Para Supir Bus Sekolah di Lingga Keluhkan Tunggakan Honor Empat Bulan, F-SPSI NIBA Desak Pemerintah Bertindak
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua F-SPSI Kabupaten Lingga didampingi jajaran (berkacamata)
Penulis: Ruslan LGA
Para supir bus sekolah di Kabupaten Lingga mengungkapkan keluhan terkait belum dibayarkannya honor mereka selama empat bulan terakhir, sejak bulan April hingga Juli 2025. Situasi ini tak hanya memberatkan kehidupan para supir, tetapi juga berisiko mengganggu kelancaran aktivitas pendidikan siswa yang bergantung pada layanan bus sekolah.
HITVBERITA.COM | Lingga – Seorang supir bus sekolah yang enggan disebutkan namanya menceritakan kesulitan yang dihadapi mereka selama ini. Saat ditemui awak media Hitvberita.com, ia pun mengungkapkan keluh-kesah yang menjadi dilema.
“Kami tidak bermaksud menghambat proses belajar anak-anak bersekolah, kami akan tetap bekerja demi anak-anak sekolah tersebut, tetapi hak kami sebagai supir juga harus dipenuhi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun sudah bangun sejak subuh untuk mengoperasikan bus dan memastikan siswa-siswi sampai di sekolah tepat waktu, kondisi finansial nya kian terhimpit dengan belum dibayarkannya gaji.
“Kami ikut berperan mencerdaskan anak-anak bangsa, namun seolah jerih payah kami tidak dihargai,” keluhnya.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah supir bus lainnya bahkan terhambat untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) mereka karena keterbatasan dana akibat honor yang belum dibayarkan.
“Beberapa rekan kami terpaksa tidak bisa memperpanjang SIM-nya, padahal itu adalah kewajiban untuk tetap bekerja,” ujar supir tersebut.
Menanggapi keluhan itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F SPSI) NIBA Kabupaten Lingga, Christophorus Mercurius, menyatakan keprihatinannya.
Ia pun mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. “Jangan suruh orang bekerja tapi haknya tidak diberikan. Pemerintah dan instansi terkait harus bertanggung jawab dan segera membayarkan honor para supir bus sekolah,” tegas Christophorus Mercurius.
Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F SPSI) NIBA juga mengharapkan pemerintah daerah dapat memberikan kejelasan terkait pembayaran honor supir bus sekolah. Hal ini dianggap penting demi kelancaran transportasi siswa dan untuk menjaga kesejahteraan para supir yang telah berkontribusi besar dalam mendukung dunia pendidikan di Kabupaten Lingga. (//)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar