Aksi Driver Online di Hang Nadim, Grab Batam Absen Hadir
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Situasi sempat menegang, namun tetap terkendali. VP Services Airport Hang Nadim Batam, Bambang Supriyono, bersama jajaran Polsek Bandara turun menemui massa. Ia berjanji membawa persoalan itu ke pimpinan. (Foto/SH/Hitv)
Penulis: S. Hrp
Ratusan pengemudi transportasi daring mengepung Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (23/8/2025). Mereka memprotes ;,9-dugaan praktik semena-mena pihak Grab di area bandara.
HITVBERITA.COM | Batam — Aksi itu dipicu insiden sehari sebelumnya, ketika seorang dispatcher Grab disebut membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang. Peristiwa tersebut dianggap merugikan dan memicu kemarahan pengemudi.
“Orderan pelanggan dibatalkan oleh pihak Grab Bandara dari ponsel penumpang. Ini jelas melanggar dan merugikan driver. Wajar kalau teman-teman marah dan resah,” kata Kepala Bidang Media dan Informasi Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Erwinsyah Baharuddin.
Menurut Erwin, sehari sebelum aksi, perwakilan ADOB sempat bertemu manajemen Grab Batam. Namun, penjelasan yang diberikan justru memperkeruh keadaan.
“Perwakilan Grab menyebut layanan roda dua ikut di-lock di area bandara. Padahal setahu kami tidak ada aturan begitu. Pernyataan itu justru bikin situasi semakin panas,” ujarnya.
Para pengemudi yang menunggu hingga empat jam di lokasi merasa kecewa lantaran pihak Grab Batam tidak hadir. Padahal, kepolisian sudah meminta agar manajemen datang menemui massa.
“Kami tunggu berjam-jam, tapi tidak ada satu pun dari Grab Batam yang datang. Kalau tidak berani mewakili Grab, jangan bekerja di Grab. Itu yang bikin teman-teman kecewa,” kata Erwin.
Situasi sempat menegang, namun tetap terkendali. VP Services Airport Hang Nadim Batam, Bambang Supriyono, bersama jajaran Polsek Bandara turun menemui massa. Ia berjanji membawa persoalan itu ke pimpinan.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan driver karena masih menjaga kondusifitas. Masalah ini akan kami laporkan, dan dalam waktu dekat semua pihak duduk bersama mencari solusi,” ujar Bambang.
Permintaan Maaf Dispatcher
DI TENGAH aksi, Rahman, dispatcher Grab Bandara yang disebut membatalkan pesanan penumpang, akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
“Kami mengakui adanya kekeliruan dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rekan driver, baik roda dua maupun roda empat. Kami pastikan kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya.
Tiga Tuntutan
DALAM pertemuan tersebut, ADOB menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, kepastian titik jemput resmi untuk layanan roda dua di Bandara Hang Nadim. Kedua, transparansi dan keadilan dalam sistem prioritas akun transportasi daring di area bandara. Ketiga, penelusuran dugaan praktik “permainan akun” oleh oknum tertentu.
ADOB menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi konkret dari pihak Grab dan pengelola bandara. “Kami tidak ingin driver dan penumpang dirugikan. Sistem harus ditata ulang agar lebih adil dan transparan,” kata Erwin.
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar