Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Prof Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto dan negara tidak boleh kalah oleh strategi spekulatif para pengusaha kaya yang dinilai tidak berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.

JAKARTA | HITV – Hal tersebut disampaikan Prof Sutan saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan daring, termasuk dari luar negeri, di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Prof Sutan, perputaran ekonomi nasional sangat bergantung pada belanja kelompok berpenghasilan tinggi. Namun, realitas yang terjadi justru sebaliknya. Banyak orang kaya memilih menumpuk dana di rekening, memburu dolar AS, emas, atau saham, serta membelanjakan kekayaannya di luar negeri.

>“Uang para orang kaya seharusnya menghidupkan pasar dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia, bukan justru mengalir ke luar negeri tanpa dampak bagi ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini pemerintah menanggung beban besar pengangguran, sementara para pemilik modal enggan melakukan terobosan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Karena itu, Prof Sutan mendorong Presiden Prabowo untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang mengarahkan kelompok pengusaha kaya agar lebih aktif membantu negara menciptakan lapangan kerja.

Prof Sutan juga menekankan pentingnya strategi pemerintah dalam menjaga agar para pengusaha besar tetap “satu kamar” dengan negara. Artinya, merasa aman dan nyaman berusaha serta membelanjakan kekayaannya di Indonesia.

>“Negara harus menyiapkan ruang dan strategi khusus agar para orang kaya tidak kabur ke luar negeri. Jika mereka tidak merasa aman dan nyaman, maka para menteri harus bertanggung jawab menyiapkan solusinya,” tegasnya.

Di sisi lain, Prof Sutan mengingatkan kondisi ekonomi masyarakat yang kian tertekan. Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS berdampak langsung pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok, sementara pendapatan masyarakat cenderung stagnan atau menurun.

Ia menggambarkan, nilai Rp1 juta pada 2026 setara dengan sekitar Rp300 ribu pada 2005 dari sisi daya beli. Akibatnya, masyarakat kelas menengah kini nyaris tak memiliki tabungan dan banyak yang terjerat pinjaman online (pinjol) hanya untuk bertahan hidup.

>“Kondisi ini sudah mengarah pada super krisis bagi masyarakat kecil dan menengah. Banyak yang hanya mampu makan satu hingga dua kali sehari dengan makanan seadanya,” kata Prof Sutan.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil alih kendali jalur ekonomi nasional dan memastikan kekuatan modal besar berpihak pada kepentingan rakyat dan negara, bukan justru melemahkan perekonomian Indonesia. (/*/*/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Parit Rempak Gotong Royong Bangun Lampu Colok Sambut Idulfitri 1447 H

    Pemuda Parit Rempak Gotong Royong Bangun Lampu Colok Sambut Idulfitri 1447 H

    • 0Komentar

    Menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Ikatan Pemuda Parit Rempak Parit Lapis (IPRALIS) menggelar kegiatan pembuatan lampu colok tradisional di kawasan Parit Rempak, Jalan Pelabuhan Roro, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. KARIMUN, HITV— Menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Ikatan Pemuda Parit Rempak Parit Lapis (IPRALIS) menggelar […]

  • Mutasi Terselubung di SMAN 4 Depok, Disdik Jabar Diminta Jangan Tutup Mata!

    Mutasi Terselubung di SMAN 4 Depok, Disdik Jabar Diminta Jangan Tutup Mata!

    • 0Komentar

    Mamad Mahfudin, Kepala Sekolah SMAN 4 dan SMAN 4 Terbuka Depok. (Foto/El/Hitv) Penulis: Erwin Lubis Kebijakan Kepala SMAN 4 Depok, Mamad Mahpudin, memindahkan dua siswa yang tidak naik kelas ke SMAN 4 Terbuka menuai kritik. Mamad berkeras langkah itu sah dan bukan mutasi, lantaran dirinya tetap menjabat kepala sekolah di dua satuan pendidikan tersebut. HITVBERITA.COM […]

  • UWTO dan PBB, Beban Ganda yang Gerus Daya Saing Batam

    UWTO dan PBB, Beban Ganda yang Gerus Daya Saing Batam

    • 0Komentar

    Kepala Kanwil Pandu Tani Indonesia, Awaluddin, sebut UWTO dan PBB, beban ganda yang gerus daya saing Kota Batam. (Foto/Ritonga/Hitv) Penulis: M Zulkifli Ritonga Kebijakan pungutan ganda di Batam memantik keluhan pelaku usaha. Selain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pengusaha di kota ini masih harus membayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) atau sewa lahan […]

  • Saiful Chaniago Apresiasi Tanggapan Cepat Prabowo Terhadap Kebijakan Ekonomi Donald Trump!

    Saiful Chaniago Apresiasi Tanggapan Cepat Prabowo Terhadap Kebijakan Ekonomi Donald Trump!

    • 1Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Saiful Chaniago, memberikan apresiasi atas respons cepat Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam menghadapi kebijakan ekonomi terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengenakan tarif impor sebesar 32 persen kepada produk Indonesia. HITVBERITA.COM | Jakarta– Baru-baru ini, kebijakan ekonomi Donald Trump yang menaikkan tarif impor hingga 32 persen bagi produk […]

  • HUT ke-25 PSMTI: 150 Wisatawan Singapura Disambut dengan Tradisi Melayu

    HUT ke-25 PSMTI: 150 Wisatawan Singapura Disambut dengan Tradisi Melayu

    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG | HITV – Sebanyak 150 wisatawan dari Singapura disambut meriah melalui kolaborasi antara PSMTI Tanjungpinang–Bintan, Hulubalang Kepri, dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kerjasama lintas etnis sekaligus upaya mendorong ekonomi berbasis kearifan lokal. Panglima Hulubalang LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Datok Yudi […]

  • Menanam Harapan di Hari Konservasi Alam Nasional

    Menanam Harapan di Hari Konservasi Alam Nasional

    • 0Komentar

    Pagi itu, udara di Pangkalan Bun Park terasa lebih segar dari biasanya. Di antara rindang pepohonan dan riuh warga yang mengikuti car free day, sekelompok anak muda memeluk bibit pohon durian, rambutan, hingga mentawa dengan hati-hati. Bibit-bibit itu, mungil namun penuh janji, dibagikan secara cuma-cuma pada Minggu (10/8/2025) untuk menandai puncak peringatan Hari Konservasi Alam […]

expand_less