Belitung Tegaskan Komitmen SPMB Bersih dan Berkeadilan, Aplikasi Penerimaan Murid Baru Resmi Diluncurkan
- account_circle Iswandi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Komitmen SPMB Bersih dan Berkeadilan ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama serta peluncuran aplikasi SPMB yang terintegrasi. di Ruang Rapat Pemkab Belitung, (Dok/Foto/Iswandi)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Tomi Wardiansyah, mengatakan SPMB bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang adil dan berkualitas.
“SPMB 2026 dibangun di atas lima prinsip utama, yakni objektif, akuntabel, transparan, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Prinsip ini menjadi fondasi agar seluruh proses penerimaan murid baru berjalan bersih dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Tomi, pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025, Surat Edaran Direktur Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen Tahun 2026, serta petunjuk teknis yang telah ditetapkan melalui keputusan Bupati Belitung.
Ia menegaskan, regulasi tersebut menjadi instrumen penting untuk mencegah berbagai bentuk intervensi yang dapat mencederai hak peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan.
“Melalui sistem aplikasi yang terintegrasi, seluruh proses seleksi dilakukan secara otomatis, transparan, dan akuntabel. Tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip maupun intervensi personal,” kata Tomi.
Dalam paparannya, Tomi menjelaskan bahwa SPMB 2026 akan dilaksanakan melalui empat jalur resmi. Jalur domisili atau zonasi memperoleh kuota terbesar, yakni 80 persen untuk jenjang SD dan 45 persen untuk SMP. Jalur afirmasi disediakan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas dengan kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP.
Selain itu, terdapat jalur perpindahan tugas orang tua atau wali sebesar 5 persen untuk SD dan SMP, serta jalur prestasi sebesar 30 persen untuk jenjang SMP guna mengakomodasi siswa berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Sementara itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa urusan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen daerah, bukan hanya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan semata.
“Hari ini yang hadir sudah sangat lengkap. Ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah urusan kita bersama. Masa depan anak-anak Belitung tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi,” ujarnya.
Djoni menilai sistem penerimaan murid baru saat ini telah berkembang jauh dibandingkan masa lalu yang lebih menitikberatkan pada capaian nilai akademik semata. Menurut dia, sistem yang diterapkan saat ini berupaya memberikan ruang keadilan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerimaan peserta didik baru.
“Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya bersekolah di tempat terbaik. Karena itu, proses ini akan menjadi perhatian besar masyarakat. Jika muncul kendala atau persoalan, mari kita selesaikan bersama. Ini bukan hanya soal penerimaan murid baru, tetapi juga tentang masa depan generasi kita,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh pekerjaan yang baik, melainkan membentuk generasi yang mampu menciptakan peluang dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Melalui deklarasi komitmen bersama dan peluncuran aplikasi SPMB tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung berharap pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 dapat berlangsung lebih terbuka, profesional, dan dipercaya masyarakat. (Dok/Foto/Iswandi)
Kegiatan berakhir pada pukul 09.30 WIB dalam suasana tertib, lancar, dan aman.
Langkah ini menjadi penanda keseriusan Pemerintah Kabupaten Belitung dalam membangun tata kelola pendidikan yang berintegritas sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Babel
- Penulis: Iswandi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.