merasa kepentingan mereka dipangkas, dan merasa aturan provinsi memberatkan.

Ketika aspirasi yang meluap-luap ini hanya dijawab dengan kata “hoax”, justru terasa seperti pembungkaman. Bupati seharusnya memahami: wacana itu muncul karena ada rasa ketidakpuasan yang mendalam terhadap kebijakan yang ada. Menepisnya sebagai berita bohong tanpa menindaklanjuti akar kekecewaan itu, sama saja memendam bom waktu. Suatu saat ledakannya akan lebih besar lagi.

Konflik Bupati vs Gubernur Masih Belum Selesai

Pernyataan ini juga belum menyelesaikan pertikaian wewenang antara Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat. Bupati sudah memohon agar tambang dibuka, provinsi tetap menutupnya, lalu muncul isu pindah provinsi, dan sekarang dibilang hoax. Lingkaran masalah ini berputar terus tanpa solusi.

Yang membuat saya miris, dari awal sampai sekarang, yang diperdebatkan hanya soal izin buka atau tutup. Tidak pernah ada debat tentang: “Apakah tambang ini baik atau buruk untuk Bogor?”, “Apakah ada jalan lain selain tambang?”, atau “Bagaimana memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi?”.

Bagi saya, ini membuktikan bahwa pola pikir pemerintah daerah belum berubah. Masih beranggapan tambang adalah satu-satunya jalan hidup. Padahal, sebagai daerah penyangga Jakarta, Bogor punya harga mahal di sektor pariwisata, pertanian, dan air bersih. Mengapa potensi itu tidak diperjuangkan sekuat tenaga seperti halnya memperjuangkan izin tambang? Ini yang membuat saya, warga Banten yang peduli Bogor, sangat prihatin.

Hoax atau Tidak, Dampak Lingkungan Tetap Nyata

Ini poin paling tajam yang ingin saya sampaikan:
Isu pindah provinsi mungkin hoax, tapi kerusakan lingkungan, jalan rusak, banjir, dan longsor itu NYATA.

Berita bisa dikatakan benar atau salah. Tapi lubang-lubang besar di badan jalan, sungai yang keruh lumpur, serta tanah yang gundul akibat tambang, itu fakta yang tidak bisa dibantah. Saya justru melihat pernyataan Bupati ini sebagai cara mengelak dari tanggung jawab. Sibuk menanggapi berita di media, tapi lupa menanggapi keluhan rakyat di jalanan dan sungai.

Kesimpulan

Bupati boleh saja menyebut wacana pemindahan wilayah sebagai berita bohong. Tapi jangan berharap masalah selesai hanya dengan penegasan itu. Rakyat Bogor butuh jawaban nyata, bukan sekadar klarifikasi. Mereka butuh tahu ke mana arah ekonomi daerah kalau tambang ditutup. Mereka butuh kepastian siapa yang akan memperbaiki kerusakan akibat pertambangan yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Kalau hanya pandai menepis berita, tapi diam soal kerusakan alam dan kemiskinan struktur akibat ketergantungan tambang, maka sesungguhnya yang sedang dibohongi bukanlah publik, melainkan diri sendiri dan masa depan Kabupaten Bogor. Masalahnya bukan mau jadi bagian Jawa Barat atau Banten, masalahnya adalah bagaimana menjaga Bogor tetap layak huni bagi warganya. Itu saja yang penting. (*)

Penulis adalah Aktivis Bogor Raya (Asal Lebak – Banten)

  • Penulis: Ahmad Rohani,

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saiful Chaniago Tegaskan Sikap Presiden Prabowo Benar Konstitusional Pada Polemik Whoosh

    Saiful Chaniago Tegaskan Sikap Presiden Prabowo Benar Konstitusional Pada Polemik Whoosh

    • 0Komentar

    Wakil ketua umum DPP KNPI Saiful Chaniago menyampaikan apresiasi terhadap sikap Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang menyatakan bertanggungjawab terhadap proyek kereta cepat Whoosh HITVBERITA.COM | Jakarta –  Ditegaskan oleh Saiful Chaniago  sikap yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo itu sangat benar sebagai kepala negara Indonesia dan sebagai sikap  pertanggungjawaban konstitusional bernegara, serta sebagai seorang pemimpin terbaik. […]

  • Cegah DBD Pasca Bencana, Dinkes Tapteng Lakukan Fogging dan Tabur Abate di Wilayah Terdampak

    Cegah DBD Pasca Bencana, Dinkes Tapteng Lakukan Fogging dan Tabur Abate di Wilayah Terdampak

    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat melakukan langkah preventif guna mengantisipasi merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor. TAPTENG | HiTVBerita— Dinkes Tapteng menggelar kegiatan fogging (pengasapan) nyamuk secara menyeluruh di sejumlah wilayah terdampak, Kamis, 16 April 2026. Tidak hanya itu, petugas juga melakukan penaburan […]

  • KONI Kalteng Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Menuju Porprov 2026

    KONI Kalteng Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Menuju Porprov 2026

    • 0Komentar

    Di tengah kesibukan mempersiapkan berbagai agenda olahraga menuju ajang kompetisi daerah dan nasional, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mempererat silaturahmi. PALANGKA RAYA, HITV— Keluarga besar olahraga Bumi Tambun Bungai menggelar kegiatan buka puasa bersama di markas KONI Kalteng, Sabtu (7/3/2026). Acara tersebut dihadiri para pengurus provinsi […]

  • Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat Bahas Pelanggaran Standar Mutu Beras

    Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat Bahas Pelanggaran Standar Mutu Beras

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Presiden Prabowo Subianto secara mendadak memanggil sejumlah pejabat tinggi negara ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (30/7/2025) malam. Pertemuan berlangsung tertutup mulai sekitar pukul 21.00 WIB dan dihadiri sejumlah pejabat dari kementerian, lembaga penegak hukum, hingga otoritas moneter. HITVBERITA.COM | Jakarta — Dalam pertemuan tersebut, hadir antara lain Kepala Kepolisian Negara […]

  • Dihari Anti Korupsi Sedunia 2024, Kejari Purwakarta Tetapkan Dua Mantan Kapus Plered sebagai Tersangka!

    Dihari Anti Korupsi Sedunia 2024, Kejari Purwakarta Tetapkan Dua Mantan Kapus Plered sebagai Tersangka!

    • 0Komentar

    Kejaksaan Negeri Purwakarta menetapkan dua orang mantan Kepala Puskesmas Plered, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Kedua mantan Kepala Puskesmas Plered yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut, yakni berinisial RESN dan YS. Tampak dalam gambar foto saat Kajari Purwakarta Dr. Martha Parulina Berliana, SH, MH, sampaikan penetapan tersangka terhadap kedua mantan Kepala Puskesmas Plered tersebut. (Dok/Foto/Raffa) […]

  • MERU Training Center Resmi Dibuka di Karimun, Siap Dorong Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

    MERU Training Center Resmi Dibuka di Karimun, Siap Dorong Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

    • 0Komentar

    Kehadiran MERU Training Center di Karimun membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan. HITVBERITA.COM | Karimun – Direktur MERU Training Center, Heru Cakra, secara resmi membuka kantor baru yang beralamat di Jalan Telaga Riau, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, 3 Desember […]

expand_less