MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
- account_circle Andi Gembok Buchori
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) periode 2026-2030. (Dok/Foto/Buchori)
Aklamasi yang mengantarkan kembali Abdul Ghoni ke pucuk pimpinan FORKABI dinilai bukan sekadar bentuk penghormatan atas capaian kepemimpinan sebelumnya, melainkan juga cerminan optimisme kader terhadap arah organisasi depan.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, FORKABI diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi yang menjaga identitas budaya sekaligus menjadi wadah pemersatu masyarakat.
Dalam pidatonya usai terpilih, Abdul Ghoni menegaskan bahwa Mubes VI FORKABI tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda pergantian kepengurusan. Menurutnya, organisasi yang lahir dari semangat pelestarian budaya Betawi itu harus berkembang menjadi rumah bersama yang inklusif bagi seluruh elemen bangsa.
“FORKABI harus menjadi rumah besar bagi siapa saja. Tidak hanya masyarakat Betawi, tetapi juga saudara-saudara dari Sunda maupun latar belakang budaya lainnya. Siapa pun yang memiliki semangat persaudaraan dan ingin memajukan nilai-nilai luhur budaya bangsa, pintu FORKABI terbuka,” tegasnya.
Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui penguatan tiga pilar utama organisasi, yakni pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan solidaritas sosial.
Ketiga sektor itu dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga eksistensi organisasi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Sebagai langkah awal kepemimpinan periode baru, FORKABI telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam 100 hari pertama. Di antaranya pengembangan sanggar budaya keliling untuk memperluas ruang edukasi kebudayaan serta pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal guna mendorong kemandirian ekonomi warga.
Dengan mandat yang kembali diberikan para kader, Abdul Ghoni kini menghadapi tantangan untuk membawa FORKABI semakin relevan di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai penjaga warisan budaya Betawi, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu memperkuat persatuan, memberdayakan warga, dan membangun solidaritas sosial lintas suku serta budaya. (\•/)
Penulis: Andi Buchori
Editor: Bainana Bahthy
Sumber: Humas MIO Indonesia
- Penulis: Andi Gembok Buchori





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.