Rabu, 3 Jun 2026
light_mode

Ketika Guru Tak Lagi Aman Menegur

  • account_circle webtable
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

Oleh Taufiq Rahman, SH, SSos

Ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja dalam cara kita memperlakukan guru.

TERJADI di sebuah sekolah dasar sederhana di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, seorang guru honorer bernama Tri Wulansari kini harus berhadapan dengan proses hukum. Bukan karena kejahatan besar, bukan pula karena niat mencederai. Ia dipersoalkan karena sebuah teguran disiplin yang berujung laporan.

Peristiwa ini mungkin terlihat kecil. Namun dampaknya besar. Ia menyentuh urat nadi pendidikan dan mengguncang rasa aman para pendidik di ruang kelas.

Tri Wulansari berusia 34 tahun. Ia datang paling pagi dan pulang paling sore. Dengan gaji yang jauh dari kata layak, ia tetap mengajar dengan dedikasi. Ia mengajarkan bukan hanya pelajaran, tetapi juga sikap dan tata krama. Ketika ia meminta murid-muridnya masuk sekolah dengan rambut rapi dan tidak disemir, itu bukan soal penampilan. Itu soal disiplin dan pembiasaan nilai.

NAMUN hari pertama masuk sekolah justru berubah menjadi hari yang pahit. Teguran terhadap murid yang melanggar, disertai emosi spontan dalam situasi kelas, membawa Tri ke jalur hukum. Tanpa luka. Tanpa darah. Tanpa niat jahat. Tetapi cukup untuk mengubah status seorang guru menjadi tersangka.

Di sinilah publik patut berhenti sejenak dan bertanya: ke mana arah pendidikan kita sedang melangkah?

TIDAK ada yang membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun. Tetapi pendidikan juga tidak bisa hidup dalam ruang ketakutan. Guru bukan robot kurikulum. Mereka manusia yang bekerja dengan nurani, emosi, dan tanggung jawab moral. Ketika setiap teguran berpotensi dilaporkan, ketika setiap upaya mendisiplinkan bisa berujung kriminalisasi, maka yang runtuh bukan hanya wibawa guru—melainkan fungsi pendidikan itu sendiri.

Kasus Tri Wulansari adalah simbol nasib guru honorer di negeri ini: upah rendah, perlindungan lemah, dan beban moral tinggi. Mereka diminta membentuk karakter generasi muda, tetapi tidak diberi ruang aman untuk menjalankan peran itu. Ironisnya, ketika masalah muncul, merekalah yang paling cepat disalahkan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mencampuri proses hukum. Hukum tetap harus berjalan. Namun keadilan tidak boleh kering dari konteks. Pendidikan adalah wilayah khusus yang menuntut pendekatan khusus—lebih mengedepankan pembinaan, dialog, dan pemulihan daripada penghukuman.

Jika guru tak lagi berani menegur,
jika disiplin dianggap pelanggaran,
jika ruang kelas berubah menjadi ladang ketakutan, lalu siapa yang akan membentuk karakter anak-anak kita?

Ini bukan soal rambut.
Ini soal martabat guru.
Ini soal masa depan pendidikan.

Tri Wulansari mungkin hanya satu nama. Tetapi di baliknya, ada ribuan guru kecil di pelosok negeri yang hari ini mengajar dengan rasa cemas. Mereka menunggu satu hal sederhana dari negara dan masyarakat: perlindungan, keadilan, dan penghargaan atas niat baik.

Pendidikan yang sehat lahir dari ruang kelas yang manusiawi. Dan guru yang dihormati adalah fondasi utama bangsa yang beradab. (/*/)

Johar Baru, Rabu 28 Januari 2026

Penulis adalah Wartawan Senior saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia)

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluncuran Bantuan Pangan di Meral Barat, Wabup Karimun Tekankan Transparansi dan Pemerataan Distribusi

    Peluncuran Bantuan Pangan di Meral Barat, Wabup Karimun Tekankan Transparansi dan Pemerataan Distribusi

    • 0Komentar

    Pemerintah mulai menggulirkan program bantuan pangan nasional untuk periode Februari–Maret 2026 sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus meredam potensi lonjakan harga kebutuhan pokok. KARIMUN, HITV — Program yang disalurkan melalui BULOG ini menyasar langsung Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Karimun. Di Karimun, peluncuran bantuan dipusatkan di Kantor Camat Meral Barat, Selasa […]

  • Kapolri Melepas Purna Tugas Komjen Ahmad Dofiri

    Kapolri Melepas Purna Tugas Komjen Ahmad Dofiri

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar upacara pelepasan purna tugas bagi mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Ahmad Dofiri. Acara yang berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Selasa (19/8/2025), dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. HITVBERITA.COM | Jakarta — Sejumlah pejabat utama Mabes Polri, para kapolda dari seluruh Indonesia, hingga […]

  • Better Michigan On-line casino Bonuses: $31 No deposit Promo, $50 for $step one

    Better Michigan On-line casino Bonuses: $31 No deposit Promo, $50 for $step one

    • 0Komentar

    Articles Just what game can you play during the Top Gold coins? Gambling establishment Promo on the Reduced Betting Requirements What are the Reasons why you should Perhaps not Capture Incentive Funds from All of us Gambling enterprises? Begin to try out Use your own legitimate personality info to join a keen on-line casino account, […]

  • Polres Belitung Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,65 Gram di Pelabuhan Pelindo

    Polres Belitung Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,65 Gram di Pelabuhan Pelindo

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung – Satuan Reserse Narkoba Polres Belitung kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dua pria berinisial ISN dan TKS diamankan di area Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan, Kamis (9/10/2025) pekan lalu. Kedua tersangka ditangkap setelah kedapatan membawa sabu seberat 11,65 gram yang disembunyikan di dalam truk pengangkut buah dan sayur dari Jakarta. Kasatres […]

  • Aliansi LSM–Ormas Peduli Kepri Minta Dirjen Bea dan Cukai Evaluasi Kabid P2 Batam

    Aliansi LSM–Ormas Peduli Kepri Minta Dirjen Bea dan Cukai Evaluasi Kabid P2 Batam

    • 0Komentar

    Di tengah upaya pembenahan institusi Bea dan Cukai secara nasional, sorotan publik justru mengarah ke internal Kantor Bea dan Cukai Batam. Sejumlah pejabatnya disorot terkait dugaan perjalanan dinas ke luar negeri serta kepemilikan harta kekayaan yang dinilai tidak wajar. BATAM | HITV — Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan Peduli Kepulauan Riau (Aliansi LSM–Ormas […]

  • Lany Poniedzialek 2025 Classic Mo𝚟ie Magnet

    Lany Poniedzialek 2025 Classic Mo𝚟ie Magnet

    • 0Komentar

    ➡ MAGNET HERE Lany Ponilek: Directd by Jusyna m Mytnik. Julia Polaczek, Nel Kaczmarek, Weroniy Kozakowska, Jowiti Budnik. 15-Jear-Old Clara Raped by A Masked Boy During Wet Monday. Just Before the First Annisyary of the Incimett, Sheol Paralyzed water by a waer. Understinging, Clara Turs to Her New, Somewhawhawhawhawhawhawhawric Friend. lany Poniek 2025 genre-speci-ficic filnrent* […]

expand_less