Misteri Ketukan Pintu di Desa Kecila Warga Resah, Aparat Langsung Turun Tangan!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana mencekam pada hari Senin malam (22/9), menyelimuti warga Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, akibat teror ketok pintu. (Dok/Foto/Ahdiyat/hitv)
Penulis: R. Ahdiyat
Malam itu, Senin (22/9/2025), sekitar pukul 21.40 WIB, suasana Desa Kecila di Kecamatan Kemranjen mendadak berubah mencekam. Dari balik pintu-pintu rumah warga, terdengar ketukan keras yang tak kunjung jelas siapa pelakunya.
HITVBERITA.COM | Banyumas – Awalnya hanya satu dua rumah yang mengalami ketukan itu. Namun dalam hitungan menit, kabar menyebar ke seluruh kampung. Tak kurang dari 15 rumah di RT 01 RW 04 hingga RW 02 menjadi sasaran. “Ketukannya keras sekali. Pas saya buka pintu, tidak ada siapa pun,” ujar Catur Indra, salah seorang warga yang malam itu ikut berjaga.
DI RUMAH lain, Erik, warga RT 01/04, mengaku pintunya diketuk dua kali dengan jeda singkat. “Rasanya seperti ada orang yang berdiri di depan pintu, tapi begitu saya buka, kosong,” katanya.
Cerita serupa datang dari Nurjana, seorang ibu rumah tangga. Ia bahkan mengaku bukan pintu, melainkan jendela rumahnya yang digedor. “Suaranya keras, seperti dipukul batu,” ujarnya pelan.
Kejadian beruntun itu memantik kepanikan. Mas Pangantun, sesepuh kampung, segera bergerak mengumpulkan para pemuda. “Ada 11 rumah yang melapor malam itu. Kami langsung berjaga, khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Mas Pangantun, tokoh masyarakat sekaligus sesepuh RT 01/04, sebanyak 11 rumah di wilayahnya mengalami teror serupa pada pukul 21.43 WIB. (Dok/foto/Ahdiyat/Hitv)
DITENGAH keresahan, warga terpecah dalam menafsirkan sumber teror. Ada yang menduga ulah manusia iseng, ada pula yang mengaitkannya dengan hal-hal gaib. Bagi sebagian orang, ketukan tanpa wujud itu mengingatkan pada cerita lama tentang uji ilmu atau “gangguan” dari dunia lain.
Namun, bagi warga lain, teror itu justru dipandang sebagai ancaman nyata. “Kalau ini ulah orang, berarti ada maksud buruk. Karena itu kami harus waspada,” ujar Muhtar, warga setempat yang malam itu menghimpun laporan dari rumah ke rumah.
KERESAHAN warga akhirnya sampai ke pemerintah. Sehari setelah kejadian, Camat Kemranjen Ika Suprihatin bersama aparat kepolisian mendatangi lokasi. Mereka berusaha menenangkan warga, sekaligus meminta agar kejadian serupa segera dilaporkan.
“Keamanan lingkungan harus dijaga. Siskamling perlu dihidupkan kembali agar warga merasa tenang dan kondisi tetap kondusif,” ujar Ika.
Kadus Yunus menambahkan, perangkat desa kini lebih aktif memantau kondisi malam hari. “Kami tidak ingin isu berkembang liar. Semua harus ditangani dengan tenang,” katanya.
MESKI masih menyisakan tanda tanya, kehadiran aparat membuat warga sedikit lega. Namun rasa cemas tetap belum sepenuhnya hilang. “Kalau ada kejadian lagi, lapor cepat ke polisi. Jangan sampai masyarakat resah dan berpolemik,” tegas Catur Indra.
Di Desa Kecila, ketenangan malam belum sepenuhnya kembali. Warga masih terjaga lebih lama dari biasanya, sebagian berkelompok di pos ronda, sebagian memilih menyalakan lampu di teras rumah hingga dini hari. Misteri ketukan pintu itu masih belum terjawab. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar