Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pesan Serius di Balik Karnaval: Apjati Bima-Dompu Tegaskan Perlawanan terhadap Sindikat Tenaga Kerja Ilegal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • print Cetak

Pesan Serius di Balik Karnaval: Apjati Bima-Dompu Tegaskan Perlawanan terhadap Sindikat Tenaga Kerja Ilegal. (Foto/Sahbudin/HITV)

Penulis: Sahbudin, S.Pd.i

Kemeriahan karnaval kendaraan berhias dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Bima, Senin (25/8/2025), menjadi ruang publik untuk pesta rakyat. Namun, di balik sorak-sorai ribuan warga, terselip pesan serius yang digaungkan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Bima-Dompu: melawan sindikat pemberangkatan tenaga kerja ilegal.

HITVBERITA.COM | Bima – Apjati tampil dengan kendaraan bak rumah berjalan, dihiasi bendera merah putih dan spanduk besar bertuliskan ajakan bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Slogan lain, “Apjati Bima-Dompu Sikat Sindikat Non-Prosedural”, terpampang tegas sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik yang selama ini menjerat warga di daerah ini.

“Bima dan Dompu adalah daerah kantong pekerja migran. Kami ingin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan tidak tergoda bujuk rayu sindikat ilegal. Jalur resmi itu ada, lebih aman, dan jelas perlindungannya,” kata Ketua Apjati Bima-Dompu saat ditemui usai parade.

CATATAN Hitvberita.com menunjukkan, sejumlah kasus pekerja migran ilegal asal Bima dan Dompu masih berulang. Pada 2023, belasan warga asal Kecamatan Wera dan Kempo dipulangkan dalam kondisi memprihatinkan setelah berangkat melalui jalur non-prosedural. Sebagian tidak digaji, bahkan ada yang menjadi korban kekerasan.

Menurut Apjati, maraknya sindikat ini tak lepas dari minimnya informasi dan himpitan ekonomi yang membuat warga mudah tergiur iming-iming kerja cepat dengan biaya murah. “Padahal, jalur itu sama sekali tidak memberi perlindungan. Begitu terjadi masalah, mereka ditinggalkan begitu saja,” ujar perwakilan Apjati.

PERLINDUNGAN pekerja migran sesungguhnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Regulasi ini menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, berkewajiban memberikan jaminan perlindungan sejak pra-penempatan, masa bekerja di luar negeri, hingga purna penempatan.

UU tersebut juga melarang keras praktik penempatan tenaga kerja non-prosedural. Setiap perusahaan penempatan pekerja migran wajib memiliki izin resmi dan menjalankan standar perekrutan yang transparan. Pemerintah daerah, termasuk kabupaten dan kota, diberi mandat untuk melakukan sosialisasi, pembinaan, serta penindakan terhadap sindikat ilegal.

“Kalau aturan ini benar-benar dijalankan, masyarakat tidak akan mudah jatuh ke perangkap sindikat. Karena itu, kami ingin menegaskan kembali pentingnya jalur resmi,” kata Ketua Apjati menambahkan.

DALAM karnaval tersebut, perwakilan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) dan sejumlah sponsor resmi ikut hadir di atas kendaraan berhias. Apjati menyebut keberadaan mereka sebagai simbol nyata bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja migran.

Apjati tampil dengan kendaraan bak rumah berjalan, dihiasi bendera merah putih dan spanduk besar bertuliskan ajakan bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. (Foto/Sah/HITV)

Di sepanjang jalur parade, perhatian warga juga tersita oleh penampilan tiga pengurus Apjati—Fifi, Hajna, dan Sulastri—yang menari mengiringi arak-arakan. Namun, di balik hiburan itu, pesan sosial yang disuarakan organisasi ini tetap menjadi sorotan utama.

Di Carnaval HUT RI ke-80 itu, perhatian warga pun tersita oleh penampilan tiga pengurus Apjati—Fifi, Hajna, dan Sulastri—yang menari heboh  mengiringi arak-arakan. (Foto/Sahbudin/HITV)

Apjati Bima-Dompu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bima, khususnya Dinas Tenaga Kerja, yang telah memberi kesempatan berpartisipasi.

