Belitung dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting, Literasi Keuangan Keluarga Jadi Kunci Pencegahan
- account_circle Iswandi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos didampingi Sekretaris Daerah H. Marzuki, S.IP. dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa, SH, saat hadir di acara yang dihelat di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainuddin, Kompleks Pemerintah Kabupaten Belitung. (Dok/Foto/Iswandi)
BELITUNG, HITV — Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat sinergi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoU) yang dirangkaikan dengan pembukaan Edukasi Literasi Keuangan bagi Keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Berisiko Stunting dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Rabu, 15 Juli 2026.
KEGIATAN yang berlangsung di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainuddin, Kompleks Pemerintah Kabupaten Belitung, Tanjungpandan, mengusung tema “Keluarga Cermat Finansial, Anak Tumbuh Optimal”.
Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan terpadu yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan, tetapi juga pada kemampuan keluarga dalam mengelola ekonomi rumah tangga.
Acara dihadiri Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., Sekretaris Daerah H. Marzuki, S.IP., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa, SH., Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung Drs. Fari, Kepala OJK Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya, perwakilan PT Timah (Persero) Tbk Belitung Area, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Belitung saat ini masih berada pada angka sekitar 18 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan, Program GENTING merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat pendampingan keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk peningkatan literasi keuangan agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan.
“Kami berharap melalui sinergi ini target penurunan angka stunting di Kabupaten Belitung dapat tercapai. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau BKKBN semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Fazar juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra yang selama ini berkontribusi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Belitung.
Sementara itu, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat diukur hanya dari berdirinya infrastruktur fisik, melainkan juga dari kualitas manusianya.
“Membangun daerah tidak cukup hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung. Yang lebih penting adalah membangun manusianya agar hidup lebih sehat dan sejahtera,” katanya.
Menurut Djoni, literasi keuangan, pencegahan stunting, dan penyediaan rumah layak huni bukanlah tiga program yang berdiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dalam membangun kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan, anak yang sehat lahir dari keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan gizinya. Kemampuan tersebut sangat dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik serta lingkungan tempat tinggal yang layak.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belitung menyambut baik kolaborasi yang melibatkan BKKBN, OJK, Pegadaian, PT PNM, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri. Ketika seluruh pihak duduk dalam tujuan yang sama, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar nota kesepakatan yang ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.
Ia berharap kerja sama tersebut benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi keluarga penerima manfaat, baik dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, maupun memperluas akses terhadap hunian yang layak.
“Kita ingin setiap program memberikan dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jika kita berbicara tentang pencegahan stunting, maka angka stunting harus benar-benar turun. Hari ini angkanya sekitar 18 persen. Mari kita jadikan itu target bersama,” tegasnya.
Djoni juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan edukasi dengan aktif berdiskusi dan menyerap pengetahuan sebanyak mungkin. Menurutnya, pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga.
Usai sambutan, Bupati Belitung bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menandatangani nota kesepakatan sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi percepatan penurunan stunting di daerah.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi literasi keuangan yang menghadirkan narasumber Ketut Sumerta dari Pegadaian Cabang Tanjungpandan dan Angelisa dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kepulauan Bangka Belitung.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap keluarga yang berada pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan memiliki kemampuan mengelola keuangan secara lebih bijak sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi, menghindari praktik pinjaman yang merugikan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: Humas Pemkab Belitung
- Penulis: Iswandi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.