Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

PAMDI Mewakili Seniman Kota Pekalongan Tuntut Pemkot Bubarkan Dewan Kesenian dan Audit Anggaran Kesenian di Parbudpora

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak
Peesatuan Artis Musik Dangdut Indonesia

Perwakilan Komunitas Seni dan Persatuan Artis Musik Dandut Indonesia, Kota Pekalongan Gelar Protes Kepada Dinas Parbudpora Bubarkan Dewan Kesenian ( Foto : Saeri )

Penulis : Risma

Menatap rembulan
Diujung telunjuk jari
Diantara mega-mega membiru
Bintang gemintang sembunyi
di balik kabut membeku
Nyanyian rindu, samar terdengar
Terlarung oleh angin dingin
semakin kuat menusuk jiwa

Dunia seni dan budaya Kota Pekalongan bertahun tahun terbelenggu, hingga kini mengalami tidak baek-baek saja. Semua ini karena di kalahkan oleh sistem yang lekat dengan politik kekuasaan.
Eksistensi para pelaku seni dan budaya semakin jauh ditinggalkan.

HITVBERITA.COM | KOTA PEKALONGAN – Sejumlah perwakilan komunitas seni Kota Pekalongan, yang tergabung dalam Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia ( PAMDI ). Menyoroti Pemerintah Kota Pekalongan, bertahun – tahun sepertinya “ABAI” terhadap kearifan lokal terkait dengan perkembangan dan pembinaan seni budaya.

Kamis, 22 Nopember 2025, sejumlah pelaku seni yang tergabung dalam Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia ( PAMDI ) berkesempatan melakukan aksi protes, bertepatan dengan penyelenggaran Jambore Seni. Kegiatan yang dipandegani oleh kelompok dengan mengtasnamakan Dewan Kesenian Kota Pekalongan ( DKKP ).

Ketua PAMDI Kota Pekalongan, Amat Saeri berserta perwakilan seniman Kota Pekalongan, menyuarakan protesnya melalui Dinas Parbudpora untuk mengkaji ulang keberadaan Dewan Kesenian dan menghentikan kegiatan lomba seni Vocal yang sedang dijalankan Dewan Kesenian saat ini. Karena kegiatan tersebut tidak menyentuh marwah pada pelaku seni sesungguhnya.

” Kami para pelaku seni asli di kota pekalongan, selama ini diam, namun diam kami justru menjadikan orang – orang yang mengaku sebagaj pelaku seni dengan berkedok Dewan Kesenian semakin seenaknya mengebiri para pelaku seni asli daerah Kota Pekalongan. Dewan kesenian Kota Pekalongan adalah kelompok bukan produk seniman, melainkan mereka ada karena melalui sistem yang dibuat oleh pemerintahan, tidak melalui azas budaya seni. Maka keberadaan mereka bukan terbentuk dari kami para seniman/pelaku seni, saatnya di bubarkan.” ungkap Saeri.

Saeri menambahkan ” Selama ini kami dari kantong-kantong kesenian asli daerah Kota Pekalongan tidak pernah terlibat dalam setiap peristiwa kesenian bahkan tidak ada pengakuan baik itu Pemerintah Daerah melalui Dinas Parbudpora terlebih mereka yang berkedok Dewan Kesenian. Untuk memperbaikki eksistensi kesenian lokal. maka kami harapkan Pemerintah Kota Pekalongan membubarkan Dewan Kesenian yang kini sudah melampaui batas waktu juga kesewenanganya. Segera lakukan audit terkait penggunaan anggaran kesenian, begitu sebaliknya terhadap Dinas Parbudpora dalam.menyerap anggaran pembinaan seni budaya.
Kami pelaku seni diam namun mengamati bahwa penyerapan untuk penggunaan anggaran pembinan kesenian daerah sangat tidak tepat dan transparan.” tegas Saeri

Lebih lanjut ditambahkan oleh Ketua pengelola Warung Apresiasi Seni (Wapress) Rida Sounda mengungkapkan. Setiap kali menyelenggarakan ivent kesenian selalu di monopoli oleh Dewan Kesenian. Padahal menurut aturan dalam organisasi/anggaran dasar, anggaran rumah tangga ( AD/ART ) Fungsi dan kewenangan dewan kesenian adalah sebagai Fasilitator pengembangan kesenian. Dewan Kesenian tidak boleh menjadi penyelenggara kegiatan. Penyelenggara semua di kembalikan kepada kelompok atau komunitas pelaku seni.”

“Namun apa yang di lakukan oleh dewan kesenian kota pekalongan sekarang ini berbalik menabrak aturan. Setiap ada kegiatan selalu di monopoli sendiri tanpa melibatkan komunitas seni yang ada. Contoh kegiatan Jambore seni/lomba seni vokal peserta pelajar, semua itu dilaksanakan tidak sehat didalamnya banyak permainan sehingga mengebiri karya dan talenta anak-anak. Kembali itu semua dimainkan oleh Ketua Dewan Kesenian (R). Ungkap Rida.

