Jumat, 3 Jul 2026
light_mode

Negara Terlalu Bergantung pada Pajak, Sekjen LAKRI Soroti Gagalnya Pengelolaan Kekayaan Alam

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKRI), Ical Syamsudin, melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan ekonomi negara yang dinilai terlalu bergantung pada pajak rakyat sebagai sumber utama pendapatan nasional.

JAKARTA, HITV Menurut Ical, selama negara masih menjadikan pajak sebagai tulang punggung pembiayaan negara, hal itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola kekayaan alam Indonesia yang belum berpihak sepenuhnya kepada rakyat.

Ia menilai, siapapun presiden yang memimpin Indonesia belum dapat disebut berhasil apabila belum mampu mengurangi ketergantungan negara terhadap pajak masyarakat.

“Ketika sekitar 80 persen lebih pendapatan negara berasal dari pajak, itu berarti negara masih hidup dari rakyatnya, bukan dari optimalisasi kekayaan alam yang dimiliki,” ujar Ical dalam pernyataan tertulisnya yang dikirim ke meja redaksi Hitvberita.com, Sabtu, (16/5/2026).

Ia menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini ditopang mayoritas oleh penerimaan perpajakan. Sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP), yang semestinya dapat diperoleh dari pengelolaan sumber daya alam dan aset negara, porsinya dinilai masih jauh lebih kecil.

Dalam pandangannya, kondisi tersebut menjadi ironi bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam. Mulai dari nikel, emas, batu bara, gas bumi, hasil laut hingga perkebunan, seluruhnya dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Ical menegaskan, tujuan utama negara sebagaimana amanat konstitusi adalah melindungi rakyat dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Karena itu, menurut dia, negara seharusnya mampu mengelola kekayaan alam sebagai fondasi utama pendapatan nasional, bukan justru membebankan pembiayaan negara kepada masyarakat melalui pajak.

Ia juga mengkritik pola penanganan kemiskinan yang dinilai lebih banyak bersifat bantuan sosial jangka pendek dibanding penyelesaian akar persoalan ekonomi rakyat.

“Rakyat miskin sering hanya dijadikan objek politik. Bantuan sosial hadir setiap momentum politik, tetapi kemiskinan tidak benar-benar diselesaikan,” katanya.

Lebih jauh, Ical mempertanyakan implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, banyak sektor strategis justru lebih banyak dikuasai kepentingan asing maupun kelompok tertentu, sehingga negara hanya memperoleh keuntungan terbatas dalam bentuk royalti, sementara nilai ekonomi terbesar mengalir keluar negeri.

Kondisi itu, kata dia, membuat negara akhirnya terus bergantung pada pajak dan utang untuk membiayai pembangunan maupun operasional pemerintahan.

Ical kemudian membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara lain yang dinilai mampu menghadirkan kesejahteraan tinggi bagi rakyatnya. Ia mencontohkan Norwegia yang berhasil mengelola sumber daya alam untuk mendukung layanan publik, serta Singapura yang tetap mampu menjadi negara maju meski memiliki keterbatasan sumber daya alam.

Sementara di Indonesia, kata dia, masih banyak masyarakat yang hidup dengan penghasilan rendah di tengah melimpahnya kekayaan alam nasional.

Ia pun menilai pergantian kekuasaan melalui pemilu belum sepenuhnya membawa perubahan signifikan terhadap kehidupan rakyat kecil.

“Presiden berganti, pejabat berganti, anggota DPR berganti, tetapi kesulitan ekonomi masyarakat bawah sering kali tetap sama,” ujarnya.

Karena itu, Ical mengajak masyarakat untuk lebih kritis melihat arah kebijakan negara, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam dan ketergantungan terhadap pajak.

Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar isu ekonomi, melainkan menyangkut masa depan bangsa dan keberlangsungan negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV DKI Jakarta

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Purwakarta Serahkan 15 Unit Power Teaser ke Kelompok Tani!

    Pemkab Purwakarta Serahkan 15 Unit Power Teaser ke Kelompok Tani!

    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha didampingi Kepala Dispangtan saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu Penyerahan power teaser atau mesin perontok padi oleh Pemkab Purwakarta kepada sejumlah kelompok tani tersebut, tujuannya untuk mendorong produktivitas padi dan ketahanan pangan daerah. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyerahkan 15 unit […]

  • Disdik Purwakarta Terbitkan Izin LPK Azumy, Pejabat Terancam Hukuman Penjara!

    Disdik Purwakarta Terbitkan Izin LPK Azumy, Pejabat Terancam Hukuman Penjara!

    • 0Komentar

    Keputusan kontroversial Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta yang memberikan izin operasional kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Azumy Gakuin Center untuk beralih status menjadi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Azumy Gakuin Center, menimbulkan sorotan tajam dari berbagai kalangan. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Sebelumnya, LPK Azumy yang berlokasi di Kecamatan Pesawahan, Purwakarta, telah mendapat teguran keras dari […]

  • PN Pangkalan Bun Tegaskan Putusan Sengketa Lahan Berdasarkan Fakta Hukum

    PN Pangkalan Bun Tegaskan Putusan Sengketa Lahan Berdasarkan Fakta Hukum

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun menegaskan bahwa putusan sengketa lahan di Jalan Padat Karya, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, telah dijatuhkan berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sah. HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Klarifikasi ini disampaikan dalam pertemuan terbuka bersama wartawan di ruang pertemuan resmi PN Pangkalan Bun, Senin (25/8/2025). […]

  • Koperasi Merah Putih Diluncurkan di Belitung, Jadi Percontohan Nasional

    Koperasi Merah Putih Diluncurkan di Belitung, Jadi Percontohan Nasional

    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Belitung resmi meluncurkan Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Senin (21/7/2025). Koperasi ini menjadi proyek percontohan dalam program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Penulis: ISWANDI HITVBERITA.COM | Belitung – Acara peluncuran berlangsung di Pendopo Tanjung Kelayang, dihadiri oleh […]

  • Dua Siswa MAN 2 Subang Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional

    Dua Siswa MAN 2 Subang Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional

    • 0Komentar

    Penulis: Mangasih Saor MS Dua putra dan putri terbaik di dunia pendidikan Kabupaten Subang, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Ke duanya adalah Dhiyaul Fajar Ar Rasyiq Hadiana, Kelas XI dan Allya Cahaya Camilla, Kelas XII, pelajar di MAN 2 Kabupaten Subang, Jawa Barat. HITVBERITA.COM | Subang – Keduanya berhasil menunjukan performa terbaik hingga […]

  • ‎Pelindo Siap Perkuat Ekonomi Jawa Tengah lewat Operasi Perdana Terminal Batang

    ‎Pelindo Siap Perkuat Ekonomi Jawa Tengah lewat Operasi Perdana Terminal Batang

    • 0Komentar

    Penulis: Kalaus Naibaho ‎Editor: AYS Prayogie ‎ ‎HITVBERITA.COM | Batang — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal memulai kegiatan bongkar muat perdana komoditas pasir silika di Pelabuhan Batang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2025). Momentum ini menandai beroperasinya salah satu infrastruktur logistik strategis yang dibangun di dalam Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). ‎ […]

expand_less