Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Safety Journalism: Wartawan Jangan Pertaruhkan Nyawa Demi Berita

  • account_circle Yana Ahmad Hidayat
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

Kecepatan mendapatkan berita tidak boleh dibayar dengan keselamatan jiwa. Wartawan yang melakukan peliputan di kawasan bencana dituntut mampu membaca situasi, mengukur risiko, dan memastikan keselamatan sebelum mengejar informasi.

TANGSEL, HITVPesan tersebut disampaikan Konsultan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dr. Fal-Harmonis, M.Si, dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 20 yang berlangsung di Gedung FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026.

Dalam sesi tersebut, Fal-Harmonis menekankan bahwa aspek keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme wartawan, terutama ketika menjalankan tugas di lokasi bencana atau kawasan dengan tingkat risiko tinggi.

Menurut dia, wartawan memang memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, keberanian dalam menjalankan tugas jurnalistik harus disertai kemampuan mengenali potensi bahaya.

“Dalam peliputan untuk menyajikan berita kepada masyarakat, insan media harus benar-benar memahami aspek risiko yang akan terjadi, baik karena faktor alam, politik, budaya maupun ekonomi,” tutur Fal-Harmonis.

Ia menyinggung pengalaman lima awak media yang mengalami kecelakaan ketika melakukan peliputan pascaerupsi Anak Gunung Krakatau. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa peliputan di wilayah bencana membutuhkan persiapan dan perhitungan matang.

Wartawan, kata dia, tidak cukup hanya membawa perangkat jurnalistik seperti kamera, telepon seluler, atau alat perekam. Peralatan komunikasi yang memadai, kendaraan yang layak, serta pemahaman terhadap karakteristik medan juga harus dipastikan sebelum melakukan peliputan.

Begitu pula ketika wartawan membutuhkan bantuan pemandu di lapangan. Pemandu yang digunakan harus memiliki pengetahuan mengenai wilayah dan memahami tingkat risiko di lokasi yang akan dituju.

“Jangan sampai karena mengejar gambar atau informasi, wartawan justru mengabaikan keselamatan dirinya,” ujarnya.

Selain kesiapan peralatan, komunikasi dengan pihak yang memiliki kewenangan di lokasi bencana juga menjadi faktor penting.

Wartawan yang melakukan peliputan di wilayah berisiko perlu membangun komunikasi secara intensif dengan aparat keamanan, tim Search and Rescue (SAR), maupun unsur terkait lainnya. Langkah tersebut diperlukan agar keberadaan dan pergerakan wartawan dapat diketahui serta memudahkan koordinasi apabila terjadi kondisi darurat.

Fal-Harmonis menilai kerja jurnalistik merupakan profesi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap publik. Berita yang dihasilkan bukan sekadar informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Karena itu, menurut dia, profesionalisme wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan memperoleh informasi dan menghasilkan berita, tetapi juga dari kemampuan menjalankan tugas secara aman, terukur dan bertanggung jawab.

Keberanian seorang jurnalis, kata Fal-Harmonis, bukan berarti harus menerobos setiap batas bahaya. Wartawan justru dituntut mampu menentukan kapan harus mendekat, kapan harus menjaga jarak, dan kapan harus menghentikan peliputan demi keselamatan.

Dengan penerapan prinsip safety journalism, tugas jurnalistik diharapkan tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan keselamatan wartawan yang berada di garis depan pencarian informasi. (•/)

Penulis: Yana Ahmad Hidayat
Editor: Redaksi

  • Penulis: Yana Ahmad Hidayat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Karimun Bongkar Jaringan Sabu dari Malaysia, Tiga Kasus Pencurian Juga Berhasil Diungkap

    Polres Karimun Bongkar Jaringan Sabu dari Malaysia, Tiga Kasus Pencurian Juga Berhasil Diungkap

    • 0Komentar

    Kepolisian Resor (Polres) Karimun mengungkap empat kasus tindak pidana dalam rangkaian operasi penegakan hukum yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir. KARIMUN, HITV– Selain menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu yang diduga berasal dari Malaysia, polisi juga berhasil mengungkap tiga kasus pencurian dengan total lima orang tersangka diamankan. Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Karimun memperkuat […]

  • Dugaan “Siswa Titipan” di SMAN 4 Depok!

    Dugaan “Siswa Titipan” di SMAN 4 Depok!

    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Kisruh Data Dapodik dan Transparansi Penerimaan Siswa Baru, Menimbulkan Dugaan Adanya Jalur “Titipan” yang Lolos Tanpa Prosedur Resmi! HITVBERITA.COM | Depok – Ketidakselarasan data penerimaan peserta didik baru (SPMB) 2025 di SMAN 4 Depok memantik tanda tanya besar. Perbedaan angka antara data sekolah dengan catatan resmi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Dinas Pendidikan […]

  • Semiotika Lidah Kekuasaan

    Semiotika Lidah Kekuasaan

    • 0Komentar

    Oleh: Kamaruddin Hasan Bahasa adalah cermin jiwa. Dalam ruang kekuasaan, bahasa tidak sekedar alat komunikasi, melainkan simbol yang mewakili kehormatan, tanggung jawab, dan kepercayaan publik. Setiap kata yang lahir dari lidah seorang pejabat menjadi tanda-tanda tentang siapa dirinya, bagaimana ia memandang rakyat, serta sejauh mana ia memahami amanah yang diemban. Belakangan ini, beberapa pernyataan dari […]

  • Wabup Karimun Launching Bantuan Pangan, Tekankan Transparansi

    Wabup Karimun Launching Bantuan Pangan, Tekankan Transparansi

    • 0Komentar

    Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, melaunching penyaluran Bantuan Pangan Nasional di Kantor Camat Meral Barat, Selasa (21/4/2026) pagi. Ia menegaskan agar proses distribusi berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima. KARIMUN | HITV – Program bantuan dari pemerintah melalui BULOG ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk periode Februari–Maret 2026, sebagai upaya […]

  • Deklarasi Perang Narkoba di Kepri: Komitmen atau Sekadar Seremoni?

    Deklarasi Perang Narkoba di Kepri: Komitmen atau Sekadar Seremoni?

    • 0Komentar

    Deklarasi perang terhadap narkoba antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan pengusaha tempat hiburan malam (THM) di Kepulauan Riau menyisakan satu pertanyaan penting: apa yang terjadi setelah deklarasi? BATAM, HITV — Pertanyaan itu muncul karena perang terhadap narkoba tidak ditentukan oleh seberapa sering komitmen diucapkan, melainkan oleh seberapa konsisten aparat mengawasi, menelusuri informasi, membongkar jaringan, dan […]

  • Pegawai BPR Tuah Karimun Ancam Retas Media, Tantang Wartawan Baku Hantam

    Pegawai BPR Tuah Karimun Ancam Retas Media, Tantang Wartawan Baku Hantam

    • 0Komentar

    Seorang pegawai Perumda BPR Tuah Karimun berinisial TW diduga mengancam akan meretas (hack) seluruh media massa di Karimun saat dikonfirmasi wartawan. Tak hanya itu, TW juga menantang awak media untuk baku hantam dalam pertemuan di sebuah kedai kopi di kawasan Poros Karimun, Jumat (10/4/2026) malam. KARIMUN | HITV – Ancaman itu muncul saat wartawan meminta […]

expand_less