Kisruh Yusril dan Sachrodin Cs di Batam, Ketum Aliansi LSM-Ormas Peduli Kepri Serukan Introspeksi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Umum Aliansi LSM-Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menilai perselisihan yang terjadi antara Yusril dan Sachrodin Cs, justru mencederai semangat kontrol sosial yang seharusnya dijalankan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (Dok/Foto/Red)
Polemik yang mencuat antara Yusril selaku Gubernur LIRA Kepulauan Riau dengan Sachrodin Cs dari KAMTIBMAS Batam menuai perhatian berbagai kalangan.
BATAM, HITV— Sikap perhatian itu salah satunya datang dari Ketua Umum Aliansi LSM-Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, yang menilai konflik tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila masing-masing pihak memahami fungsi dan tanggung jawab organisasinya.
Menurut Ismail, baik lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki aturan internal yang jelas melalui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Karena itu, setiap tindakan organisasi semestinya tetap berada dalam koridor aturan serta etika publik.
“Semua organisasi harus patuh terhadap AD/ART dan aturan organisasi. LSM memiliki tugas pokok sebagai kontrol sosial, mengkritisi serta memberi masukan demi kepentingan masyarakat. Sementara ormas bergerak berbasis masyarakat melalui kegiatan sosial untuk kepentingan publik,” ujar Ismail di Batam, Kamis (28/5/2026).
Ia menilai perselisihan yang terjadi justru mencederai semangat kontrol sosial yang seharusnya dijalankan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Kalau orientasinya benar-benar untuk kepentingan publik, hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi,” katanya.
Ismail juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi di ruang publik. Menurut dia, sikap, tindakan, hingga tutur kata para aktivis organisasi akan menjadi sorotan masyarakat dan meninggalkan jejak digital yang tidak mudah dihapus.
Sebagai pegiat kontrol sosial, Ismail menegaskan kritik terhadap pejabat publik merupakan hal yang wajar. Namun, kritik harus disampaikan secara profesional dan tidak dilandasi sentimen pribadi.
“Kita wajib melakukan kontrol sosial. Siapa pun pejabat publiknya tetap harus dikritisi jika memang perlu, sekalipun itu teman atau orang yang kita kenal. Tetapi kritik bukan berarti membenci secara pribadi. Itu yang harus dipahami,” ujarnya.
Ismail pun mengajak seluruh pihak, termasuk Yusril dan Sachrodin Cs, untuk melakukan introspeksi diri demi menjaga kondusivitas Kota Batam.
“Saya berharap semua pihak bisa saling introspeksi dan menjaga sikap. Apa yang kita lakukan hari ini akan selalu tercatat dalam jejak digital,” kata dia.
Selain itu, Ismail menekankan pentingnya membedakan peran sebagai aktivis organisasi dan profesi jurnalis. Menurut dia, keduanya merupakan profesi yang mulia apabila dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
Menutup pernyataannya, Ismail mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Batam sebagai rumah bersama.
“Batam ini milik kita bersama. Pada akhirnya yang menilai kita adalah publik, bukan diri kita sendiri,” tuturnya. (\•/)
Editor: Tim Redaksi
Sumber: HITV Kepri
- Penulis: Redaksi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.