Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ketika Guru Tak Lagi Aman Menegur

  • account_circle webtable
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

Oleh Taufiq Rahman, SH, SSos

Ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja dalam cara kita memperlakukan guru.

TERJADI di sebuah sekolah dasar sederhana di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, seorang guru honorer bernama Tri Wulansari kini harus berhadapan dengan proses hukum. Bukan karena kejahatan besar, bukan pula karena niat mencederai. Ia dipersoalkan karena sebuah teguran disiplin yang berujung laporan.

Peristiwa ini mungkin terlihat kecil. Namun dampaknya besar. Ia menyentuh urat nadi pendidikan dan mengguncang rasa aman para pendidik di ruang kelas.

Tri Wulansari berusia 34 tahun. Ia datang paling pagi dan pulang paling sore. Dengan gaji yang jauh dari kata layak, ia tetap mengajar dengan dedikasi. Ia mengajarkan bukan hanya pelajaran, tetapi juga sikap dan tata krama. Ketika ia meminta murid-muridnya masuk sekolah dengan rambut rapi dan tidak disemir, itu bukan soal penampilan. Itu soal disiplin dan pembiasaan nilai.

NAMUN hari pertama masuk sekolah justru berubah menjadi hari yang pahit. Teguran terhadap murid yang melanggar, disertai emosi spontan dalam situasi kelas, membawa Tri ke jalur hukum. Tanpa luka. Tanpa darah. Tanpa niat jahat. Tetapi cukup untuk mengubah status seorang guru menjadi tersangka.

Di sinilah publik patut berhenti sejenak dan bertanya: ke mana arah pendidikan kita sedang melangkah?

TIDAK ada yang membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun. Tetapi pendidikan juga tidak bisa hidup dalam ruang ketakutan. Guru bukan robot kurikulum. Mereka manusia yang bekerja dengan nurani, emosi, dan tanggung jawab moral. Ketika setiap teguran berpotensi dilaporkan, ketika setiap upaya mendisiplinkan bisa berujung kriminalisasi, maka yang runtuh bukan hanya wibawa guru—melainkan fungsi pendidikan itu sendiri.

Kasus Tri Wulansari adalah simbol nasib guru honorer di negeri ini: upah rendah, perlindungan lemah, dan beban moral tinggi. Mereka diminta membentuk karakter generasi muda, tetapi tidak diberi ruang aman untuk menjalankan peran itu. Ironisnya, ketika masalah muncul, merekalah yang paling cepat disalahkan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mencampuri proses hukum. Hukum tetap harus berjalan. Namun keadilan tidak boleh kering dari konteks. Pendidikan adalah wilayah khusus yang menuntut pendekatan khusus—lebih mengedepankan pembinaan, dialog, dan pemulihan daripada penghukuman.

Jika guru tak lagi berani menegur,
jika disiplin dianggap pelanggaran,
jika ruang kelas berubah menjadi ladang ketakutan, lalu siapa yang akan membentuk karakter anak-anak kita?

Ini bukan soal rambut.
Ini soal martabat guru.
Ini soal masa depan pendidikan.

Tri Wulansari mungkin hanya satu nama. Tetapi di baliknya, ada ribuan guru kecil di pelosok negeri yang hari ini mengajar dengan rasa cemas. Mereka menunggu satu hal sederhana dari negara dan masyarakat: perlindungan, keadilan, dan penghargaan atas niat baik.

Pendidikan yang sehat lahir dari ruang kelas yang manusiawi. Dan guru yang dihormati adalah fondasi utama bangsa yang beradab. (/*/)

Johar Baru, Rabu 28 Januari 2026

Penulis adalah Wartawan Senior saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia)

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merasa Ada Kecurangan Rekapitulasi Suara Pada Pilkada DKJ, Kubu RIDO Instruksikan Saksi Tidak Tandatangani Berita Acara!

    Merasa Ada Kecurangan Rekapitulasi Suara Pada Pilkada DKJ, Kubu RIDO Instruksikan Saksi Tidak Tandatangani Berita Acara!

    • 0Komentar

    Terkait dengan rekapitulasi suara Pilkada Daerah Khusus Jakarta di beberapa Kecamatan, yang diduga terjadi kecurangan, Kubu Paslon Nomor Urut 1 Ridwan Kamil-Suswono, langsung memberikan instruksi kepada para Saksinya yang bertugas di beberapa Kecamatan yang ditenggarai bermasalah yersebut, untuk tidak menandatangani Berita Acara. (Dok/Foto/Rosad) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Penegasan terkait Instruksi oleh Kubu RIDO tersebut, dibenarkan […]

  • Maraknya Proyek Pembangunan Tanpa Papan Kegiatan, Menuai Sorotan Dari Ketua DPD MIO Purwakarta

    Maraknya Proyek Pembangunan Tanpa Papan Kegiatan, Menuai Sorotan Dari Ketua DPD MIO Purwakarta

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM PURWAKARTA | Maraknya proyek pembangunan dan rehabilitasi yang tidak disertai dengan papan kegiatan menuai sorotan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Media Independen Online (MIO) Indonesia Kabupaten Purwakarta. Ketua DPD MIO Indonesia Kabupaten Purwakarta, Teddi Ronal mengatakan keprihatinannya, bahwa papan kegiatan adalah salah satu bentuk transparansi kepada masyarakat. “Dengan adanya papan kegiatan, masyarakat bisa mengetahui […]

  • Polda Babel Siagakan 1.194 Personel Amankan Perayaan Imlek 2025

    Polda Babel Siagakan 1.194 Personel Amankan Perayaan Imlek 2025

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Polda Bangka Belitung menyiagakan sebanyak 1.194 personel untuk melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dalam rangka pengamanan tahun baru Imlek 2025. Ribuan personel yang disiagakan ini akan diterjunkan dibeberapa titik yang berfokus pada lokasi ibadah serta perayaan Tahun Baru Imlek 2025. Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo mengatakan ribuan personel […]

  • PWI Subang Tegaskan Soliditas, Tetap Dipimpin Jaenal Mutaqin

    PWI Subang Tegaskan Soliditas, Tetap Dipimpin Jaenal Mutaqin

    • 0Komentar

      Reporter: Mangasih Saor Marulitua Editor: Raffa C Manalu   Di tengah dinamika dualisme kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, jajaran pengurus dan anggota PWI Subang menegaskan sikap untuk tetap solid dan berada dalam satu komando organisasi.   HITVBERITA.COM | Subang— Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor PWI Subang, Senin (26/5), […]

  • Kapolres dan Jajaran Forkopimda Lingga Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

    Kapolres dan Jajaran Forkopimda Lingga Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Lingga, Minggu (17/8/2025). Bupati Lingga, M Nizar, bertindak sebagai inspektur upacara. HITVBERITA.COM | Lingga – Rangkaian prosesi dimulai dengan penyerahan bendera pusaka kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan berkibar […]

  • Tahun Baru Islam 1448 H, Ratusan Warga Warakas Ikuti Pawai Obor dan Doorprize

    Tahun Baru Islam 1448 H, Ratusan Warga Warakas Ikuti Pawai Obor dan Doorprize

    • 0Komentar

    Ratusan warga mengikuti pawai obor dan pembagian doorprize dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Majelis Ta’lim Istigosah & Sholawat Darul Hasan di Posko Mohamad Taufik Center (MTC), Gang 8, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026) malam. JAKARTA | HITV – Pawai obor dimulai selepas salat Isya dengan […]

expand_less