Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Modal Rp191 Miliar, Dividen Stagnan: Sorotan Prof Sutan Nasomal atas Kinerja PT AMGM

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • print Cetak

LOMBOK BARAT, HITV— Investasi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di PT Air Minum Giri Menang (AMGM) menuai sorotan tajam. Akumulasi penyertaan modal yang telah mencapai Rp191 miliar dinilai belum berbanding lurus dengan peningkatan dividen yang diterima daerah.

Pakar hukum dan ekonomi, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH menyebut fenomena tersebut sebagai anomali investasi daerah.

Dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026), Prof. Sutan  menilai lonjakan modal yang signifikan justru hanya “meneteskan” tambahan dividen yang relatif kecil bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Data yang dihimpun menunjukkan, sejak 2010 hingga 2024, total penyertaan modal Pemkab Lombok Barat di PT AMGM mencapai Rp191 miliar. Tambahan terbaru pada 2024 sebesar Rp53 miliar, meningkatkan nilai modal dari sebelumnya Rp138 miliar.

Selain itu, pada 2022 perusahaan juga memperoleh pinjaman Rp118,8 miliar dari Bank Pembangunan Daerah Bali melalui perjanjian kredit tertanggal 23 Desember 2022.

Dengan komposisi tersebut, Pemkab Lombok Barat kini menguasai 62,42 persen saham dan berstatus sebagai pemegang saham pengendali.

Namun, menurut Prof. Sutan, proyeksi dividen tahun 2025 yang hanya naik dari Rp10 miliar menjadi Rp11 miliar memunculkan pertanyaan mendasar tentang efektivitas investasi.

“Tambahan modal Rp53 miliar hanya berbuah kenaikan dividen sekitar Rp1 miliar. Secara persentase, imbal hasilnya sangat kecil dibanding nilai suntikan modal,” ujarnya.

Ia membandingkan, jika dana Rp191 miliar ditempatkan pada instrumen deposito dengan bunga moderat lima persen per tahun, daerah berpotensi memperoleh sekitar Rp9,5 miliar tanpa risiko operasional.

“Jika perusahaan dengan monopoli layanan air minum dan total kekuatan finansial mendekati Rp310 miliar (modal dan utang) hanya mampu membagikan dividen Rp10–11 miliar, maka kinerja operasional patut dievaluasi,” kata dia.

Prof. Sutan juga mengemukakan tiga dugaan pola dalam analisis forensik keuangan. Pertama, kemungkinan penggunaan modal dan pinjaman untuk menutup ketidakefisienan operasional masa lalu, bukan ekspansi produktif. Kedua, pembengkakan biaya nonteknis yang menggerus laba sebelum dibagikan sebagai dividen. Ketiga, investasi infrastruktur yang secara fisik terbangun, tetapi tidak optimal secara ekonomi.

Menurut dia, stagnasi dividen juga mencerminkan lemahnya kendali pemegang saham mayoritas terhadap manajemen perusahaan.

“Sebagai pemilik 62,42 persen saham, pemerintah daerah secara logika memiliki posisi tawar yang kuat untuk menuntut efisiensi,” ujarnya.

  • Penulis: AYS Prayogie
  • Editor: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Sumsel Berhasil Amankan 20 Kades Hasil OTT di Lahat

    Kejati Sumsel Berhasil Amankan 20 Kades Hasil OTT di Lahat

    • 0Komentar

    Sebanyak 20 kades dan ASN terjaring Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Sebanyak 22 orang berhasil diamankan oleh Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Camat Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, pada Kamis 24 Juni 2025. Dari […]

  • Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Jelambar

    Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Jelambar

    • 0Komentar

    Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pria yang diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Penangkapan dilakukan pada Jumat (11/7/2025) sore setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. HITVBERITA.COM | Jakarta — Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibi Ariyanto, menjelaskan bahwa penangkapan berlangsung sekitar pukul […]

  • Andi Ina: Gunakan Dana Bantuan dengan Penuh Tanggung Jawab

    Andi Ina: Gunakan Dana Bantuan dengan Penuh Tanggung Jawab

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Bantuan Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa Tahun 2025 senilai Rp41,4 miliar merupakan bentuk kepercayaan dan perhatian besar dari Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Barru. HITVBERITA.COM | Barru – Hal ini disampaikam Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari,  SH., M.Si., dalam sambutannya saat penyerahan buku rekening bagi kelompok tani penerima Program Oplah, di […]

    • 0Komentar

    Dugaan tindak pidana penipuan yang melibatkan seorang perempuan berinisial CP tengah ditangani Unit Reserse Kriminal Polsek Sagulung.  BATAM, HITV — Kasus ini mencuat setelah seorang warga, Christin Ruth Natalia, melaporkan kerugian yang dialaminya hingga ratusan juta rupiah Peristiwa bermula pada Desember 2024, ketika CP menawarkan skema pinjaman uang dengan jaminan berupa sertifikat rumah toko (ruko). […]

  • Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Adakan Kegiatan LKBB

    Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Adakan Kegiatan LKBB

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM-Sukabumi,Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, merupakan organisasi Otonom yang berada dilingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, yang bergerak dibidang Kepanduan. Hizbul Wathan ini, berdiri pertama kali di Yogyakarta pada 1336 Hijriyah atau tahun 1918 Masehi, atas Prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan Pendiri Muhammadiyah. Kepanduan Hizbul Wathan ini dalam geraknya menuntut rasa sukarela dan Keikhlasan dari para Anggotanya. Sejalan […]

expand_less