Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

Ketua Aliansi BEM Lingga: Illegal Logging Salah Secara Hukum, tetapi Warga Juga Butuh Solusi Ekonomi

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • print Cetak

Maraknya aktivitas pembalakan liar (illegal logging) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali menjadi perhatian publik. Sorotan itu menguat setelah ditemukannya tumpukan kayu yang diduga berasal dari aktivitas pembalakan liar di pesisir Pantai Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, pada 21 Juni 2026.

LINGGA | HITV – Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Aliansi BEM se-Kabupaten Lingga, Suci Pratiwi, menegaskan bahwa praktik illegal logging merupakan tindakan yang melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan. Namun, ia juga meminta semua pihak melihat persoalan tersebut secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut Suci, aktivitas pembalakan liar memang bertentangan dengan aturan yang berlaku, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Kegiatan pembalakan liar seperti illegal logging ini memang salah secara aturan dan ketetapan hukum yang berlaku,” kata Suci, Selasa (23/6/2026).

Meski demikian, ia menilai kondisi ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Lingga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam melihat maraknya aktivitas tersebut.

Suci mengatakan, sebagian masyarakat di Kabupaten Lingga masih bergantung pada sektor kayu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi itu, menurut dia, dipengaruhi oleh terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia, terutama di wilayah Dabo Singkep dan Singkep Barat.

“Di Kabupaten Lingga ini masyarakat masih bergantung pada sektor kayu. Khususnya di Dabo Singkep dan Singkep Barat, persoalan lapangan pekerjaan masih sangat memprihatinkan. Akibatnya, ada masyarakat yang merasa terpaksa melakukan pekerjaan ini karena hampir tidak memiliki pilihan lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi sebagian warga, pekerjaan di sektor kayu menjadi sumber penghasilan yang relatif cepat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari biaya pendidikan anak hingga kebutuhan pokok sehari-hari.

Namun demikian, Suci menegaskan bahwa ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sektor kayu tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan praktik pembalakan liar terus berlangsung.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pihak-pihak tertentu yang memperoleh keuntungan lebih besar dari aktivitas tersebut, sementara masyarakat sekitar tidak merasakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan.

“Yang kami lawan adalah ketika hutannya habis, masyarakat tetap miskin, tetapi ada pihak tertentu yang menikmati keuntungan. Itu tidak adil,” tegasnya.

Karena itu, Aliansi BEM se-Kabupaten Lingga mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi penyebab masyarakat terlibat dalam aktivitas ilegal.

Menurut Suci, setidaknya ada tiga langkah yang perlu dilakukan. Pertama, penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan dengan menindak aktor utama atau pelaku yang memperoleh keuntungan besar dari praktik illegal logging.

Kedua, pemerintah daerah bersama pihak swasta perlu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan melalui pengembangan sektor ekonomi berkelanjutan, seperti ekowisata, agroforestri, dan usaha mikro berbasis hasil hutan non-kayu.

Ketiga, memperluas program perhutanan sosial agar masyarakat memiliki akses legal untuk mengelola kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

Suci berharap Pemerintah Kabupaten Lingga, DPRD, aparat penegak hukum, kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat duduk bersama mencari solusi yang mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan ekonomi warga.

“Penindakan harus tetap berjalan, tetapi masyarakat juga harus diberikan jalan keluar secara ekonomi. Kalau lapangan pekerjaan tersedia, orang tentu tidak akan memilih jalur ilegal. Kami siap menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat desa,” kata dia.

Menurutnya, persoalan illegal logging di Lingga tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut. Karena itu, pendekatan hukum dan solusi ekonomi perlu berjalan beriringan agar persoalan dapat diselesaikan secara berkelanjutan. (tr)

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musisi Fariz RM, Hadiri Workshop Aransemen Musik Di SMKN 2 Kota Palembang

    Musisi Fariz RM, Hadiri Workshop Aransemen Musik Di SMKN 2 Kota Palembang

    • 0Komentar

    Musisi terkenal tanah air Fariz Rustam Munaf atau lebih akrab biasa dipanggil dengan sebutan Fariz RM, menghadiri acara pagelaran musik bertajuk “Workshop Aransemen Musik” yang digelar di Kota Palembang, Sumatera Selatan. (Dok/Foto/AR) HITVBERITA.COM | PALEMBANG – Workshop Aransemen musik yang diselenggarakan oleh Yayasan Seni Budaya Sriwijaya dan Adinata Project itu, dilaksanakan di SMKN 2 Kota […]

  • Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Adakan Pelatihan Penanganan Awal Korban Bencana

    Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Adakan Pelatihan Penanganan Awal Korban Bencana

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Kota Padang – Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang selenggarakan Pengenalan Dan Pelatihan Penanganan Awal Kasus Bedah Kritis untuk korban bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Youth Centre Padang, Jl. Bgd Aziz Chan No. 2 Alang Laweh, Sumatra Barat, Sabtu (2/11/2024). […]

  • Menjaga Gerak, Menjaga Warisan: Sinar Pusaka Putra dan Napas Panjang Pencak Silat Sunda

    Menjaga Gerak, Menjaga Warisan: Sinar Pusaka Putra dan Napas Panjang Pencak Silat Sunda

    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden Suara gamelan Sunda berpadu dengan derap langkah para pesilat muda yang beradu jurus di lantai GOR Bela Diri Guntur, Kamis (30/10/2025) siang itu. Di antara gemuruh sorak penonton dan lantunan musik tradisi, terpancar semangat yang jauh lebih dalam dari sekadar perlombaan: semangat menjaga warisan leluhur. HITVBERITA.COM | Garut— Seperti Itulah suasana Pasanggiri […]

  • Festival Sangiang Api 2025 Resmi Dibuka, Bupati Bima Dorong Pelestarian Budaya

    Festival Sangiang Api 2025 Resmi Dibuka, Bupati Bima Dorong Pelestarian Budaya

    • 0Komentar

    Penulis: SAHBUDIN Festival Sangiang Api (FSA) 2025 resmi dibuka oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, di kawasan Pantai Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Senin (28/7/2025) pagi. Pembukaan ditandai dengan ritual tradisional *Kareku Kandei*, yang menjadi simbol semangat masyarakat dalam merawat tradisi dan kearifan lokal. HITVBERITA.COM | Bima — Kegiatan tahunan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah […]

  • Dari Ruang Kerja Humas Lahir Prestasi di Panggung Nasional

    Dari Ruang Kerja Humas Lahir Prestasi di Panggung Nasional

    • 0Komentar

    Penulis: Budiman Damanik  Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Barru melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) IKP, Dinas Kominfo-SP menorehkan prestasi tingkat nasional meraih Peringkat Pertama Kategori Amplifikasi Agenda Komunikasi Pemerintah tingkat Kabupaten/Kota untuk periode September 2025. HITVBERITA.COM | Barru – Capaian ini diumumkan dalam laporan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom PKP) yang ditembuskan kepada Pusat Penerangan […]

  • Penemuan Mayat Perempuan Mengambang Di Pantai Pesisir Pantai Sari Pekalongan.

    Penemuan Mayat Perempuan Mengambang Di Pantai Pesisir Pantai Sari Pekalongan.

    • 0Komentar

    Tim Gabungan Polri/TNI, BPBD, Relawn Saat Sedang Evkuasi Penemuan Mayat Perempuan Tak Dikenal. ( Foto Hadi Lempe ) Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang di pantai utara perairan Pantaisari, tepatnya di sisi barat Krematorium, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. HITV BERITA. COM | KOTA PEKALONGAN – Penemuan mayat jenis kelamin perempuan,di […]

expand_less