Mudik Lebaran Sebagai Pelepas Rindu, Sekaligus Merawat Silaturahmi di Tanah Kelahiran
- account_circle Bainana Bahthy
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Suasana hangat penuh canda dan tawa di moment lebaran mampu hadirkan kembali kenangan masa kecil yang tak pernah terlupakan. (dok/Mukminin/Fam)
Oleh: Bainana Bahthy
Tradisi pulang kampung atau mudik saat Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perjalanan fisik, bagi saya dan juga bagi yang merayakan moment tersebut di tanah kelahiran sejatinya, lebih dari sebuah perjalanan batin yang sarat makna.
Umumnya bagi para perantau asal Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu, momen ini sudah menjadi ritual tahunan yang dinantikan setelah sekian lama mereka hidup jauh dari kampung halaman.
Mudik Lebaran menjadi ajang melepas kerinduan yang selama ini terpendam. Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berada di perantauan, akhirnya kesempatan berkumpul bersama keluarga besar kembali terwujud. Suasana hangat penuh canda dan tawa menjadi obat rindu yang tak tergantikan, menghadirkan kembali kenangan masa kecil di tanah kelahiran.
Lebih dari itu, mudik lebaran juga menjadi sarana untuk merawat tali silaturahmi. Pertemuan dengan saudara, kerabat, hingga sahabat lama yang telah lama tak berjumpa menjadi momen berharga yang mempererat hubungan kekeluargaan.
- Penulis: Bainana Bahthy





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.