Senin, 18 Mei 2026
light_mode

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Belakangan ini, nada pesimisme dari kalangan ekonom terhadap arah ekonomi Indonesia semakin sering terdengar. Ada yang menyoroti tekanan fiskal, ada yang mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan, ada pula yang melihat ketimpangan yang belum terselesaikan. Pesimisme ini sebenarnya dapat dipahami.

Mengapa?

Karena jika kita jujur melihat, banyak kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah memang berangkat dari niat baik: mendorong pertumbuhan, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kesejahteraan. Namun persoalannya bukan pada niat, melainkan pada pendekatan.

Kita terlalu lama membangun ekonomi dari atas

Logika yang digunakan masih sama: injeksi dana, proyek besar, dorongan kredit, stimulus fiskal. Semua itu penting, tetapi sering kali tidak menyentuh akar persoalan di lapangan. Akibatnya, uang berputar, tetapi tidak selalu menguatkan ekonomi rakyat secara nyata.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil—yang jumlahnya jutaan—masih menghadapi masalah klasik: tidak ada kepastian pasar.

Inilah akar masalah yang sering luput dari perhatian

Banyak UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang baik. Mereka kreatif, mereka bekerja keras. Tetapi tanpa pasar yang pasti, usaha mereka berjalan dalam ketidakpastian. Dalam kondisi seperti ini, tambahan modal atau kredit justru menjadi beban, bukan solusi.

Tidak heran jika ekonomi terlihat “bergerak”, tetapi pelaku di bawah masih merasa stagnan.

Dalam beberapa tahun terakhir, saya mencoba menyuarakan satu gagasan sederhana: ekonomi Indonesia harus dibangun dari bawah, bukan hanya dari atas. Salah satu pendekatan yang saya tawarkan adalah Snowball Business Model (SBM).

Model ini sederhana tetapi fundamental. Anggota masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dengan demikian, pasar tidak lagi bergantung pada faktor eksternal, tetapi dibangun dari dalam komunitas itu sendiri.

Ketika anggota saling membeli, saling mempromosikan, dan saling mendukung, maka terbentuklah ekosistem ekonomi yang stabil. Usaha kecil tidak lagi berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam jaringan.

Saya telah menyampaikan gagasan ini melalui berbagai forum, termasuk media sosial dan tulisan di surat kabar nasional. Namun harus diakui, gagasan seperti ini sering kali tidak dianggap serius.

Mungkin karena terlalu sederhana.
Mungkin karena tidak melibatkan angka triliunan. Atau mungkin karena tidak datang dari sistem yang sudah mapan.

Padahal sering kali solusi besar justru berangkat dari ide yang sederhana.

Jika kita terus mengandalkan pendekatan lama—mendorong ekonomi dari atas tanpa memperkuat fondasi di bawah—maka pesimisme para ekonom akan terus berulang. Bukan karena bangsa ini tidak mampu, tetapi karena cara yang digunakan belum menyentuh akar persoalan.

Ekonomi yang kuat bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang terlibat di dalamnya.

Jika rakyat hanya menjadi penonton, maka pertumbuhan akan terasa jauh.
Jika rakyat menjadi pelaku, maka pertumbuhan akan terasa nyata.

Di sinilah pentingnya keberanian untuk mencoba pendekatan baru.

Snowball Business Model bukan satu-satunya solusi, tetapi menawarkan arah yang jelas: membangun pasar dari dalam, memperkuat jaringan ekonomi rakyat, dan menjadikan kepercayaan sebagai modal utama.

Pertanyaannya sekarang sederhana:

Apakah kita akan terus bertahan pada cara lama yang hasilnya sudah kita ketahui, atau berani mencoba cara baru yang mungkin membawa perubahan?

Sejarah ekonomi selalu menunjukkan bahwa lompatan besar terjadi ketika ada keberanian untuk berpikir berbeda.

