Selasa, 23 Jun 2026
light_mode

Ketua Aliansi BEM Lingga: Illegal Logging Salah Secara Hukum, tetapi Warga Juga Butuh Solusi Ekonomi

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • print Cetak

Maraknya aktivitas pembalakan liar (illegal logging) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali menjadi perhatian publik. Sorotan itu menguat setelah ditemukannya tumpukan kayu yang diduga berasal dari aktivitas pembalakan liar di pesisir Pantai Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, pada 21 Juni 2026.

LINGGA | HITV – Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Aliansi BEM se-Kabupaten Lingga, Suci Pratiwi, menegaskan bahwa praktik illegal logging merupakan tindakan yang melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan. Namun, ia juga meminta semua pihak melihat persoalan tersebut secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut Suci, aktivitas pembalakan liar memang bertentangan dengan aturan yang berlaku, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Kegiatan pembalakan liar seperti illegal logging ini memang salah secara aturan dan ketetapan hukum yang berlaku,” kata Suci, Selasa (23/6/2026).

Meski demikian, ia menilai kondisi ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Lingga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam melihat maraknya aktivitas tersebut.

Suci mengatakan, sebagian masyarakat di Kabupaten Lingga masih bergantung pada sektor kayu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi itu, menurut dia, dipengaruhi oleh terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia, terutama di wilayah Dabo Singkep dan Singkep Barat.

“Di Kabupaten Lingga ini masyarakat masih bergantung pada sektor kayu. Khususnya di Dabo Singkep dan Singkep Barat, persoalan lapangan pekerjaan masih sangat memprihatinkan. Akibatnya, ada masyarakat yang merasa terpaksa melakukan pekerjaan ini karena hampir tidak memiliki pilihan lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi sebagian warga, pekerjaan di sektor kayu menjadi sumber penghasilan yang relatif cepat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari biaya pendidikan anak hingga kebutuhan pokok sehari-hari.

Namun demikian, Suci menegaskan bahwa ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sektor kayu tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan praktik pembalakan liar terus berlangsung.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pihak-pihak tertentu yang memperoleh keuntungan lebih besar dari aktivitas tersebut, sementara masyarakat sekitar tidak merasakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan.

“Yang kami lawan adalah ketika hutannya habis, masyarakat tetap miskin, tetapi ada pihak tertentu yang menikmati keuntungan. Itu tidak adil,” tegasnya.

Karena itu, Aliansi BEM se-Kabupaten Lingga mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi penyebab masyarakat terlibat dalam aktivitas ilegal.

Menurut Suci, setidaknya ada tiga langkah yang perlu dilakukan. Pertama, penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan dengan menindak aktor utama atau pelaku yang memperoleh keuntungan besar dari praktik illegal logging.

Kedua, pemerintah daerah bersama pihak swasta perlu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan melalui pengembangan sektor ekonomi berkelanjutan, seperti ekowisata, agroforestri, dan usaha mikro berbasis hasil hutan non-kayu.

Ketiga, memperluas program perhutanan sosial agar masyarakat memiliki akses legal untuk mengelola kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

Suci berharap Pemerintah Kabupaten Lingga, DPRD, aparat penegak hukum, kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat duduk bersama mencari solusi yang mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan ekonomi warga.

“Penindakan harus tetap berjalan, tetapi masyarakat juga harus diberikan jalan keluar secara ekonomi. Kalau lapangan pekerjaan tersedia, orang tentu tidak akan memilih jalur ilegal. Kami siap menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat desa,” kata dia.

Menurutnya, persoalan illegal logging di Lingga tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut. Karena itu, pendekatan hukum dan solusi ekonomi perlu berjalan beriringan agar persoalan dapat diselesaikan secara berkelanjutan. (tr)

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pilkada Jabar 2024, Luthfi Bamala Siap Menangkan Paslon Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie di Purwakarta

    Jelang Pilkada Jabar 2024, Luthfi Bamala Siap Menangkan Paslon Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie di Purwakarta

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦 | Purwakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Purwakarta, Luthfi Bamala menegaskan, siap memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie atau Jabar ASIH di Kabupaten Purwakarta. Hal tersebut dikatakan oleh Luthfi Bamala saat agenda Konsolidasi Akbar Kader Penggerak Ilham Habibie untuk Pilkada Purwakarta dan […]

    • 0Komentar

    Penulis: Sunang Sainudin Sejumlah wartawan dari berbagai media di Jakarta Utara bertemu dengan Kepala Seksi Humas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Utara, Ruki, Selasa (9/9/2025). Pertemuan yang berlangsung akrab itu membicarakan pembentukan Media Center Jakarta Utara sebagai ruang sinergi antara pemerintah kota dan insan pers. HITVBERITA.COM | Jakarta — Ruki menyampaikan apresiasi atas kunjungan […]

  • Penyalahgunaan Lahan Kawasan Wisata Strategis Diduga Tanpa Rekomendasi Dinas Pariwisata Lingga

    Penyalahgunaan Lahan Kawasan Wisata Strategis Diduga Tanpa Rekomendasi Dinas Pariwisata Lingga

    • 0Komentar

    Penyalahgunaan lahan kawasan wisata strategis yang dilindungi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, nampak masih adanya aktivitas penggarapan yang di duga untuk pembangunan usaha tambak udang vaname tanpa mengantongi izin resmi, termasuk rekomendasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga. HITVBERITA.COM | Lingga — Hasil penelusuran di lapangan, pada Kamis (14/8/2025), lahan tersebut diketahui merupakan bagian dari […]

  • Prof Nandan Limakrisna Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah di Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah

    Prof Nandan Limakrisna Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah di Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah

    • 0Komentar

    Guru Besar Manajemen dan Ekonomi UPI YAI, Prof. Dr. Nandan Limakrisna, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. JAKARTA, HITV— Dalam pernyataannya, Prof. Nandan juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan sebagai fondasi […]

  • Presiden Prabowo Setujui Pemberian Amnesti untuk Kemanusiaan dan Rekonsiliasi

    Presiden Prabowo Setujui Pemberian Amnesti untuk Kemanusiaan dan Rekonsiliasi

    • 0Komentar

    Penulis: Muzakkir  Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, pada Jumat, 13 Desember 2024. HITVBERITA.COM | Jakarta- Rapat tersebut membahas sejumlah isu, termasuk pemberian amnesti kepada narapidana tertentu, yang dilakukan atas dasar kemanusiaan, mengurangi kelebihan kapasitas lapas, dan untuk mendorong rekonsiliasi di beberapa wilayah. Menteri Hukum Supratman […]

expand_less