Bentuk protes Seniman Kota Pekalongan bergerak untuk membangun seni budaya bermartabat dan beradab, menyepakati di bubarkanya Dewan Kesenian dan pembenahan didalam Dinas Parbudpora. Kikis sistem kroni untuk keuntungan sepihak. Segeta lakukan audit penggunaan anggaran seni budaya di Parbudpora dan Dewan Kesenian. (*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyegelan Lahan PT GAP: Pihak Perusahaan Tegaskan Semua Perizinan Sudah Sesuai Mekanisme!

    Penyegelan Lahan PT GAP: Pihak Perusahaan Tegaskan Semua Perizinan Sudah Sesuai Mekanisme!

    • 2Komentar

    HITVBERITA.COM | Sampit – Rusli Salim, General Manager PT GAP, menyatakan kekecewaannya atas tindakan penyegelan yang dilakukan oleh Satgas Garuda dalam rangka Pengamanan Kawasan Hutan (PKH). “Seluruh proses perizinan yang kami jalani sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku, termasuk ganti rugi lahan kepada masyarakat,” jelasnya melalui telepon pada Sabtu, 22 Februari 2025. Rusli mengungkapkan bahwa […]

  • adobe photoshop generative ai 8

    adobe photoshop generative ai 8

    • 1Komentar

    Adobe Photoshop, Illustrator updates turn any text editable with AI Here Are the Creative Design AI Features Actually Worth Your Time Generate Background automatically replaces the background of images with AI content Photoshop 25.9 also adds a second new generative AI tool, Generate Background. It enables users to generate images – either photorealistic content, or […]

  • Jembatan Teupin Reudeup Aceh Jadi yang Tersulit Dikerjakan, Ini Alasannya

    Jembatan Teupin Reudeup Aceh Jadi yang Tersulit Dikerjakan, Ini Alasannya

    • 0Komentar

    Danyon Zipur 16 Letkol CZI Rudy Haryanto menyebut pembangunan jembatan darurat Teupin Reudeup di kawasan Awe Geutah menjadi pekerjaan paling menantang karena medan sulit dan ruang kerja terbatas, padahal jembatan tersebut berperan vital sebagai penghubung jalur alternatif Bireuen–Lhokseumawe serta akses logistik warga. ACEH | HITV –  Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyon Zipur) 16, Letkol CZI […]

  • Sudah Saatnya Seluruh Kepala Daerah Bersatu Meringankan Beban Banjir di Sumatra

    Sudah Saatnya Seluruh Kepala Daerah Bersatu Meringankan Beban Banjir di Sumatra

    • 0Komentar

    Oleh: Ismail Ratusimbangan BENCANA banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya peristiwa alam biasa. Ia adalah pengingat keras bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan tetap berada dalam satu ikatan nasib. Ketika sebagian wilayah kita tenggelam oleh hujan ekstrem, rumah-rumah hanyut, fasilitas umum rusak, dan ribuan warga terpaksa mengungsi, maka sejatinya seluruh daerah […]

  • Warga Desa Posek Sepakati Lokasi Kampung Nelayan Perikanan, Dipusatkan di RT 01/RW 06 Dusun III

    Warga Desa Posek Sepakati Lokasi Kampung Nelayan Perikanan, Dipusatkan di RT 01/RW 06 Dusun III

    • 0Komentar

    Musyawarah warga Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, akhirnya menetapkan satu lokasi pembangunan Kampung Nelayan Perikanan setelah melalui pembahasan yang melibatkan pemerintah desa, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat lingkungan, hingga tokoh masyarakat dan pemuda. LINGGA, HITV — Kesepakatan itu dicapai dalam musyawarah desa yang digelar pada Selasa (13/5/2026) di rumah salah seorang warga […]

  • Warga Perumahan Bengrah Jaya Cijantung, Sampaikan Aduan Ke Puspom Angkatan Darat

    Warga Perumahan Bengrah Jaya Cijantung, Sampaikan Aduan Ke Puspom Angkatan Darat

    • 0Komentar

    Perwakilan Warga Perumahan Bengrah Cijantung Kecamatan Pasar Rebo Kota Jakarta Timur, pada hari Kamis 21 Nopember 2024, telah menyampaikan pengaduan masyarakat ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat di Gambir Jakarta Pusat. (Dok/Foto/Rosad) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Pengaduan warga Bengrah Cijantung ke Puspomad tersebut diwakili oleh Kolonel (Purn) Ir Martinus Siswanto Prayogo dan Palyudha serta didampingi […]

expand_less