Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Belakangan ini, nada pesimisme dari kalangan ekonom terhadap arah ekonomi Indonesia semakin sering terdengar. Ada yang menyoroti tekanan fiskal, ada yang mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan, ada pula yang melihat ketimpangan yang belum terselesaikan. Pesimisme ini sebenarnya dapat dipahami.

Mengapa?

Karena jika kita jujur melihat, banyak kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah memang berangkat dari niat baik: mendorong pertumbuhan, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kesejahteraan. Namun persoalannya bukan pada niat, melainkan pada pendekatan.

Kita terlalu lama membangun ekonomi dari atas

Logika yang digunakan masih sama: injeksi dana, proyek besar, dorongan kredit, stimulus fiskal. Semua itu penting, tetapi sering kali tidak menyentuh akar persoalan di lapangan. Akibatnya, uang berputar, tetapi tidak selalu menguatkan ekonomi rakyat secara nyata.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil—yang jumlahnya jutaan—masih menghadapi masalah klasik: tidak ada kepastian pasar.

Inilah akar masalah yang sering luput dari perhatian

Banyak UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang baik. Mereka kreatif, mereka bekerja keras. Tetapi tanpa pasar yang pasti, usaha mereka berjalan dalam ketidakpastian. Dalam kondisi seperti ini, tambahan modal atau kredit justru menjadi beban, bukan solusi.

Tidak heran jika ekonomi terlihat “bergerak”, tetapi pelaku di bawah masih merasa stagnan.

Dalam beberapa tahun terakhir, saya mencoba menyuarakan satu gagasan sederhana: ekonomi Indonesia harus dibangun dari bawah, bukan hanya dari atas. Salah satu pendekatan yang saya tawarkan adalah Snowball Business Model (SBM).

Model ini sederhana tetapi fundamental. Anggota masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dengan demikian, pasar tidak lagi bergantung pada faktor eksternal, tetapi dibangun dari dalam komunitas itu sendiri.

Ketika anggota saling membeli, saling mempromosikan, dan saling mendukung, maka terbentuklah ekosistem ekonomi yang stabil. Usaha kecil tidak lagi berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam jaringan.

Saya telah menyampaikan gagasan ini melalui berbagai forum, termasuk media sosial dan tulisan di surat kabar nasional. Namun harus diakui, gagasan seperti ini sering kali tidak dianggap serius.

Mungkin karena terlalu sederhana.
Mungkin karena tidak melibatkan angka triliunan. Atau mungkin karena tidak datang dari sistem yang sudah mapan.

Padahal sering kali solusi besar justru berangkat dari ide yang sederhana.

Jika kita terus mengandalkan pendekatan lama—mendorong ekonomi dari atas tanpa memperkuat fondasi di bawah—maka pesimisme para ekonom akan terus berulang. Bukan karena bangsa ini tidak mampu, tetapi karena cara yang digunakan belum menyentuh akar persoalan.

Ekonomi yang kuat bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang terlibat di dalamnya.

Jika rakyat hanya menjadi penonton, maka pertumbuhan akan terasa jauh.
Jika rakyat menjadi pelaku, maka pertumbuhan akan terasa nyata.

Di sinilah pentingnya keberanian untuk mencoba pendekatan baru.

Snowball Business Model bukan satu-satunya solusi, tetapi menawarkan arah yang jelas: membangun pasar dari dalam, memperkuat jaringan ekonomi rakyat, dan menjadikan kepercayaan sebagai modal utama.

Pertanyaannya sekarang sederhana:

Apakah kita akan terus bertahan pada cara lama yang hasilnya sudah kita ketahui, atau berani mencoba cara baru yang mungkin membawa perubahan?

Sejarah ekonomi selalu menunjukkan bahwa lompatan besar terjadi ketika ada keberanian untuk berpikir berbeda.

Dan mungkin, saat ini, yang dibutuhkan Indonesia bukan hanya kebijakan baru, tetapi cara berpikir baru dalam membangun ekonomi bangsa. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MIO Indonesia dan LCW Magazine Matangkan Seminar Anti Narkoba Jelang Peringatan HANI 2025!

    MIO Indonesia dan LCW Magazine Matangkan Seminar Anti Narkoba Jelang Peringatan HANI 2025!

    • 0Komentar

    Ketua Umum MIO INDONESIA AYS Prayogie saat pimpin Rapat didampingi Wakil Ketua Umum Kombes Pol (P) Ir. Agung Karang dan Ketua Panitia Kegiatan Peter M Siahaya, SE. (Dok/Foto/SHBG) Penulis: Budiman Sihombing   Menyambut peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Media Independen Online (MIO) Indonesia dan LCW Magazine selaku pihak yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana, […]

  • Warga Desa Tanah Merah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hidayah

    Warga Desa Tanah Merah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hidayah

    • 0Komentar

    Warga Desa Tanah Merah memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al Hidayah. INDRAGIRI HILIR | HITV –  Warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al Hidayah, Minggu (18/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti antusias oleh […]

  • Haidar Alwi dan Revolusi Sosial Rakyat Bantu Rakyat

    Haidar Alwi dan Revolusi Sosial Rakyat Bantu Rakyat

    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems Rakyat Indonesia hari ini sedang dicekik oleh keadaan. Harga kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan mencekik, lapangan kerja susah, dan pelayanan kesehatan justru jadi ajang bisnis. Namun pejabat-pejabatnya malah sibuk berdebat, saling jegal, pesta pora di hotel mewah, hingga berjoget-joget di panggung kekuasaan. Bahkan anggota DPR yang berasal dari pelawak yang tidak […]

  • Bea Cukai Kepri Gagalkan Penyeludupan 129.965 Benih Lobster di Perairan Batam

    Bea Cukai Kepri Gagalkan Penyeludupan 129.965 Benih Lobster di Perairan Batam

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau menggagalkan upaya penyeludupan sebanyak 129.965 ekor benih bening lobster (BBL) di Perairan Pulau Kongka Besar, Kepulauan Riau. Ribuan benih lobster tersebut diduga hendak dibawa keluar wilayah perairan Indonesia secara ilegal. BATAM | HITV — Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Adhang Noegroho Adhi, menjelaskan, […]

  • Pemprov DKI Jakarta Gelar Mudik Gratis, Ribuan Pemudik Padati Monas

    Pemprov DKI Jakarta Gelar Mudik Gratis, Ribuan Pemudik Padati Monas

    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengadakan program Mudik Gratis atau ” Mudik Lebaran Gratis 2025″ Yang diikuti Ribuan warga berpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Kamis(27/3/25). HITVBerita. Com | Jakarta – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kamis(27/3/25). Program ini […]

  • ‎Perkuat Koordinasi Data dan Proses Bisnis, Kemenko Perekonomian Kunjungi Pelabuhan Tanjung Priok

    ‎Perkuat Koordinasi Data dan Proses Bisnis, Kemenko Perekonomian Kunjungi Pelabuhan Tanjung Priok

    • 0Komentar

    Reporter: Kalaus Naibaho HITVberita.com | Jakarta — Upaya memperkuat efektivitas dan efisiensi layanan logistik nasional terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui kunjungan tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/10/2025), guna memperkuat koordinasi data dan proses bisnis indikator ShipTurnAround Time (TAT) dan Container Dwelling Time (DT). ‎ ‎Kegiatan yang dikemas dalam […]

expand_less