Jumat, 3 Jul 2026
light_mode

Rachmat Pambudy Wakili Presiden RI di Hamburg, Tegaskan Komitmen Indonesia pada Pembangunan Berkelanjutan

  • account_circle Arief Imanuawarta
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mewakili Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan kerja ke Kota Hamburg, Jerman, pada 29–30 Juni 2026.

HAMBURG, HITV Kunjungan Rachmat Pambudy untuk menghadiri Hamburg Sustainability Conference (HSC), yakni sebuah forum internasional yang mempertemukan para pemimpin dunia guna membahas agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global.

Dalam forum tingkat tinggi tersebut, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Indonesia menempatkan aksi iklim bukan semata sebagai agenda pelestarian lingkungan, melainkan sebagai motor penggerak transformasi ekonomi nasional menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Saat menyampaikan pidato utama pada sesi High-Level Roundtable bertajuk “Why Climate Action Can Become One of the World’s Biggest Job Creators”, Rachmat menekankan bahwa transisi menuju ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas.

Menurutnya, transformasi menuju ekonomi rendah karbon menuntut perubahan menyeluruh dalam sistem perekonomian. Perubahan tersebut harus ditopang oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi, inovasi berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan beremisi rendah.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Indonesia telah menyusun Green Jobs Roadmap yang memproyeksikan terciptanya lebih dari 5,3 juta lapangan kerja hijau hingga tahun 2029.

Selain itu, sekitar 72 juta pekerjaan yang telah ada diperkirakan akan bertransformasi menjadi pekerjaan yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Fokus pengembangan diarahkan pada sektor energi baru dan terbarukan, ekonomi sirkular, serta pengelolaan lahan dan kehutanan yang berkelanjutan. Keseluruhan agenda tersebut diperkuat melalui pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri hijau masa depan.

Rachmat juga menegaskan bahwa pencapaian target pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Karena itu, Indonesia terus memperkuat kemitraan internasional sebagai fondasi penting dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

Ia mencontohkan kerja sama jangka panjang antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman yang telah terjalin melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), termasuk implementasi GESIT Strategic Programme, sebagai bukti nyata kolaborasi strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Di sela-sela penyelenggaraan konferensi, Menteri PPN juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para mitra internasional. Di antaranya Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, serta anggota dewan penasihat urusan internasional sekaligus mantan Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Panama.

Rangkaian kunjungan kerja di Hamburg turut dimanfaatkan untuk memperluas pembelajaran mengenai pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur berkelanjutan.

Rachmat mengunjungi BS13 Vocational School for Technology and Construction guna mempelajari sistem pendidikan vokasi Jerman yang dikenal berhasil menyiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan dunia industri. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi referensi penting dalam memperkuat sistem pendidikan vokasi di Indonesia.

Selain itu, Menteri PPN juga meninjau Pelabuhan Hamburg dan berdiskusi dengan Hamburg Port Consulting mengenai peluang kerja sama pengembangan pelabuhan berbasis prinsip ekonomi berkelanjutan.

Sebagai salah satu pelabuhan terbesar dan tersibuk di Eropa, Pelabuhan Hamburg dinilai memiliki pengalaman yang relevan bagi Indonesia, khususnya dalam penerapan digitalisasi layanan kepelabuhanan, peningkatan efisiensi logistik, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan sektor maritim nasional.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan arah kebijakan Indonesia yang terus memperkuat kolaborasi internasional di bidang ekonomi hijau, pembangunan maritim, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Demikian dilaporkan oleh Reporter Arief Imanuawarta dari Kantor Perwakilan Redaksi HITVberita.com wilayah Eropa berkedudukan di FrankfurtJerman. (\•/)

Editor: Asep Yusuf Setyabudi
Sumber: HITV Eropa

  • Penulis: Arief Imanuawarta

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less