Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Siswa SMA di Sergai Meninggal, Keluarga Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan

  • account_circle Budiman Manik
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

Seorang pelajar sekolah menengah atas berinisial RA (16), warga Dusun IV Desa Gempolan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di dua rumah sakit.

SERGAI, HITV —  Kematian korban diduga berkaitan dengan tindak kekerasan dan kini kasusnya tengah ditangani aparat kepolisian.

Informasi yang dihimpun awak media HITV menyebutkan, korban ditemukan dalam kondisi kritis di pinggir jalan wilayah Tebing Tinggi pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Warga yang menemukan korban segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Korban sempat mendapat penanganan awal di RSU Bhayangkara Tebing Tinggi sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Murni Teguh di Pematang Siantar. Namun, meski telah mendapatkan perawatan lanjutan, nyawa korban tidak tertolong.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun IV Desa Gempolan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Selasa (14/4/2026).

Orang tua korban, Marnaek Ambarita, mengatakan pihak keluarga pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari teman-teman korban. Mereka kemudian bergegas menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi anaknya.

“Kami dapat kabar dari teman-temannya, lalu langsung ke rumah sakit. Sempat dirujuk ke Pematang Siantar, tapi akhirnya dinyatakan meninggal,” ujar pihak keluarga.

Keluarga telah melaporkan peristiwa ini ke Polres Tebing Tinggi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Minggu (12/4/2026) dini hari. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/21/IV/2026/SPKT/Polres Tebing Tinggi/Polda Sumatera Utara.

Jahoras Manik, kerabat korban saat berada  di Polres Tebing Tinggi. (dok/foto/Manik)

Sehari berselang, keluarga kembali mendatangi Polres Tebing Tinggi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Saat berada di lokasi, salah satu anggota keluarga, Jahoras Manik, mengaku sempat melihat sejumlah orang yang diduga pelaku telah diamankan polisi.

“Kami melihat beberapa orang dalam kondisi diborgol dan dijaga petugas. Dari keterangan yang kami terima, mereka diduga pelaku yang sudah ditangkap,” kata dia.

Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah terduga pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung.

RA diketahui merupakan siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Kecamatan Sei Bamban. Ia merupakan siswa pindahan dari SMA Negeri 1 Sei Bamban. Pihak sekolah menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban.

Perwakilan sekolah, Lemar Lumban Raja, menyebut korban dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik selama bersekolah.

“Almarhum dikenal sopan dan tidak pernah terlibat masalah di lingkungan sekolah,” ujarnya saat melayat ke rumah duka.

Kematian RA meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan dan menindak tegas pelaku.

“Kami ingin keadilan ditegakkan. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujar keluarga.

Kasus ini turut menjadi perhatian warga setempat, terutama terkait keamanan remaja di ruang publik pada malam hari. Warga berharap pengawasan dapat ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut. Informasi lanjutan akan disampaikan seiring perkembangan penyelidikan. (\•/)

editor: Jhon P Tobing
sumber: HITV Sumut

  • Penulis: Budiman Manik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sorotan Dana BOS di SMKN 1 Bojong, Disdik Jabar Diminta Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah

    Sorotan Dana BOS di SMKN 1 Bojong, Disdik Jabar Diminta Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu  Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Bojong, Kabupaten Purwakarta, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah alokasi dana pada tahun anggaran 2023 dan 2024 dinilai tidak wajar lantaran menyedot anggaran dalam jumlah besar, namun dianggap belum sepenuhnya berdampak langsung pada peserta didik. HITVBERITA.COM | Purwakarta –Kepala SMKN 1 Bojong, Wahyu […]

  • Isanudin: Bupati Bogor Segera Sikapi Kegelisahan Para Pengusaha

    Isanudin: Bupati Bogor Segera Sikapi Kegelisahan Para Pengusaha

    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Dugaan intervensi lelang dan penunjukan langsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor kembali mencuat yang memicu maraknya pemberitaan dan unjuk rasa. HITVBERITA.COM | Bogor – Ketua Gerakan Mahasiswa Bogor Bersatu (GMBB), Isanudin SE, menilai maraknya pemberitaan media dan aksi unjuk rasa di ULPBJ menjadi sinyal kuat adanya praktik yang tidak sehat dalam proses […]

  • Beras SPHP Rp50 Ribu, Polsek Meral Gelar Pasar Murah di Tujuh Titik

    Beras SPHP Rp50 Ribu, Polsek Meral Gelar Pasar Murah di Tujuh Titik

    • 0Komentar

    Polsek Meral, Polres Karimun, menggelar pasar murah beras Bulog jenis SPHP di sejumlah titik di Kecamatan Meral dan Meral Barat, Jumat (23/1/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pangan. KARIMUN | HITV – Kepolisian Sektor (Polsek) Meral Polres Karimun Polda Kepri menggelar kegiatan Pasar Murah subsidi beras Bulog […]

  • Gerakan Pangan Murah, Ditreskrimsus Polda Babel-Bulog Salurkan 2 Ton Beras SPHP Rp. 11.800/Kg

    Gerakan Pangan Murah, Ditreskrimsus Polda Babel-Bulog Salurkan 2 Ton Beras SPHP Rp. 11.800/Kg

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung (Babel) menggelar Gerakan Pangan Murah di Jalan Mentok Kelurahan Keramat Kota Pangkalpinang, Kamis (28/8/25) sore. Total ada sebanyak 2 Ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) disiapkan untuk dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau. Dari pantauan dilokasi, masyarakat sekitar antusias menyerbu GPM […]

  • Anak Melayu Kepri Meradang, Desak Meireza Endipat Wijaya Minta Maaf

    Anak Melayu Kepri Meradang, Desak Meireza Endipat Wijaya Minta Maaf

    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG | HITV – Anak Melayu Kepulauan Riau mendesak Anggota DPR RI Dapil Kepri, Meireza Endipat Wijaya, untuk segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka setelah pernyataannya dinilai mencederai marwah masyarakat Melayu Kepri. Sikap itu disampaikan Koordinator Anak Melayu Kepri, Sasjon, Rabu (10/12/2025). Menurut Sasjoni, ucapan Meireza telah melukai nilai-nilai kemelayuan yang menjunjung adab, sopan […]

expand_less