Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Pengosongan Perumahan Bengrah Jaya, Didasari Banyaknya Personil Aktif Yang Belum Punya Rumah

  • account_circle
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

Kolonel (Purn) Ir. Martinus Siswanto Prayogo, MSi meminta agar perintah pengosongan rumah warga Perumahan Bengrah Cijantung dapat ditunda. Hal tersebut menurutnya agar tidak terjadi gejolak sosial, terlebih perintah pengosongan tersebut jelang pelaksanaan Pilkada Daerah Khusus Jakarta pada 27 November 2024, yang seyogyanya dibutuhkan dukungan seluruh elemen warga masyarakat agar dapat tercipta situasi yang kondusif!

HITVberita.COM | CIJANTUNG – Warga yang menetap di Perumahan Bengrah Jaya Cijantung merasa resah atas adanya rencana eksekusi Pengosongan Komplek Perumahan Bengrah Jaya yang mereka huni oleh pihak Kodam Jaya yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Nopember 2024.

Dan hari ini, Jumat 15 Nopember 2024, redaksi HITVberita.COM mendapatkan pesan WhatsApp dari Kolonel (Purn) Ir. Martinus Siswanto Prayogo MSi, yang merupakan sesepuh yang telah 40 tahun menetap di Perumahan Bengrah Jaya.

Dalam pesan WhatsApp itu Kolonel (Purn) Ir. Martinus menyampaikan terkait hasil kunjungannya bersama Letkol Purn Hatta Abad ke Kodam Jaya, untuk sampaikan keluh-kesah yang saat ini menerpa warga Komplek Perumahan Bengrah Jaya Cijantung.

Dalam WhatsApp tersebut, Kolonel (Purn) Ir. Martinus mengatakan, bahwa mereka telah berusaha untuk menghadap Pangdam Jaya, terkait adanya informasi eksekusi rumah yang mereka huni di Komplek Perumahan Bengrah

“Saya bersama bapak Letkol (Purn) Hatta Abad, telah mencoba untuk menghadap Pangdam Jaya, namun Pangdam Jaya disaat yang bersamaan ada keperluan mendadak, sehingga kami diarahkan untuk menghadap Aslog. Namun karena Aslog juga belum selesai olah raga, akhirnya kami pun diarahkan ke Perwira Staf yakni bapak Mayor Piko,” ujar Kolonel (Purn) Ir. Martinus menjelaskan.

Lebih Lanjut dijelaskan oleh Kolonel (Purn) Ir. Martinus, bahwa dalam pertemuan dengan Perwira Staf Kodam Jaya tersebut, pihaknya telah menyampaikan sekaligus menjelaskan terkait status rumah yang mereka huni di Komplek Bengrah Jaya itu, bukanlah Asrama atau rumah Dinas Golongan I, dan bahkan dijelaskan bahwa kini statusnya sedang dalam gugatan di PTUN.

“Saat ini gugatan di PTUN sedang berlangsung, seharusnya pihak Kodam Jaya memahami, karena proses gugatan tersebut sedang berlangsung, dan sesuai Undang undang tidak dibenarkan melakukan eksekusi, sebelum adanya keputusan yang Ingkrah atau tetap,” tegas Kolonel (Purn) Ir. Martinus.

Selain itu, Kolonel (Purn) Ir. Martinus juga menanyakan terkait klaim Kodam Jaya tentang keberadaan Perumahan Bengrah Jaya, yang di sebut sebagai Asrama.

“Apakah Kodam Jaya memiliki bukti tentang Surat Penetapan yang mengatakan Perumahan Bengrah Jaya ini adalah Asrama, itu yang kami tanyakan dengan Mayor Piko,” ujarnya di WhatsApp.

Kolonel (Purn) Ir. Martinus juga menegaskan pihaknya sempat menanyakan terkait bukti-bukti yang dimiliki pihak Kodam Jaya yang menguatkan bahwa status keberadaan Perumahan Bengrah Jaya tersebut, adalah Asrama?

Mayor Piko memberikan respon, bahwa masalah hukum, baik menyangkut PTUN ataupun bukti Surat Penetapan, bukan ranahnya.

“Beliau mengatakan, hal yang kami tanyakan itu bukan ranahnya untuk menjawab, melainkan ranah dari Kakumdam Jaya,” ujar Kolonel (Purn) Ir. Martinus.

Lebih lanjut Kolonel (Purn) Ir. Martinus menyampaikan bahwa dalam responnya, Mayor Piko hanya menjelaskan, bahwa kebijakan pengosongan Perumahan Bengrah Jaya, didasarkan atas pertimbangan masih banyaknya personil Kodam Jaya yang belum memiliki rumah.

“Kami paham apa yang dimaksud oleh beliau, namun pertanyaan kami, mengapa Kodam Jaya tidak mempertimbangkan penggunaan lahan kosong, yang berada dibawah penguasaan Kodam Jaya, yang tersebar disekitar Makodam Jaya,” kata Kolonel (Purn) Ir. Martinus seraya berikan opsi.

