Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Menjaga Rukun di Jalan Pedati Selatan Kelurahan Cijantung

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
  • print Cetak

Oleh: AYS Prayogie

 

MINGGU pagi yang cerah menyapa Jalan Pedati Selatan, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, dengan suasana yang berbeda. Di tengah hiruk pikuk ibu kota yang tak pernah benar-benar tidur, sekelompok warga tampak sibuk menyapu, mencangkul, dan memungut sampah. Namun, kerja bakti ini bukan sekadar soal bersih-bersih. Ada semangat yang lebih dalam sedang mereka rawat—semangat kebersamaan yang kian langka di tengah kota yang terus bergerak cepat.

 

SEJAK pukul tujuh pagi, derap langkah warga RT 02 RW 010 menggema di sepanjang jalanan. Ember, sapu, hingga cangkul tergenggam erat di tangan mereka. Bersama aparatur kelurahan dan kecamatan, mereka bergotong royong membersihkan selokan, memangkas rumput liar, serta mengangkut tumpukan sampah rumah tangga yang menumpuk di sudut-sudut jalan.

Di sisi depan mushola, sejumlah warga tampak sibuk memotong dan mengelas ulang pagar besi BRC yang memagari aliran Sungai Cipinang. Besi-besi tua itu mulai keropos dimakan usia, namun tak sekalipun menyurutkan tekad mereka.

Suara mesin las pun berpadu dengan denting cangkul dan tawa ringan, menghadirkan harmoni khas kerja bakti yang sudah jarang terdengar di tengah padatnya rutinitas warga Jakarta.

Kehadiran Ketua RW 010, Bapak Mulyadi, ST, yang datang didampingi sang istri tercinta, menambah semarak suasana.

Kehadirannya bukan sekadar simbolis. Ia menyapa satu per satu warga yang sedang bekerja, memberi semangat, dan tentu saja ikut mencicipi kopi hangat dan camilan ringan buatan ibu-ibu yang sejak pagi turut mempersiapkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pasar Rebo, Bapak Hotbin Simarmata, didampingi staf kelurahan Bapak Junaedi Sahri, serta perwakilan dari PPSU dan PJLP Lingkungan Hidup.

“Ini bagian dari instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dimana, lingkungan yang bersih dan sehat adalah benteng pertama kita menghadapi musim hujan dan potensi banjir,” ujar bapak Hotbin.

Ia menambahkan, kegiatan ini adalah bentuk nyata mitigasi bencana berbasis masyarakat. Alih-alih mengandalkan aparat semata, warga dilibatkan langsung lakukan kerjabakti mandiri dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.

Tak jauh dari sana, sosok Ketua RT 02, Ibu Irma Indriansyah, SE, terlihat sibuk mengatur jalannya kegiatan –Mengenakan kaus lengan panjang, celana training, dan hijab, perempuan gaul yang dikenal akrab dan selalu aktif turun langsung ke lapangan itu, terlihat tak segan mengangkat karung berisi sampah daun kering, dan juga sesekali mengatur pembagian tugas antar warga.

“Alhamdulillah, warganya semangat. Tidak cuma menonton, tapi semua bergerak. Ada rasa kebersamaan yang terasa hidup lagi,” ujarnya seraya menyeka peluh di dahi.

 

Momen gotong royong itu bukan hanya tentang membersihkan lingkungan fisik. Ia juga membersihkan sekat-sekat sosial yang selama ini tak terlihat—antara tua dan muda, pria dan wanita, aparatur dan warga.

Di tengah riuh rendah pekerjaan, terdengar tawa anak-anak yang ikut membantu memungut daun. Para ibu menyuguhkan air mineral dingin dan kopi hangat, lengkap dengan gorengan. Sementara para bapak silih berganti memanggul karung sampah menuju gerobak.

Suara denting cangkul dan tawa ringan, menghadirkan harmoni khas kerja bakti yang sudah jarang terdengar di tengah padatnya rutinitas warga Jakarta.

 

Dari balik pagar mushola, seorang warga mengangkat ponsel, mengabadikan momen langka itu. Bukan semata demi unggahan di media sosial, tapi mungkin juga sebagai pengingat bahwa kampung masih punya denyut, dan tetangga bukan sekadar nama dalam grup WhatsApp.

Menjelang siang, saat matahari kian tinggi, selokan-selokan yang semula mampat kini mengalir lebih lancar. Jalanan yang tadi penuh dedaunan dan sampah kini tampak bersih.

