Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”, DPLN PDI Perjuangan Galang Solidaritas untuk Masyarakat Adat Papua
- account_circle Arief Imanuawarta
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Nobar Film Dokumenter "Pesta Babi", DPLN PDI Perjuangan Galang Solidaritas untuk Masyarakat Adat Papua. (Dok/Foto/AI)
Suasana hening menyelimuti ruang pemutaran ketika film dokumenter Pesta Babi diputar dalam kegiatan nonton bareng yang digelar Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan bersama para simpatisan.
FRANKFURT, HITV— Seluruh peserta tampak mengikuti setiap adegan dengan penuh perhatian, larut dalam kisah kehidupan masyarakat adat Papua yang terekam dalam film tersebut.
Dokumenter itu tidak sekadar menampilkan tradisi budaya, melainkan juga merekam pergulatan hidup masyarakat asli Papua dari rumpun Melanesia yang selama ribuan tahun hidup berdampingan dengan alam di wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Melalui narasi yang kuat, film ini menggambarkan bagaimana perubahan besar yang terjadi dalam waktu singkat telah mengubah kehidupan mereka secara drastis. (Dok/Foto/AI)
Pesan utama yang mengemuka dari film tersebut adalah bahwa Papua bukanlah tanah kosong.
Di atas tanah itu tumbuh peradaban yang telah berlangsung selama berabad-abad, lengkap dengan tradisi, sistem sosial, hubungan spiritual dengan alam, serta keanekaragaman hayati yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat.
Salah satu tradisi yang diangkat dalam film adalah Pesta Babi, sebuah ritual adat yang memiliki makna sosial, budaya, sekaligus ekonomi bagi masyarakat Papua. Tradisi ini tidak lahir secara instan. Persiapannya bahkan dapat berlangsung selama puluhan tahun.
Babi-babi yang akan digunakan dalam pesta dipelihara sejak kecil, kemudian dilepaskan ke kawasan hutan yang menjadi wilayah adat masing-masing suku.
Pada waktu yang telah ditentukan, masyarakat berburu babi-babi tersebut di wilayah perburuan tradisional mereka untuk kemudian diolah dan disantap bersama dalam perayaan adat yang diwariskan turun-temurun selama ribuan tahun.
Namun, dokumenter tersebut juga menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di sektor pangan dan energi.
Menurut narasi film, ekspansi berbagai proyek pembangunan telah berdampak pada hilangnya sebagian wilayah adat yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat setempat.
Akibat perubahan tersebut, masyarakat adat kehilangan akses terhadap tanah leluhur, kawasan berburu, serta sumber penghidupan yang selama berabad-abad menopang kehidupan mereka.
Film itu juga menggambarkan adanya gelombang perpindahan penduduk yang menyebabkan sebagian warga memilih mengungsi hingga ke wilayah Papua Nugini.

Bagi peserta nobar, dokumenter Pesta Babi menghadirkan perspektif yang lebih dekat mengenai konsekuensi sosial dan kemanusiaan yang dialami masyarakat adat di tengah arus pembangunan. (Dok/Foto/AI)
Tidak sedikit peserta yang mengaku tersentuh setelah menyaksikan bagaimana sebuah komunitas yang telah hidup turun-temurun di suatu wilayah harus menghadapi perubahan yang begitu cepat.
Sebagai bentuk solidaritas, DPLN PDI Perjuangan bersama para simpatisan yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menggalang dana kemanusiaan. Dana yang terkumpul direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak dan menjadi korban dari perubahan sosial yang digambarkan dalam film dokumenter tersebut.
Kegiatan nobar itu pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya dokumenter, tetapi juga menjadi momentum refleksi mengenai pentingnya menempatkan masyarakat adat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.
Sebab, di balik berbagai agenda pembangunan nasional, terdapat kehidupan, sejarah, dan hak-hak masyarakat yang telah lebih dahulu tumbuh dan mengakar di tanah Papua. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Frankfurt
- Penulis: Arief Imanuawarta





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.