BEM Se-Kabupaten Lingga Bentuk Aliansi, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Isu Lingkungan dan Sosial
- account_circle Ruslan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga, Suci Pratiwi (Kanan) bersama Nia Ramadani salah satu mahasiswi aktif. (Dok/Foto/Ruslan)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Lingga resmi menyatukan langkah dalam sebuah wadah bersama bernama Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga.
LINGGA, HITV— Pembentukan aliansi ini menjadi upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di daerah.
Ketua Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga, Suci Pratiwi, mengatakan bahwa organisasi tersebut akan memfokuskan diri pada kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Isu lingkungan menjadi salah satu perhatian utama, di samping berbagai persoalan sosial yang dinilai membutuhkan keterlibatan aktif kalangan mahasiswa.
“Aliansi ini bergerak di bidang sosialisasi dampak lingkungan dan lebih mengarah kepada masyarakat terkait berbagai isu yang berkembang,” ujar Suci.
Menurut dia, mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai kelompok kritis yang menyampaikan aspirasi publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi dan pemahaman yang dapat diterima masyarakat secara luas. Melalui aliansi tersebut, berbagai kampus di Lingga diharapkan dapat menyatukan gagasan, sumber daya, serta program kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pembentukan aliansi juga menjadi jawaban atas anggapan bahwa gerakan mahasiswa hanya identik dengan aksi demonstrasi. Sebaliknya, mahasiswa Lingga ingin menunjukkan kontribusi nyata melalui kegiatan edukatif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya untuk menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan pemahaman dan solusi. Kalau kami lebih dulu memahami suatu persoalan, kami bisa menjelaskannya kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami,” kata Suci.
Sebagai langkah awal, Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga telah menyusun sejumlah agenda prioritas. Di antaranya memberikan edukasi kepada masyarakat dan lingkungan pesantren terkait isu pelecehan agar tidak terjadi penghakiman sepihak, mengedukasi pelajar tentang penggunaan media sosial secara bijak, serta menggelar aksi bersih pantai di sejumlah kawasan yang dinilai rentan terhadap pencemaran.
Selain itu, aliansi juga berencana membuka ruang dialog bersama Pemerintah Kabupaten Lingga, DPRD, serta organisasi perangkat daerah guna membahas berbagai gagasan pembangunan daerah. Mahasiswa juga akan mendorong peningkatan literasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan lingkungan, kehadiran aliansi mahasiswa lintas kampus ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, mahasiswa ingin memastikan bahwa partisipasi publik dalam pembangunan daerah tidak hanya berlangsung di ruang-ruang formal, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat di tingkat akar rumput.
Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga pun berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Dengan sinergi tersebut, mahasiswa optimistis dapat berkontribusi dalam berbagai program sosial, lingkungan, hingga penguatan literasi publik.
“Harapan kami, aliansi ini bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Bukan sekadar wacana, melainkan gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar perwakilan aliansi, Nia Ramadhani.
Dengan bersatunya organisasi mahasiswa dari berbagai kampus dalam satu wadah, gerakan kemahasiswaan di Kabupaten Lingga kini memiliki ruang koordinasi yang lebih kuat. Langkah ini sekaligus menjadi penanda bahwa mahasiswa tidak hanya ingin menjadi pengamat perubahan, tetapi juga pelaku yang turut mengambil bagian dalam membangun masa depan daerah. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri
- Penulis: Ruslan





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.