SMAN 1 Purwakarta Jadi Sekolah Maung, Seleksi Diperketat untuk Cetak Generasi Unggul
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Gedung SMAN 1 Purwakarta, Jalan Kolonel Kornel Singawinata No. 113, Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. (Dok/Foto/Raffa)
Di tengah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong lahirnya sekolah berbasis keunggulan, SMAN 1 Purwakarta resmi menyandang status Sekolah Maung—konsep pendidikan yang diarahkan untuk membentuk “manusia unggul” melalui penguatan akademik, karakter, dan prestasi siswa.
PURWAKARTA, HITV— Penetapan itu bukan diperoleh secara instan. Sekolah lebih dulu melewati serangkaian verifikasi ketat dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penilaian dilakukan dengan mengukur capaian akademik dan non-akademik siswa, kualitas lulusan, hingga rekam jejak alumni yang berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri.
Staf Humas SMAN 1 Purwakarta, Prima Wulan Meirani, mengatakan seluruh indikator yang dipersyaratkan dinilai telah dimiliki sekolah tersebut.
“Dicek apakah ada prestasi akademiknya, non-akademiknya, kemudian ada alumni yang kuliah di luar negeri atau tidak. Kebetulan syarat-syarat itu ada semua di kami, sehingga akhirnya ditetapkan sebagai Sekolah Maung,” ujar Prima, Kamis (21/5/2026).
Transformasi menuju Sekolah Maung turut mengubah pola penerimaan peserta didik baru.
Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah hanya membuka tiga jalur penerimaan, yakni prestasi akademik, dan prestasi non-akademik, serta jalur Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI).
Khusus jalur CIBI, calon peserta didik diwajibkan memiliki hasil tes IQ minimal 130. Komposisi penilaiannya terdiri atas 40 persen nilai rapor dan 60 persen Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sementara itu, jalur prestasi akademik diperuntukkan bagi siswa dengan capaian nilai rapor unggul maupun prestasi ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) minimal tingkat provinsi.
Adapun jalur non-akademik menyasar siswa dengan rekam prestasi di bidang olahraga, seni, organisasi, maupun kepemimpinan.
Pendaftaran SPMB dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Mei 2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 8 Juni 2026.
Tak hanya mengubah sistem penerimaan, SMAN 1 Purwakarta juga menyiapkan pola pembelajaran baru. Sekolah akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri ternama untuk memperkuat kualitas pembelajaran, termasuk menghadirkan dosen tamu di kelas.
Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil, menyebut status Sekolah Maung menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi sekolah.
Pada tahun ajaran baru nanti, sekolah membuka 12 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas.
Menurut Sidik, penguatan sistem pendidikan itu diarahkan agar lulusan SMAN 1 Purwakarta mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
“Harapannya kami bisa membersamai mereka menjadi anak-anak yang berkualitas dan banyak diterima di PTN domestik dan PT luar negeri top 200 QS,” kata Sidik. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jabar
- Penulis: Raffa Christ Manalu





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.