Puskesmas Tanah Merah Luncurkan PESONA untuk Percepat Temukan Kasus TB
- account_circle Zulfahmi Arsun
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Plt Kepala UPTD Puskesmas Tanah Merah, H. Muhammad Syum. (Istimewa)
UPTD Puskesmas Tanah Merah, Indragiri Hilir, meluncurkan inovasi PESONA TANAH MERAH (Penemuan Kasus Aktif Tuberkulosis melalui Penjaringan, Investigasi Kontak, Kunjungan Rumah, dan Edukasi Masyarakat).
INHIL | HITV – Program ini bertujuan mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TB) sekaligus menekan penularan penyakit di masyarakat.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Tanah Merah, H. Muhammad Syum, mengatakan inovasi tersebut lahir karena masih banyak penderita TB yang terlambat terdiagnosis. Penyebabnya antara lain rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, masih adanya stigma terhadap penderita TB, serta keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Kondisi ini membuat penularan TB masih terus terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, kami menerapkan pendekatan yang lebih proaktif,” kata Syum, Minggu (2/8/2026).
Melalui program ini, petugas kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Mereka turun langsung melakukan penjaringan kelompok berisiko, investigasi kontak serumah pasien TB, kunjungan rumah, hingga edukasi kepada masyarakat.
Penjaringan dilakukan dengan melibatkan kader kesehatan, aparatur desa, tokoh masyarakat, serta lintas sektor lainnya. Warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB diarahkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, petugas juga melakukan investigasi kontak secara sistematis untuk menemukan kasus sedini mungkin. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai penularan sebelum meluas.
Kunjungan rumah menjadi bagian penting dalam program PESONA. Petugas memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur sekaligus memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk, ventilasi rumah yang baik, serta pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
Menurut Muhammad Syum, sejak program dijalankan terjadi peningkatan penemuan kasus melalui metode Active Case Finding (ACF), cakupan investigasi kontak semakin luas, dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian TB terus meningkat. Kesadaran warga untuk memeriksakan diri saat mengalami gejala maupun setelah kontak dengan pasien TB juga semakin baik.
UPTD Puskesmas Tanah Merah berharap inovasi PESONA dapat terus dikembangkan untuk mendukung target eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci mewujudkan Kecamatan Tanah Merah yang lebih sehat, produktif, dan bebas TB. (tr)
- Penulis: Zulfahmi Arsun





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.