Uji Coba SPMB 2026 Dimulai, Disdik Jabar Targetkan 826 Ribu Lulusan SMP/MTs Masuk Basis Data
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat DR. Purwanto saat uji coba aplikasi SPMB 2026. (Dok/Foto/Raffa)
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mulai menguji coba aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penerimaan peserta didik tahun ajaran mendatang.
BANDUNG, HITV — Uji coba aplikasi tersebut dilakukan secara luring dan daring dari Command Center Tikomdik Kantor Disdik Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (8/5/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat tata kelola penerimaan murid baru yang dinilai lebih tertib, terukur, dan mudah diakses masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan simulasi tahap awal dilakukan secara terbatas dengan melibatkan perwakilan sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Peserta uji coba dari setiap kabupaten/kota hanya terdiri dari satu sampai dua orang per sekolah, baik dari SMP maupun MTs,” kata Purwanto.
Menurut dia, simulasi tersebut bukan sekadar pengujian teknis aplikasi, melainkan juga untuk memastikan sistem benar-benar mudah dipahami dan digunakan oleh masyarakat maupun pihak sekolah saat pelaksanaan SPMB nanti.
Purwanto menegaskan, kualitas sebuah aplikasi pelayanan publik ditentukan oleh kemudahan akses dan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna. Karena itu, berbagai catatan dan kendala teknis yang muncul selama simulasi akan menjadi bahan evaluasi sebelum sistem diterapkan secara luas.
“Kalau ternyata masih sulit digunakan, berarti ada hal-hal yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Disdik Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di wilayah tersebut masuk ke dalam basis data SPMB. Berdasarkan data Disdik Jabar, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai sekitar 826 ribu siswa.
Seluruh siswa itu diwajibkan mengisi data dalam aplikasi agar pemerintah memiliki pemetaan yang lebih akurat mengenai kelanjutan pendidikan mereka, baik ke SMA, SMK, MA, maupun jalur pendidikan lainnya.
“Semua harus terekam dan terdata dengan baik sehingga pemetaan pendidikan menengah di Jawa Barat bisa dilakukan secara lebih tepat,” kata Purwanto.
Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah juga ingin memastikan proses transisi dari pendidikan dasar menuju pendidikan menengah berjalan lebih terstruktur. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan, termasuk distribusi daya tampung sekolah dan layanan pendidikan lanjutan.
Disdik Jabar meminta seluruh peserta simulasi aktif menyampaikan masukan selama proses uji coba berlangsung. Partisipasi itu dinilai penting untuk menyempurnakan sistem sebelum diterapkan pada pelaksanaan SPMB 2026 secara penuh.
“Ketelitian, keseriusan, dan partisipasi aktif sangat kami harapkan demi kebaikan anak-anak kita dan kemajuan pendidikan di Jawa Barat,” ujar Purwanto.
Sementara itu, peluncuran resmi sosialisasi SPMB 2026 dan program SPMB Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026.. (\•/)
Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jabar
- Penulis: Raffa Christ Manalu






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.