Investasi Tianshan Alumina di Lingga, Masyarakat Minta Tenaga Kerja Tempatan Diprioritaskan
- account_circle Ruslan
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Pertemuan di Kedai Kopi Merdeka menjadi ruang silaturahmi sekaligus awal komunikasi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan aparat terkait rencana investasi PT Tianshan Alumina Indonesia (TAI) di Lingga. (Dok/Foto/Ruslan)
Rencana investasi PT Tianshan Alumina Indonesia (TAI) di wilayah Todak, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, mendorong berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha membangun kesamaan persepsi sejak awal.
LINGGA, HITV— Hal itu mengemuka dalam silaturahmi Aliansi Masyarakat Kabupaten Lingga bersama organisasi pengusaha, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta pelaku usaha daerah di Kedai Kopi Merdeka, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan unsur masyarakat, dunia usaha, aparat penegak hukum, dan instansi terkait.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kasatreskrim Polres Lingga AKP Gede Santoso, S.Tr.K, SIK, Kasatintelkam Polres Lingga Iptu Dony Giatman, SH, Kajari Lingga Rully Afandi, SH, MH, Palaksa Lanal Dabo Singkep Mayor Laut (P) Pitrajaya Burnama, serta Danramil 04/Dabo Singkep Kapten Arm Ismarli Koto.
Ketua Aliansi Masyarakat Kabupaten Lingga, Armanto Arsyad, mengatakan pertemuan itu penting untuk membangun komunikasi dan menyatukan pandangan seluruh pihak dalam menyikapi rencana investasi berskala besar tersebut.
Menurut dia, investasi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk ke daerah. Manfaat ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan juga harus menjadi bagian utama dari rencana investasi.
“Kami tidak ingin masyarakat tempatan hanya menjadi penonton. Masyarakat harus dipersiapkan agar dapat ikut berkontribusi, terutama dari sisi sumber daya manusia dan tenaga kerja,” ujar Armanto.
Ia menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar masyarakat Lingga mampu mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang muncul dari investasi tersebut.
Di sisi lain, aparat penegak hukum menekankan pentingnya membangun jalur komunikasi yang jelas antara masyarakat dan perusahaan. Langkah itu dinilai dapat mencegah munculnya kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi persoalan di kemudian hari.
Kapolres Lingga AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, SH, SIK, MH, melalui Kasatreskrim AKP Gede Santoso mengatakan investasi berskala besar membutuhkan kesepahaman dan kontribusi yang proporsional dari seluruh pihak.
“Untuk rencana investasi seperti ini perlu ditunjuk suatu perwakilan yang menjadi penghubung dengan pihak PT Tianshan Alumina Indonesia. Dengan adanya penghubung yang jelas, komunikasi dan penyampaian informasi dapat berjalan lebih terarah sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” kata Gede.
Menurut dia, mekanisme komunikasi yang terarah akan membantu setiap pihak memperoleh informasi yang sama sekaligus memudahkan penyampaian aspirasi masyarakat kepada perusahaan.
Pertemuan tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi antara masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan aparat dalam menyambut rencana investasi di Lingga.
Bagi masyarakat daerah, tantangannya bukan sekadar bagaimana investasi masuk, melainkan memastikan kehadirannya mampu membuka ruang ekonomi yang lebih luas, meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat tempatan.
DENGAN komunikasi yang terbuka dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sejak tahap awal, rencana investasi diharapkan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan iklim usaha yang sehat di Kabupaten Lingga. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Lingga
- Penulis: Ruslan






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.