Dan mungkin, saat ini, yang dibutuhkan Indonesia bukan hanya kebijakan baru, tetapi cara berpikir baru dalam membangun ekonomi bangsa. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harli Siregar: Tindak Pidana Korupsi Tidak Akan Terjadi, Jika Tidak Ada Regulasi Yang Menaunginya

    Harli Siregar: Tindak Pidana Korupsi Tidak Akan Terjadi, Jika Tidak Ada Regulasi Yang Menaunginya

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Jakarta – Kasus  Korupsi  Import Gula yang diduga dilakukan oleh Mantan Menteri Perdagangan 2015-2016 Thomas Trikasih Lembong, masih terus didalami oleh pihak Kejagung. Sampai sejauh ini, Thomas Lembong telah ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga telah menyalahi regulasi, sehingga mengakibatkan kerugian Negara lebih kurang 400 Milyar rupiah. Menurut Keterangan Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar kepada […]

  • ‎Menjaga Damai di Bumi Kahayan: Jejak Persaudaraan dari Palangkaraya

    ‎Menjaga Damai di Bumi Kahayan: Jejak Persaudaraan dari Palangkaraya

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Pagi di Bandara Tjilik Riwut itu terasa sedikit berbeda. Udara hangat khas Kalimantan Tengah berpadu dengan semerbak aroma tanah yang baru tersentuh hujan malam sebelumnya. Dari landasan pacu, tampak pesawat yang membawa Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Sten Frimondt Nielsen, perlahan berhenti. HITVBERITA.COM | […]

  • SMKN se-Kabupaten Bandung Adakan FGD Bersama Aparat Penegak Hukum dan Perwakilan Komite Sekolah!

    SMKN se-Kabupaten Bandung Adakan FGD Bersama Aparat Penegak Hukum dan Perwakilan Komite Sekolah!

    • 0Komentar

    HITIVBERITA BANDUNG|Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kabupaten Bandung mengadakan kegiatan Forum Grup Discussion (FGD), antara Kepala SMK dengan Aparat Penegak Hukum dan juga Perwakilan Komite Sekolah SMK, (25/07/2024), hari Kamis. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk penyamaan persepsi dari semua pihak terkait program pembelajaran, khususnya di lingkup lembaga pendidikan SMK demi memajukan dunia […]

  • Bona Taon Perdana Raja Sitempang, Merawat Syukur dan Persatuan dalam Ritme Gondang

    Bona Taon Perdana Raja Sitempang, Merawat Syukur dan Persatuan dalam Ritme Gondang

    • 0Komentar

    Nuansa adat dan kebersamaan menyatu dalam Bona Taon perdana Punguan Raja Sitempang yang digelar di Aula SMP Budi Mulia, Jalan Melanton Siregar No. 160, Pematangsiantar, Minggu (15/2/2025). PEMATANGSIANTAR, HiTV— Perhelatan doa bersama ini menjadi ungkapan syukur atas berkat Tuhan sekaligus penanda dimulainya perjalanan persatuan generasi keturunan Raja Sitempang di kota tersebut. Gema gondang sabangunan mengiringi […]

  • Kunjungi Polres Belitung, Kalapas Tanjungpandan Sampaikan Hal Ini

    Kunjungi Polres Belitung, Kalapas Tanjungpandan Sampaikan Hal Ini

    • 1Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan melaksanakan Kunjungan Kerja Ke Mapolres Belitung Senin (10/03/2025). Kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat sinergitas sesama Aparat Penegak Hukum (APH) Di Wilayah Hukum Kabupaten Belitung. Dalam kesempatan tersebut Kalapas yang didampingi Ka KPLP, Eko Octaviansyah diterima langsung oleh Kapolres Belitung AKBP Deddy Dwitia Putra. Kalapas Royhan […]

  • Satu Tahun Mangkrak, Akhirnya Pelaku Tabrak Lari Telah Ditetapkan Tersangka

    Satu Tahun Mangkrak, Akhirnya Pelaku Tabrak Lari Telah Ditetapkan Tersangka

    • 1Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Setelah hampir satu tahun proses penyelidikan, Kanit Lantas Soufi Maulana akhirnya memberikan titik terang dalam kasus tabrak lari yang menewaskan Almarhum Ibu Junhong (Ami). Dengan adanya laporan tambahan BAP pada hari ini, Linghua atau Amat telah ditetapkan sebagai tersangka. HITVBERITA.COM | Lingga – Kinerja kepolisian di wilayah hukum Polres Lingga akhirnya mulai […]

expand_less