“Semoga karnaval tahun depan bukan hanya lebih meriah, tetapi juga terus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat,” ujar perwakilan Apjati. (///)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Belitung Laksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025

    Polres Belitung Laksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung — Polres Belitung melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2026, bertempat di Desa Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan, pada Kamis (8/1/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan panen raya ini merupakan salah satu bentuk dukungan aktif Polres Belitung terhadap kebijakan pemerintah dalam […]

  • Pemerintah Kabupaten Belitung Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana Angin Puting Beliung

    Pemerintah Kabupaten Belitung Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana Angin Puting Beliung

    • 1Komentar

    Pemerintah Kabupaten Belitung Menyerahkan Bantuan Cadangan Pangan Pokok Berupa Beras Kepada Warga Yang Terdampak Bencana Angin Puting Beliung Di Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. HITVBERITA.COM | BELITUNG – Penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada Rabu, 12 Maret 2025, bertempat di Jalan Diponegoro, dan berlangsung lancar serta kondusif. Bantuan pangan berupa beras ini diserahkan kepada dua […]

  • Miris, Pelabuhan Sebong Terbengkalai: Warga Harus Jemput Penumpang di Tengah Laut

    Miris, Pelabuhan Sebong Terbengkalai: Warga Harus Jemput Penumpang di Tengah Laut

    • 0Komentar

    Kondisi Pelabuhan Sebong di Desa Sebong, Kabupaten Kepulauan Lingga, kini memprihatinkan. Pelabuhan yang dahulu menjadi salah satu titik penting aktivitas transportasi laut warga itu kini terbengkalai dan tidak lagi dapat difungsikan. LINGGA, HITV— Kerusakan parah pada fasilitas pelabuhan membuat kapal feri tidak dapat bersandar. Pelabuhan tersebut bahkan tidak lagi memiliki pancang atau sembuang untuk tempat […]

  • “Yohanna”, Potret Sunyi dari Sumba: Ketika Kemanusiaan Menjadi Bahasa Bersama

    “Yohanna”, Potret Sunyi dari Sumba: Ketika Kemanusiaan Menjadi Bahasa Bersama

    • 0Komentar

    Film Yohanna tidak sekadar hadir sebagai tontonan, melainkan sebagai cermin yang memantulkan realitas sosial yang kerap luput dari perhatian. Berlatar Sumba, Nusa Tenggara Timur, film ini mengajak penonton menelusuri lapisan-lapisan kemanusiaan—dari luka akibat bencana hingga keteguhan harapan yang tumbuh di tengah keterbatasan. JAKARTA, HITVberita — Mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 9 April 2026, […]

  • Menjaga Jalan, Menjaga Harapan: Suara Driver Ojol dari Pangkalan Bun

    Menjaga Jalan, Menjaga Harapan: Suara Driver Ojol dari Pangkalan Bun

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Pagi baru saja beranjak. Udara di Pangkalan Bun masih bercampur antara embun dan debu jalanan ketika puluhan pengemudi ojek online (ojol) bergegas menuju lapangan praktik uji SIM Satlantas Polres Kotawaringin Barat, Senin (1/9/2025). Jaket hijau dan hitam yang mereka kenakan tampak lusuh, sebagian basah oleh keringat karena menuntaskan beberapa order sebelum […]

  • Pramono Anung Ajak Mahasiswa Pascasarjana UB Jakarta Ikut Bangun Kota Global

    Pramono Anung Ajak Mahasiswa Pascasarjana UB Jakarta Ikut Bangun Kota Global

    • 0Komentar

    Penulis: Abdul Rosad Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak mahasiswa pascasarjana Universitas Brawijaya Kampus Jakarta berperan aktif dalam transformasi ibu kota menuju kota global yang berbudaya. HITVBERITA.COM | Jakarta — Orientasi pendidikan mahasiswa baru program doktor dan magister Universitas Brawijaya Kampus Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 digelar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/8/2025). Acara tunggal […]

expand_less