 

Namun, pencapaian terbesar dari pagi itu bukanlah sekadar lingkungan yang bersih. Yang lebih penting: rasa rukun dan saling percaya yang kembali hidup di antara warga.

Di tengah kota yang sering kali membuat orang lupa menyapa tetangganya sendiri, kerja bakti ini menjadi napas segar—langkah kecil yang membawa makna besar.

Dan dari Jalan Pedati Selatan, semangat itu kembali tumbuh, diam-diam, namun pasti. (\*\*)

Cijantung, 8 Juni 2025

Penulis adalah Warga RT 02 / RW 010 | Wartawan Media Online | Pegiat Media Sosial | CEO HITVberita.COM

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Lingga Siaga Bencana di Tengah Cuaca Ekstrem

    Polisi Lingga Siaga Bencana di Tengah Cuaca Ekstrem

    • 0Komentar

    Kepolisian Sektor Daik Lingga mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan bencana seiring cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dalam sepekan terakhir. LINGGA, HITV — Patroli dilakukan Unit Samapta Polsek Daik Lingga, Minggu (7/6/2026), menyasar kawasan permukiman, lahan perkebunan warga, aliran sungai, serta tebing rawan longsor. Dua personel, Briptu Sepri Wahyudianto dan Bripda […]

  • Polres Karimun Simulasikan Penanganan Unjuk Rasa Jelang May Day 2026

    Polres Karimun Simulasikan Penanganan Unjuk Rasa Jelang May Day 2026

    • 0Komentar

    Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Polres Karimun, Kepulauan Riau, menggelar simulasi penanganan unjuk rasa, Kamis (30/4/2026). KARIMUN | HITV – Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi aksi massa. Simulasi berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polres Karimun dan dipimpin Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani. Kegiatan ini diikuti pejabat utama, perwira, […]

  • Pisang Cavendish, Peluang Baru Petani Banyumas di Tengah Harga Palawija Tidak Stabil

    Pisang Cavendish, Peluang Baru Petani Banyumas di Tengah Harga Palawija Tidak Stabil

    • 0Komentar

    Budidaya pisang Cavendish semakin diminati petani karena perawatan mudah, pasar jelas dengan harga jual yang stabil. HITVBERITA.com | Banyumas — Tren budidaya pisang Cavendish terus berkembang di wilayah Banyumas. Salah satu yang mulai merasakan manfaatnya adalah Sukimin, petani asal Desa Petarangan, yang kini tengah merawat 700 batang pisang Cavendish di lahan seluas 450 meter persegi. […]

  • Penemuan Mayat Perempuan Mengambang Di Pantai Pesisir Pantai Sari Pekalongan.

    Penemuan Mayat Perempuan Mengambang Di Pantai Pesisir Pantai Sari Pekalongan.

    • 0Komentar

    Tim Gabungan Polri/TNI, BPBD, Relawn Saat Sedang Evkuasi Penemuan Mayat Perempuan Tak Dikenal. ( Foto Hadi Lempe ) Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang di pantai utara perairan Pantaisari, tepatnya di sisi barat Krematorium, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. HITV BERITA. COM | KOTA PEKALONGAN – Penemuan mayat jenis kelamin perempuan,di […]

  • Rakernas PSI di Makassar Konsolidasikan Mesin Partai Nasional Menuju Agenda Politik 2026–2029

    Rakernas PSI di Makassar Konsolidasikan Mesin Partai Nasional Menuju Agenda Politik 2026–2029

    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026, menjadi forum strategis nasional untuk mengonsolidasikan kekuatan internal partai. MAKASSAR | HITV — Rakernas ini diarahkan sebagai langkah penataan menyeluruh mesin partai, dari tingkat pusat hingga desa, dalam rangka memperkuat kesiapan PSI menghadapi agenda […]

  • Cinderella’s Curse 2025 Dual Audio Magnet

    Cinderella’s Curse 2025 Dual Audio Magnet

    • 2Komentar

    ➡ MAGNET LINK HERE Cinderella’s curse: directed by Louisa Warren. With Kelly Rian Sanson, Chrissie Wunna, Lauren Budd, Natasha Tosini. Based on the same people that Disney updated and made popular for children in the 1950s. Cinderella’s curse 2025 on every service Cinderella’s curse 2025 Full Movie Free Cinderella’s curse 8:00 p.m. from anywhere Cinderellas […]

expand_less