Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Belakangan ini, nada pesimisme dari kalangan ekonom terhadap arah ekonomi Indonesia semakin sering terdengar. Ada yang menyoroti tekanan fiskal, ada yang mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan, ada pula yang melihat ketimpangan yang belum terselesaikan. Pesimisme ini sebenarnya dapat dipahami.

Mengapa?

Karena jika kita jujur melihat, banyak kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah memang berangkat dari niat baik: mendorong pertumbuhan, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kesejahteraan. Namun persoalannya bukan pada niat, melainkan pada pendekatan.

Kita terlalu lama membangun ekonomi dari atas

Logika yang digunakan masih sama: injeksi dana, proyek besar, dorongan kredit, stimulus fiskal. Semua itu penting, tetapi sering kali tidak menyentuh akar persoalan di lapangan. Akibatnya, uang berputar, tetapi tidak selalu menguatkan ekonomi rakyat secara nyata.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil—yang jumlahnya jutaan—masih menghadapi masalah klasik: tidak ada kepastian pasar.

Inilah akar masalah yang sering luput dari perhatian

Banyak UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang baik. Mereka kreatif, mereka bekerja keras. Tetapi tanpa pasar yang pasti, usaha mereka berjalan dalam ketidakpastian. Dalam kondisi seperti ini, tambahan modal atau kredit justru menjadi beban, bukan solusi.

Tidak heran jika ekonomi terlihat “bergerak”, tetapi pelaku di bawah masih merasa stagnan.

Dalam beberapa tahun terakhir, saya mencoba menyuarakan satu gagasan sederhana: ekonomi Indonesia harus dibangun dari bawah, bukan hanya dari atas. Salah satu pendekatan yang saya tawarkan adalah Snowball Business Model (SBM).

Model ini sederhana tetapi fundamental. Anggota masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dengan demikian, pasar tidak lagi bergantung pada faktor eksternal, tetapi dibangun dari dalam komunitas itu sendiri.

Ketika anggota saling membeli, saling mempromosikan, dan saling mendukung, maka terbentuklah ekosistem ekonomi yang stabil. Usaha kecil tidak lagi berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam jaringan.

Saya telah menyampaikan gagasan ini melalui berbagai forum, termasuk media sosial dan tulisan di surat kabar nasional. Namun harus diakui, gagasan seperti ini sering kali tidak dianggap serius.

Mungkin karena terlalu sederhana.
Mungkin karena tidak melibatkan angka triliunan. Atau mungkin karena tidak datang dari sistem yang sudah mapan.

Padahal sering kali solusi besar justru berangkat dari ide yang sederhana.

Jika kita terus mengandalkan pendekatan lama—mendorong ekonomi dari atas tanpa memperkuat fondasi di bawah—maka pesimisme para ekonom akan terus berulang. Bukan karena bangsa ini tidak mampu, tetapi karena cara yang digunakan belum menyentuh akar persoalan.

Ekonomi yang kuat bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang terlibat di dalamnya.

Jika rakyat hanya menjadi penonton, maka pertumbuhan akan terasa jauh.
Jika rakyat menjadi pelaku, maka pertumbuhan akan terasa nyata.

Di sinilah pentingnya keberanian untuk mencoba pendekatan baru.

Snowball Business Model bukan satu-satunya solusi, tetapi menawarkan arah yang jelas: membangun pasar dari dalam, memperkuat jaringan ekonomi rakyat, dan menjadikan kepercayaan sebagai modal utama.

Pertanyaannya sekarang sederhana:

Apakah kita akan terus bertahan pada cara lama yang hasilnya sudah kita ketahui, atau berani mencoba cara baru yang mungkin membawa perubahan?

Sejarah ekonomi selalu menunjukkan bahwa lompatan besar terjadi ketika ada keberanian untuk berpikir berbeda.

