Bona Taon Perdana Raja Sitempang, Merawat Syukur dan Persatuan dalam Ritme Gondang
- account_circle Jhon P Tobing
- calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
- visibility 154
- print Cetak

Dalam alunan gondang yang syahdu, Bona Taon perdana Raja Sitempang menutup rangkaian acaranya dengan rasa haru dan bangga, meneguhkan tekad merawat warisan budaya, syukur, dan persatuan lintas generasi. (dok/foto/Jhon)
Nuansa adat dan kebersamaan menyatu dalam Bona Taon perdana Punguan Raja Sitempang yang digelar di Aula SMP Budi Mulia, Jalan Melanton Siregar No. 160, Pematangsiantar, Minggu (15/2/2025).
PEMATANGSIANTAR, HiTV— Perhelatan doa bersama ini menjadi ungkapan syukur atas berkat Tuhan sekaligus penanda dimulainya perjalanan persatuan generasi keturunan Raja Sitempang di kota tersebut.
Gema gondang sabangunan mengiringi langkah para peserta—boru, bere, dan ibebere—yang berbaris khidmat memasuki aula setelah doa pembuka di halaman sekolah.
Lagu Mars Raja Sitempang mengantar prosesi, menegaskan spirit kebersamaan ribuan pomparan yang hadir dari berbagai penjuru Pematangsiantar.
Ibadah Bona Taon dimulai pukul 10.00 WIB. Pujian “Naung salpu taon na buruk i” mengalun sebagai penanda harapan baru, menggantikan tahun yang telah berlalu dengan tekad kebaikan.
Khotbah disampaikan oleh Pdt. Sardi Lamhot Parulian Sitanggang, yang mengajak jemaat memelihara syukur dan karakter pelayanan dalam setiap perkumpulan marga.
Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi sikap acuh dan malas, seraya menautkan tema Bona Taon 2026, “Kasih Pengikat Persatuan Keluarga Pomparan Raja Sitempang”, sebagai landasan saling mengampuni dan menopang.
Ketua Panitia, Kakden Manihuruk, menyampaikan apresiasi kepada seluruh punguan marga yang menopang terselenggaranya acara. “Hari ini kasih itu nyata—kita duduk bersama sebagai satu keluarga besar keturunan Raja Sitempang,” ujarnya.
SEMENTARA itu, Ketua Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar, Halomoan Sitanggang, menegaskan bahwa Bona Taon bukan sekadar seremoni, melainkan pesta budaya. Menurutnya, pewarisan nilai adat dan tarombo kepada generasi penerus adalah tanggung jawab moral punguan. Untuk itu, tokoh adat dari Samosir dihadirkan guna memperkuat pemahaman tarombo Raja Sitempang.
Puncak makna hadir dalam prosesi Manjalo Tua Ni Gondang yang dipandu tokoh adat Dongan P. Sitanggang.
Iringan gondang menjadi doa kolektif memohon berkat, kesehatan, dan keberhasilan bagi seluruh pomparan.
Prosesi dilengkapi Sada Panganan Bolon—piring kayu tradisional Batak—sebagai simbol persatuan dan syukur. Jumlah ikan yang disajikan melambangkan keselarasan dan solidaritas keluarga, sekaligus penghormatan kepada Yang Mahakuasa.
Dalam alunan gondang yang syahdu, Bona Taon perdana Raja Sitempang menutup rangkaian acaranya dengan rasa haru dan bangga—meneguhkan tekad merawat warisan budaya, syukur, dan persatuan lintas generasi. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV SUMUT
- Penulis: Jhon P Tobing
