Warga Sambut Antusias Pembangunan JPO GOR Ciracas, Akses Penyeberangan Dinilai Lebih Aman dan Manusiawi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Warga Sambut Antusias Pembangunan JPO GOR Ciracas, Akses Penyeberangan Dinilai Lebih Aman dan Manusiawi. (Dok/Foto/Victor)
Harapan panjang masyarakat akan tersedianya fasilitas penyeberangan yang aman di kawasan Jalan Raya Bogor, tepatnya di sekitar GOR Ciracas, akhirnya mulai terwujud.
JAKARTA, HITV– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta resmi merealisasikan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) GOR Ciracas, sebuah infrastruktur yang diyakini akan meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program infrastruktur Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta pada Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp8.746.350.890. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Pangindo Ham Mbue, dengan pengawasan PT Wahana Prakarsa Utama, serta memiliki masa pelaksanaan selama 210 hari kalender.
Keberadaan proyek ini disambut penuh suka cita oleh warga di wilayah Kecamatan Ciracas maupun Kecamatan Pasar Rebo. Selama bertahun-tahun, ruas Jalan Raya Bogor dikenal sebagai salah satu jalur dengan volume kendaraan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat aktivitas menyeberang jalan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pelajar, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan GOR Ciracas.
Bagi masyarakat, pembangunan JPO bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan memberikan rasa aman yang selama ini mereka dambakan. Dengan adanya fasilitas penyeberangan yang representatif, warga berharap risiko kecelakaan lalu lintas akibat penyeberang jalan dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, keberadaan JPO juga dipandang sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan masyarakat. Infrastruktur publik yang dibangun bukan hanya untuk memperlancar mobilitas kendaraan, tetapi juga memastikan hak pejalan kaki memperoleh ruang yang aman, nyaman, dan layak.
Kawasan GOR Ciracas sendiri merupakan salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Selain menjadi akses utama menuju berbagai kawasan permukiman, jalur tersebut juga menjadi lintasan kendaraan dari dan menuju Jakarta maupun wilayah penyangga di timur ibu kota. Tidak mengherankan apabila kebutuhan akan fasilitas penyeberangan telah lama menjadi aspirasi warga.
Respons positif masyarakat pun mengalir seiring dimulainya pekerjaan konstruksi. Banyak warga berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan. Kehadiran JPO diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan keselamatan, khususnya pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan sangat padat.
Lebih dari itu, pembangunan JPO GOR Ciracas dinilai menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun kota yang semakin ramah bagi pejalan kaki. Kebijakan pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berorientasi pada kendaraan bermotor, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kualitas ruang publik.
Masyarakat berharap setelah JPO rampung, pemerintah juga melengkapi fasilitas pendukung seperti penerangan yang memadai, kamera pengawas (CCTV), akses bagi penyandang disabilitas, serta pemeliharaan rutin agar jembatan tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Berikut naskah berita yang telah diracik ulang dengan alur yang lebih runtut, bernas, informatif, serta bergaya penulisan khas Kompas yang mengedepankan fakta, konteks, dan suara publik.
Nomor Kontak di Papan Proyek JPO GOR Ciracas Sulit Dihubungi, Warga Pertanyakan Fungsi PIC Pengawasan
Keberadaan nomor kontak penanggung jawab (Person in Charge/PIC) yang tercantum pada papan proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan GOR Ciracas, Jakarta Timur, menuai keluhan dari warga.
Nomor WhatsApp 0821-6902-XXXX
atas nama Agam yang dicantumkan sebagai PIC pengawasan proyektor disebut sulit dihubungi, baik melalui panggilan telepon maupun pesan singkat.
Padahal, menurut warga, informasi kontak tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan pihak pelaksana proyek apabila terdapat pertanyaan maupun masukan terkait pekerjaan yang sedang berlangsung.
Salah seorang warga yang tinggal di Jalan Pedati Selatan, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, mengaku telah berupaya menghubungi nomor tersebut untuk memperoleh informasi mengenai rencana pembangunan JPO.
“Kami hanya ingin mendapatkan informasi apakah pembangunan JPO ini nantinya juga akan terintegrasi dengan halte busway atau tidak. Namun, nomor yang tertera di papan proyek tidak pernah merespons,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Baron. Ia mengaku telah beberapa kali mencoba menghubungi PIC pengawasan proyek melalui telepon maupun WhatsApp, tetapi tidak pernah mendapat tanggapan.
“Percuma nomor itu dipasang di papan proyek kalau ternyata tidak bisa dihubungi. Seharusnya kontak tersebut benar-benar aktif agar masyarakat mudah memperoleh informasi,” katanya.
Menurut warga, pencantuman nomor kontak pada papan proyek bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan juga menjadi bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Karena itu, mereka berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait segera memastikan nomor layanan yang dicantumkan benar-benar aktif dan responsif.
Warga juga meminta agar pengawasan terhadap pelayanan informasi proyek ditingkatkan. Mereka menilai komunikasi yang baik antara pelaksana proyek dan masyarakat penting untuk menghindari kesalahpahaman serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pembangunan.
Hingga berita ini disusun, nomor WhatsApp atas nama Agam yang tercantum sebagai PIC pengawasan proyek belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.Judul ini tetap berimbang karena menyajikan keluhan warga sebagai fakta yang dikaitkan dengan upaya konfirmasi, tanpa menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum ada tanggapan dari pihak terkait.
Pembangunan JPO GOR Ciracas menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah infrastruktur yang tampak sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Ketika keselamatan pejalan kaki menjadi prioritas, maka pembangunan tidak hanya menghadirkan kemajuan fisik, tetapi juga mencerminkan hadirnya negara dalam melindungi setiap warganya melalui pelayanan publik yang berkualitas. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jakarta
- Penulis: Redaksi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.