Dan mungkin, saat ini, yang dibutuhkan Indonesia bukan hanya kebijakan baru, tetapi cara berpikir baru dalam membangun ekonomi bangsa. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Ekstrem di Lingga, Anggota Dewan Nova Avriliani Beri Bantuan

    Cuaca Ekstrem di Lingga, Anggota Dewan Nova Avriliani Beri Bantuan

    • 0Komentar

    LINGGA | HITV – Cuaca ekstrem yang memicu banjir rob, pasang air laut, hujan deras, dan angin kencang kembali melanda Kabupaten Lingga, khususnya Kecamatan Singkep Selatan, Desa Marok Kecil. Kondisi ini membuat warga setempat mengalami kesulitan akibat rumah dan akses lingkungan terendam, Rabu (10/12/2025). Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Lingga Komisi III dari Partai […]

  • Pengurus Juang Kencana Cilacap 2026–2030 Dikukuhkan, Siap Perkuat Sosialisasi Program Bangga Kencana

    Pengurus Juang Kencana Cilacap 2026–2030 Dikukuhkan, Siap Perkuat Sosialisasi Program Bangga Kencana

    • 0Komentar

    Perkumpulan Juang Kencana Kabupaten Cilacap resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2030 dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Pendopo Kecamatan Adipala, Sabtu, 31 Januari 2026. CILACAP | HITV— Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Juang Kencana (Juken) Kabupaten Cilacap periode 2026–2030 berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Acara digelar di Pendopo Kecamatan Adipala dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah […]

  • Mutasi ASN Asal Purwakarta Bedol Desa, BKD Jabar: Sistem Talent Scouting

    Mutasi ASN Asal Purwakarta Bedol Desa, BKD Jabar: Sistem Talent Scouting

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Fenomena mutasi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Purwakarta ke lingkungan pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai ‘bedol desa’, mendapat tanggapan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat. HITVBERITA.COM | Bandung – Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supendi, mengatakan mekanisme mutasi sejumlah ASN dilakukan sesuai prosedur yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 […]

  • Kamu Punya Hutang? Belum Mampu Melunasi? Bagaimana Agar Tidak Terjerat Pidana?

    Kamu Punya Hutang? Belum Mampu Melunasi? Bagaimana Agar Tidak Terjerat Pidana?

    • 0Komentar

      Oleh: Pitra Romadoni Nasution Dalam praktik kehidupan sehari-hari, persoalan hutang-piutang adalah hal yang lazim terjadi. Baik dalam skala kecil antar individu maupun dalam transaksi bisnis bernilai besar. Namun, ketika seseorang tidak mampu melunasi hutangnya, seringkali muncul ketakutan: apakah bisa dipidana? Pertanyaan ini penting dijawab secara jernih, karena tidak semua kegagalan membayar hutang berujung pidana. […]

  • Rumah Icang Suryadi di Ciawi Dikabarkan Akan Disita, Korban Klaim Telah Koordinasi dengan Aparat

    Rumah Icang Suryadi di Ciawi Dikabarkan Akan Disita, Korban Klaim Telah Koordinasi dengan Aparat

    • 0Komentar

    Upaya korban mendapatkan kembali uang yang diklaim diserahkan kepada Icang Suryadi memasuki babak baru. Rumah di Pasirwuni, Ciawi, Tasikmalaya, kini disebut menjadi objek yang akan disita. TASIKMALAYA, HITV— Zulhisbi, salah seorang pihak yang mengaku menjadi korban, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat pemerintahan setempat dan unsur keamanan terkait rencana tersebut. Menurut Zulhisbi, langkah itu […]

  • Bupati Purwakarta Pimpin Deklarasi SPMB 2026/2027, Tegaskan Penerimaan Murid Baru Harus Bersih dan Transparan

    Bupati Purwakarta Pimpin Deklarasi SPMB 2026/2027, Tegaskan Penerimaan Murid Baru Harus Bersih dan Transparan

    • 0Komentar

    Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein memimpin langsung deklarasi dukungan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. PURWAKARTA, HITV— Deklarasi yang digelar di Taman Pasanggrahan Padjadjaran, Purwakarta, pada Rabu (20/5/2026) itu, menjadi penegasan komitmen bersama agar proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, serta bebas dari praktik diskriminasi. Kegiatan tersebut digelar bertepatan […]

expand_less