Rabu, 14 Okt 2026
dark_mode

Dari “Hijau” ke Bencana: Ketika Kegelisahan Iwan Fals 1992 Menjadi Kenyataan di Aceh dan Sumatera

  • account_circle Zulfahmi Arsun
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

Tragedi bencana alam yang terjadi Aceh dan Sumatera tak bisa dilepaskan dari perlakuan manusia terhadap alam—persis seperti yang disyaratkan Iwan Fals dalam kegelisahannya pada 1992. Penebangan liar menggerus tutupan hutan yang semestinya menjadi penyangga air dan tanah. (Dok/Foto/Hitv

“Hutan ku rusak,
Langit ku bocor,
Udara yang aku hisap tercemar,
Makanan yang aku makan racun.”
(Iwan Fals, Hijau, 1992)

RIAU | HITV – Tiga dekade silam, Iwan Fals menyuarakan kegundahan yang kala itu terdengar seperti protes moral. Hari ini, bait-bait lagu Hijau itu menjelma kenyataan yang pahit. Hutan yang rusak, langit yang “bocor”, udara yang kotor, hingga pangan yang tercemar, bukan lagi metafora—melainkan potret konkret dari krisis ekologis yang kini menghantam Pulau Sumatera.

Pada minggu terakhir November 2025, bencana alam bertubi-tubi melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Cuaca ekstrem memicu banjir bandang dan tanah longsor, menelan korban jiwa serta memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers Jumat (9/1/2026) mencatat, 1.182 orang meninggal dunia, sementara 238.687 warga mengungsi.

Di Aceh, luka itu masih terbuka. Hingga awal Januari 2026, pencarian korban hilang masih terus dilakukan seiring status Tanggap Darurat yang diperpanjang. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menetapkan perpanjangan tanggap darurat di empat kabupaten/kota—Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Pidie Jaya—dari 8 hingga 22 Januari 2026. Sedikitnya 145 jiwa masih dinyatakan hilang, tertimbun longsor atau terseret arus banjir.

Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara merupakan wilayah yang paling parah dan sering dilanda bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor, di kawasan kaki Gunung Leuser. (Dok/Foto/Mazmin/Andi)

SEMENTARA itu, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah memasuki fase transisi darurat. Operasi pencarian korban hilang dihentikan, namun tim SAR tetap bersiaga, menandai bahwa ancaman bencana belum sepenuhnya berlalu.

Jika ditarik ke akar persoalan, tragedi ini tak bisa dilepaskan dari perlakuan manusia terhadap alam—persis seperti yang disyaratkan Iwan Fals dalam kegelisahannya pada 1992. Penebangan liar menggerus tutupan hutan yang semestinya menjadi penyangga air dan tanah.

Alih fungsi lahan untuk perkebunan dan tambang melemahkan daya serap lingkungan. Permukiman tumbuh tanpa perencanaan mitigasi bencana. Sungai-sungai diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah, hingga kehilangan fungsi alaminya sebagai pengendali banjir.

Akumulasi semua itu membuat alam kehilangan keseimbangan. Ketika hujan turun lebih ekstrem akibat perubahan iklim, hutan yang gundul tak lagi mampu menahan air. Tanah yang rapuh pun longsor, sungai meluap, dan bencana menjadi tak terelakkan.

Bencana di Sumatera hari ini seolah menegaskan pesan lama itu: alam tidak pernah berkhianat, manusialah yang lebih dulu mengkhianatinya.

Kerusakan lingkungan bukan sekadar isu ekologis, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan manusia. (Dok/Foto/Mazmin/Andi)

KARENA itu, tragedi ini patut menjadi peringatan kolektif—bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas—bahwa pembangunan tanpa kehati-hatian ekologis hanya menunda bencana berikutnya. Kesiapsiagaan harus diperkuat, mulai dari sistem peringatan dini, perencanaan evakuasi, hingga perlindungan kelompok rentan.