Ketika HITVBerita.COM menanyakan tanggapannya tentang rencana eksekusi tersebut, sesepuh warga Komplek Perumahan Bengrah Jaya Cijantung itu mengatakan, bahwa sebenarnya mereka berharap agar Kodam Jaya dapat menunggu hasil dari PTUN yang sedang berlangsung saat ini.

“Jika eksekusi tersebut tetap berlangsung di tanggal 20 ini, ditakutkan akan terjadi perlawanan dari warga, dan bila itu terjadi, kami harap para petugas pengosongan dapat bertindak humanis, agar tidak terjadi dampak sosial yang akan merugikan kedua pihak, terlebih deadline pelaksanaan pengosongan itu sudah masuk dalam suasana minggu tenang Pilkada Daerah Khusus Jakarta yang semestinya harus dijaga agar kondusif dan tidak timbulkan kegaduhan,” beber Kolonel (Purn) Ir. Martinus.

“Dan kami sudah berpesan kepada Mayor Fiko, agar apa yang telah didiskusikan bersama ini, dapat disampaikan kepada Aslog,” ucap Kolonel (Purn) Ir. Martinus Siswanto Prayogo MSi di ujung WhatsApp tersebut.

(HI/Network)

Pewarta: Abdul Rosad
Editor: AYS Prayogie

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GAMNR Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Satlantas Polresta Barelang ke Propam Polda Kepri

    GAMNR Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Satlantas Polresta Barelang ke Propam Polda Kepri

    • 0Komentar

    Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang melaporkan dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri yang diduga melibatkan Kasat Lantas dan sejumlah oknum anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang, Kota Batam, ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepulauan Riau. TANJUNGPINANG | HITV – Laporan tersebut diajukan pada 15 Desember 2025 dan secara resmi diterima oleh […]

  • Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus 5 Pelaku Perampasan Motor, Dua Pelaku Lainnya Masuk DPO

    Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus 5 Pelaku Perampasan Motor, Dua Pelaku Lainnya Masuk DPO

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Purwakarta – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat berhasil meringkus lima orang pemuda pelaku perampasan motor di jalan. Para pelaku melancarkan aksi perampasan motor tersebut mengaku sebagai Debt Collector. Kelima pelaku yang berhasil diamankan petugas kepolisian tersebut berinisial ADY (32), GKY (33), DDML (30), RKT (27), dan RMBL (31). […]

  • Konsolidasikan Gen-Z Menangkan Ambu Anne, De Tira: Sudah Kewajiban Seorang Anak Dukung Ibunya di Pilkada 2024

    Konsolidasikan Gen-Z Menangkan Ambu Anne, De Tira: Sudah Kewajiban Seorang Anak Dukung Ibunya di Pilkada 2024

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦 | Purwakarta – Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip, putra dari Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika berkomitmen akan terus membangun kekuatan melalui Gen-Z guna memenangkan sang ibunda pada perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Purwakarta 2024. Hal tersebut diungkapkan oleh Yudistira dalam sebuah acara diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Purwakarta, dan konsolidasi Gen-Z yang digelar […]

  • Bupati dan DPRD Barru Teken Persetujuan Perubahan APBD-2025.

    Bupati dan DPRD Barru Teken Persetujuan Perubahan APBD-2025.

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin DPRD Barru menggelar Rapat Paripurna Tingkat II dengan agenda persetujuan bersama dan pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. HITVBERITA.COM | Barru – Penandatangan keputusan bersama terhadap APBD-P tersebut dilakukan Bupati Barru A. Ina Kartika Sari, SH. M. Si bersama Ketua DPRD Barru Drs. H. Syamsuddin Muhiddin. […]

  • Ambu Anne: Siap Hadapi Debat Perdana Pilkada Purwakarta 2024, Kami Akan Siapkan Performa Terbaik

    Ambu Anne: Siap Hadapi Debat Perdana Pilkada Purwakarta 2024, Kami Akan Siapkan Performa Terbaik

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Purwakarta – Menjelang debat perdana calon bupati dan wakil bupati yang digelar KPU Kabupaten Purwakarta, Calon Bupati Purwakarta, nomor urut 3 Anne Ratna Mustika, atau yang akrab disapa Ambu Anne mengaku siap menghadapi acara debat perdana pada Pilkada 2024 yang digelar di Hotel Harper Purwakarta, pada Selasa 5 November 2024 Pukul 19.00 WIB. […]

  • Direktur PT KJB Diduga Gelapkan Dana dan Salahgunakan Data Karyawan

    Direktur PT KJB Diduga Gelapkan Dana dan Salahgunakan Data Karyawan

    • 0Komentar

      Penulis: Ismail Ratusimbangan Seorang warga negara China sekaligus Direktur PT Kemilau Jaya Bersama (KJB), Ghuanghao Zhu, diduga terlibat dalam sejumlah pelanggaran serius, mulai dari penggelapan dana perusahaan, kelalaian pembayaran gaji, penanganan lambat terhadap kecelakaan kerja, hingga penyalahgunaan data karyawan HITVBERITA.COM | Bintan —Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan polisi ke Polres Bintan pada Rabu […]

expand_less