Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Guru Tak Lagi Aman Menegur

Ketika Guru Tak Lagi Aman Menegur

  • account_circle webtable
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 406
  • print Cetak

Oleh Taufiq Rahman, SH, SSos

Ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja dalam cara kita memperlakukan guru.

TERJADI di sebuah sekolah dasar sederhana di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, seorang guru honorer bernama Tri Wulansari kini harus berhadapan dengan proses hukum. Bukan karena kejahatan besar, bukan pula karena niat mencederai. Ia dipersoalkan karena sebuah teguran disiplin yang berujung laporan.

Peristiwa ini mungkin terlihat kecil. Namun dampaknya besar. Ia menyentuh urat nadi pendidikan dan mengguncang rasa aman para pendidik di ruang kelas.

Tri Wulansari berusia 34 tahun. Ia datang paling pagi dan pulang paling sore. Dengan gaji yang jauh dari kata layak, ia tetap mengajar dengan dedikasi. Ia mengajarkan bukan hanya pelajaran, tetapi juga sikap dan tata krama. Ketika ia meminta murid-muridnya masuk sekolah dengan rambut rapi dan tidak disemir, itu bukan soal penampilan. Itu soal disiplin dan pembiasaan nilai.

NAMUN hari pertama masuk sekolah justru berubah menjadi hari yang pahit. Teguran terhadap murid yang melanggar, disertai emosi spontan dalam situasi kelas, membawa Tri ke jalur hukum. Tanpa luka. Tanpa darah. Tanpa niat jahat. Tetapi cukup untuk mengubah status seorang guru menjadi tersangka.

Di sinilah publik patut berhenti sejenak dan bertanya: ke mana arah pendidikan kita sedang melangkah?

TIDAK ada yang membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun. Tetapi pendidikan juga tidak bisa hidup dalam ruang ketakutan. Guru bukan robot kurikulum. Mereka manusia yang bekerja dengan nurani, emosi, dan tanggung jawab moral. Ketika setiap teguran berpotensi dilaporkan, ketika setiap upaya mendisiplinkan bisa berujung kriminalisasi, maka yang runtuh bukan hanya wibawa guru—melainkan fungsi pendidikan itu sendiri.

Kasus Tri Wulansari adalah simbol nasib guru honorer di negeri ini: upah rendah, perlindungan lemah, dan beban moral tinggi. Mereka diminta membentuk karakter generasi muda, tetapi tidak diberi ruang aman untuk menjalankan peran itu. Ironisnya, ketika masalah muncul, merekalah yang paling cepat disalahkan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mencampuri proses hukum. Hukum tetap harus berjalan. Namun keadilan tidak boleh kering dari konteks. Pendidikan adalah wilayah khusus yang menuntut pendekatan khusus—lebih mengedepankan pembinaan, dialog, dan pemulihan daripada penghukuman.

Jika guru tak lagi berani menegur,
jika disiplin dianggap pelanggaran,
jika ruang kelas berubah menjadi ladang ketakutan, lalu siapa yang akan membentuk karakter anak-anak kita?

Ini bukan soal rambut.
Ini soal martabat guru.
Ini soal masa depan pendidikan.

Tri Wulansari mungkin hanya satu nama. Tetapi di baliknya, ada ribuan guru kecil di pelosok negeri yang hari ini mengajar dengan rasa cemas. Mereka menunggu satu hal sederhana dari negara dan masyarakat: perlindungan, keadilan, dan penghargaan atas niat baik.

Pendidikan yang sehat lahir dari ruang kelas yang manusiawi. Dan guru yang dihormati adalah fondasi utama bangsa yang beradab. (/*/)

Johar Baru, Rabu 28 Januari 2026

Penulis adalah Wartawan Senior saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia)

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi UMKM: Dosen Universitas Moestopo Soroti Pentingnya Sistem ERP

    Digitalisasi UMKM: Dosen Universitas Moestopo Soroti Pentingnya Sistem ERP

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Dr meliyah Ariani SE. MAK, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof. Dr. Moestopo – Beragama (Dok/Foto/Aden/Hitv)

  • Kawasan Tajug Gede Cilodong Bungursari, Jadi Wisata Baru di Purwakarta

    Kawasan Tajug Gede Cilodong Bungursari, Jadi Wisata Baru di Purwakarta

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Purwakarta | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha menyebutkan, kawasan wisata Tajug Gede Cilodong semakin lengkap menyusul hadirnya diorama agro eduwisata hortikultura di kawasan tersebut. “Kawasan Tajug Gede Cilodong ini awalnya memang difungsikan sebagai destinasi wisata. Sebelumnya, Tajug Gede menjadi destinasi wisata religi,” kata Norman Nugraha, dikutip pada Jumat, 11 Juli 2024. Kini destinasi […]

  • Aturan Penggunaan Dana BOS Tahun 2025

    Aturan Penggunaan Dana BOS Tahun 2025

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan aturan terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler tahun 2025 dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat. Aturan dan Rincian Penggunaan Dana BOS ini, tertuang dalam peraturan No 8/P/2024 tanggal 27 Desember 2024, yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. HITVBERITA.COM | JAKARTA – […]

  • Satres Narkoba Polres Purwakarta Intensifkan Razia, Ratusan Botol Miras Oplosan Disita

    Satres Narkoba Polres Purwakarta Intensifkan Razia, Ratusan Botol Miras Oplosan Disita

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Personel Satres Narkoba Polres Purwakarta saat melakukan operasi di salah satu toko minuman di wilayah setempat. (Dok/Foto/Raffa) Penulis: Raffa Christ Manalu Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat, kembali menindak tegas peredaran minuman keras (miras) ilegal. Belum lama ini, petugas berhasil menyita ratusan botol miras oplosan yang […]

  • Pers Nasional Berduka, Wartawan Senior Wina Armada Sukardi Wafat

    Pers Nasional Berduka, Wartawan Senior Wina Armada Sukardi Wafat

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Wartawan senior dan tokoh pers nasional, Wina Armada Sukardi. (Dok/Foto/Raffa)

  • Kunjungi SMAN 2 Sukatani Dalam Rangka Program JMS, Ini Pesan Kajari Purwakarta

    Kunjungi SMAN 2 Sukatani Dalam Rangka Program JMS, Ini Pesan Kajari Purwakarta

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM | Purwakarta- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta bersama jajaran kunjungi sekolah yang berada di lokasi pergerakan tanah, tepatnya di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis, 8 Agustus 2024. Sekolah yang dikunjungi jajaran Kejari Purwakarta tersebut, yakni SMAN 2 Sukatani. Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Dr. Martha Parulina […]

expand_less