Namun lebih dari itu, pemulihan dan perlindungan lingkungan mesti ditempatkan sebagai prioritas utama: reboisasi hutan, konservasi daerah aliran sungai (DAS), penataan ruang berbasis risiko bencana, serta penegakan hukum terhadap perusakan alam.

Tiga puluh tahun setelah Hijau dinyanyikan, pesan itu kini kembali mengetuk nurani. Pertanyaannya sederhana, namun mendasar: apakah manusia masih mau belajar, atau justru terus memaksa alam membayar harga dari ketamakan yang sama?

Editor: AYS
Sumber: HITV Jakarta

  • Penulis: Zulfahmi Arsun

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPJI Kepri: Basri Jadi DPO Bareskrim, Ungkap Juga Siapa Penerima Aliran Uangnya

    IPJI Kepri: Basri Jadi DPO Bareskrim, Ungkap Juga Siapa Penerima Aliran Uangnya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepulauan Riau, Ismail, meminta Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri tidak berhenti pada penetapan Basri sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam pengembangan kasus dugaan peredaran narkoba di Batam. BATAM, HITV — Menurut Ismail, penetapan Basri sebagai DPO serta penyitaan sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika […]

  • Pemprov Kalteng Mulai Tahapan Verifikasi Calon Pimpinan BAZNAS 2025–2030

    Pemprov Kalteng Mulai Tahapan Verifikasi Calon Pimpinan BAZNAS 2025–2030

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    Ketua BAZNAS RI, Kolonel Cak (Purn) Nur Chamdani, yang hadir dalam kegiatan itu, menegaskan bahwa BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2011. (Foto/Kisto/Hitv) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai melaksanakan tahapan verifikasi faktual bagi calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalteng periode 2025–2030. Proses ini dibuka di Aula […]

  • Disnakertrans dan PWI Purwakarta Soroti Lambatnya Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi

    Disnakertrans dan PWI Purwakarta Soroti Lambatnya Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purwakarta menggelar diskusi terkait efektivitas pengawasan ketenagakerjaan di Kantor Disnakertrans, Senin (27/4/2026). PURWAKARTA | HITV – Pertemuan menyoroti kendala birokrasi dan lambatnya penanganan kasus pekerja di lapangan pasca peralihan kewenangan ke Provinsi Jawa Barat. Kepala Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Dani Abdurahman, menyebut sentralisasi […]

  • Polres Belitung dan Bhayangkari Berbagi Berkah Ramadan 1446 H kepada Masyarakat

    Polres Belitung dan Bhayangkari Berbagi Berkah Ramadan 1446 H kepada Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Polres Belitung bersama Bhayangkari menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat. Rabu, 12 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan menyediakan makanan dan minuman untuk berbuka. Acara yang berlangsung di Halaman Mapolres Belitung ini dihadiri langsung oleh Kapolres […]

  • Satpolairud Karimun Gagalkan Pengiriman 9,5 Ton Timah Ilegal, Dua Orang Ditangkap!

    Satpolairud Karimun Gagalkan Pengiriman 9,5 Ton Timah Ilegal, Dua Orang Ditangkap!

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    Satpolairud Polres Karimun menggagalkan upaya pengiriman ilegal timah dan terak timah seberat sekitar 9,5 ton di Pelabuhan Roro Parit Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.  KARIMUN, HIlTV — Dalam pengungkapan kasus itu, polisi telah  menangkap dua orang tersangka dan menetapkan satu lainnya dalam daftar pencarian orang (DPO). Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya truk mencurigakan […]

  • IPJI Kabupaten Karimun Resmi Berdiri, Siap Menjadi Jembatan Aspirasi dan Penggerak Kemajuan Daerah

    IPJI Kabupaten Karimun Resmi Berdiri, Siap Menjadi Jembatan Aspirasi dan Penggerak Kemajuan Daerah

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    DPC IPJI Kabupaten Karimun resmi terbentuk dan memastikan keberadaan alamat kantor sekretariat di Kampung Harapan Nomor 23, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing.  KARIMUN, HITV — Pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kabupaten Karimun tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara, Senin (8/6/2026), oleh seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun organisasi […]

expand_less