Disela Reses, Ismeth Abdullah Apresiasi Kebun Anggur Warga di Tembeling
- account_circle Ismail Ratusimbangan
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ismeth Abdulah saat berkunjung kebun anggur milik keluarga Izam yang lokasinya tidak jauh dari titik kegiatan reses. (dok/foto/ismail)
Di sela agenda resesnya di Kabupaten Bintan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, meninjau kebun anggur milik warga di Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Rabu (25/2/2026) sore.
BINTAN, HITV— Kunjungan tersebut dilakukan usai pertemuan reses bersama warga Kampung Siantan. Tanpa protokoler berlebihan, Ismeth menyempatkan diri mendatangi kebun anggur milik keluarga Izam yang lokasinya tidak jauh dari titik kegiatan reses.
Di lahan yang tertata rapi itu, deretan tanaman anggur tumbuh dengan sistem budidaya yang terkelola baik. Tanaman dirambatkan pada para-para besi yang tersusun simetris, dengan perawatan intensif mulai dari pemangkasan, pemupukan hingga pengendalian hama.
Menurut pemilik kebun, hasil panen anggur dari lahan tersebut tidak hanya dipasarkan untuk konsumsi lokal, tetapi juga kerap diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan.

Ismeth mengapresiasi kesungguhan keluarga Izam dalam mengembangkan komoditas yang relatif jarang dibudidayakan di wilayah pesisir tersebut.
“Ini contoh bahwa dengan ketekunan dan manajemen yang baik, komoditas hortikultura seperti anggur bisa tumbuh dan menghasilkan di Bintan,” ujar Ismeth saat berdialog dengan pemilik kebun.
Ia menilai, keberhasilan budidaya anggur di Desa Tembeling dapat menjadi inspirasi bagi petani lain untuk melakukan diversifikasi pertanian, terutama dalam mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Ismeth, penguatan sektor pertanian berbasis inovasi lokal perlu terus didorong, terlebih di daerah yang juga mengandalkan sektor pariwisata. Kehadiran kebun anggur, kata dia, berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus membuka peluang usaha turunan, seperti agrowisata dan produk olahan.
“Jika dikelola secara berkelanjutan dan mendapat dukungan pendampingan, bukan tidak mungkin Bintan memiliki sentra anggur yang menjadi ciri khas daerah,” katanya.
Kunjungan singkat tersebut menutup rangkaian kegiatan reses hari itu, dengan harapan praktik baik yang tumbuh dari inisiatif warga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi lokal yang lebih luas. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
- Penulis: Ismail Ratusimbangan
