Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Dana BOS Diduga Jadi Bancakan, APH Diminta Periksa Kepsek dan Bendahara SMKI 1 Kota Depok!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • print Cetak

Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Depok, Lusi Triana saat dikonfirmasi Hitvberita.com diruang kerjanya. (Foto/Dok/HITV)

Penulis: Raffa Christ Manalu

Aliran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Kota Depok, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Dalam tiga tahun terakhir, pos-pos anggaran bernilai ratusan juta rupiah diserap untuk kegiatan yang dinilai minim manfaat langsung bagi peserta didik. Publik pun mencium aroma bancakan!

HITVBERITA.COM | Jakarta – Berdasarkan dokumen yang dihimpun Hitvberita.com, porsi terbesar dana BOS justru mengalir ke program seperti pengembangan perpustakaan, administrasi kegiatan sekolah, pemeliharaan sarana-prasarana, hingga penyelenggaraan kesehatan dan pembayaran honor. Sementara alokasi untuk pembelajaran langsung atau peningkatan mutu siswa terlihat jauh lebih kecil.

Tahun 2022, misalnya, sekolah ini menerima BOS Rp 630 juta pada tahap pertama, dengan Rp 157 juta habis untuk administrasi kegiatan sekolah dan Rp 144 juta untuk pemeliharaan sarana. Pada tahap kedua, pengembangan perpustakaan menyedot Rp 246 juta, dan pada tahap ketiga, administrasi kembali memakan Rp 258 juta.

Polanya berulang pada 2023. Dari total Rp 2,4 miliar, administrasi sekolah menghabiskan Rp 281 juta pada tahap pertama, lalu melonjak ke Rp 456 juta pada tahap kedua. Anggaran pemeliharaan sarana mencapai Rp 549 juta, sementara kesehatan, gizi, dan kebersihan menyerap Rp 213 juta.

Tahun ini, 2024, tren serupa muncul. Pada tahap pertama, administrasi sekolah memakan Rp 519 juta, dan pemeliharaan sarpras Rp 596 juta. Tahap kedua kembali mengalokasikan Rp 391 juta untuk administrasi dan Rp 464 juta untuk sarpras.

Ketimpangan itu memicu pertanyaan publik: mengapa alokasi untuk administrasi dan sarpras begitu besar, sementara kegiatan pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan siswa relatif kecil porsinya?

Saat dikonfirmasi pada Senin (28/7/2025), Kepala SMKN 1 Kota Depok, Lusi Triana, S.Pd., MM, mengaku tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran tiap pos. “Sekolah memang butuh anggaran administrasi,” katanya singkat, didampingi lima guru di ruang kerjanya.

Namun, ketika disinggung soal dana perpustakaan dan sarpras, Lusi terlihat gugup. Salah satu guru menimpali bahwa anggaran perpustakaan digunakan untuk membeli buku setiap tahun. Meski demikian, penjelasan tersebut tak meredam spekulasi bahwa laporan pertanggungjawaban BOS yang dikirim ke pusat mungkin bukan disusun murni oleh pihak sekolah.

Minimnya klarifikasi resmi, ditambah besarnya dana yang mengalir ke pos non-pembelajaran, memicu desakan evaluasi menyeluruh dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Publik juga meminta aparat penegak hukum—kepolisian dan kejaksaan—memeriksa kepala sekolah serta pengelola dana BOS di SMKN 1 Kota Depok. (//)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Purna

    Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Purna

    • 0Komentar

      Bagi Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, SH, MSi, (Han), pengabdian kepada negara bukanlah sekadar masa tugas yang dibatasi oleh usia atau kepangkatan. Ia adalah pilihan hidup—yang dimulai sejak pertama kali mengenakan seragam hijau TNI dan terus berlanjut hingga hari ini, meski status dinas telah berakhir. PERJALANAN panjang itu membentuk Asep Kuswani sebagai prajurit, pemimpin, […]

  • Oknum Prajurit Yonif 201 Diduga Mabuk dan Berbuat Onar di Lokasi Prostitusi Ciracas!

    Oknum Prajurit Yonif 201 Diduga Mabuk dan Berbuat Onar di Lokasi Prostitusi Ciracas!

    • 2Komentar

    Seorang oknum prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 201/Jaya Yudha, diduga kembali membuat keonaran di kawasan prostitusi liar yang dikenal dengan sebutan “Boker”, di Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari (20/5/2025). HITVBERITA.COM | Jakarta — Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, oknum prajurit berinisial YKN tersebut datang ke lokasi sekitar pukul 01.00 […]

  • Partai Buruh Hadiri Undangan KPUD Kota Jakarta Utara

    Partai Buruh Hadiri Undangan KPUD Kota Jakarta Utara

    • 0Komentar

    Jakarta|Partai buruh menghadiri undangan KPUD kota jakarta Utara terkait dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang pemilu anggota DPRD tahun 2024 di kantor KPUD kota jakarta Utara Selasa, 25 Juni 2024. Anwar Sadat Budiman ketua konfederasi Serikat maritim Indonesia sekaligus mewakili Partai buruh menyampaikan bahwa,kami menghadiri undangan KPUD kota jakarta Utara terkait dengan putusan MK, yang […]

  • Diduga Dihantam Angin Ribut, Kapal KM Sinar Budi Rute Dabo – Jambi Tenggelam

    Diduga Dihantam Angin Ribut, Kapal KM Sinar Budi Rute Dabo – Jambi Tenggelam

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Lingga — Sebuah tragedi laut kembali terjadi di perairan Kepulauan Riau. Kapal Motor (KM) Sinar Budi yang melayani rute Dabo – Jambi dilaporkan tenggelam pada Sabtu dini hari setelah diduga dihantam angin ribut. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di Pelabuhan Dabo Singkep. Menurut keterangan sejumlah warga di Pelabuhan Dabo, cuaca buruk […]

  • MK Tegaskan Sanksi Hukum terhadap Wartawan Berlaku Setelah Proses Dewan Pers Rampung

    MK Tegaskan Sanksi Hukum terhadap Wartawan Berlaku Setelah Proses Dewan Pers Rampung

    • 0Komentar

    Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat langsung dikenai sanksi pidana maupun perdata atas karya jurnalistiknya sebelum seluruh mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers diselesaikan dan dinyatakan tidak mencapai kesepakatan. JAKARTA | HITV –  Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa sanksi pidana maupun perdata terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik hanya dapat diterapkan setelah […]

  • Misteri Kapal Sea Dragon dalam Kasus 2 Ton Sabu Batam

    Misteri Kapal Sea Dragon dalam Kasus 2 Ton Sabu Batam

    • 0Komentar

    “Barang Bukti Narkotika Dimusnahkan, Kapalnya Justru Tak Pernah Muncul di Persidangan BATAM, HITV– Kasus penyelundupan sabu seberat 2 ton yang sempat menghebohkan publik kembali memunculkan tanda tanya besar. Bukan hanya soal jaringan narkotika internasional yang diduga terlibat, tetapi juga mengenai hilangnya kapal “Sea Dragon” yang diduga digunakan dalam operasi penyelundupan tersebut. Dalam putusan Pengadilan Negeri […]

expand_less