Putih Sari: Pentingnya Pendidikan Penggunaan Obat Secara Rasional Aman dan Tepat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari saat memberi sambutan pada kegiatan edukasi bertajuk “Gema Cermat” di Gedung KONI Purwakarta, Jum’at (26/9/2025). (Dok/Foto/Raffa CM/HiTv)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berkolaborasi dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, MM., menggelar sosialisasi dan edukasi bertajuk ‘Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat’ (Gema Cermat).
HITVBERITA.COM | Purwakarta – Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini diselenggarakan di Gedung KONI Kabupaten Purwakarta, Jumat (26/9/2025), dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Program Gema Cermat merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan obat secara rasional, aman, dan tepat. Program ini mendorong masyarakat untuk menjadi lebih bijak dan mandiri dalam menggunakan obat tanpa mengabaikan anjuran tenaga kesehatan yang berwenang.
Dalam sambutannya, drg. Putih Sari menyampaikan pentingnya edukasi mengenai penggunaan obat yang benar. Praktik swamedikasi atau pengobatan mandiri merupakan langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan, namun tetap harus dilakukan dengan pengetahuan yang memadai.
“Masyarakat diberikan kesempatan untuk mampu mengupayakan dirinya agar tetap sehat, bahkan saat sakit ringan. Namun, tetap perlu dibedakan mana obat yang bisa dibeli bebas, dan mana yang harus berdasarkan resep tenaga kesehatan,” kata drg. Putih Sari.
Menurutnya, masih adanya kebiasaan keliru di masyarakat, seperti memberikan obat resep kepada anggota keluarga lain hanya karena memiliki gejala yang serupa, tanpa memperhatikan bahwa setiap obat memiliki indikasi yang berbeda sesuai kondisi pasien.
“Ini kebiasaan yang harus dihindari. Penggunaan obat harus sesuai dengan anjuran dokter. Jangan hanya karena gejalanya mirip, lalu kita menggunakan obat yang sama tanpa konsultasi terlebih dahulu,” ujar politisi partai Gerindra ini.
Tak hanya membahas soal konsumsi obat, kegiatan ini juga mengedukasi peserta tentang penyimpanan obat yang benar serta cara pembuangan obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak terpakai, guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Selain menyasar masyarakat umum, Gema Cermat juga memberikan pemahaman kepada para penjual obat mengenai batasan dalam penjualan obat bebas dan obat yang memerlukan resep dokter. Peserta diberikan informasi mengenai klasifikasi obat, termasuk obat berlabel hijau (obat bebas), biru (obat bebas terbatas), dan merah (obat keras).
“Edukasi ini penting tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga untuk para penjual obat. Mereka harus paham mana yang boleh dijual bebas dan mana yang tidak. Ini soal tanggung jawab bersama,” ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR tersebut.
Dengan diselenggarakannya Gema Cermat di Purwakarta, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya penggunaan obat secara bijak. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menciptakan sistem kesehatan yang partisipatif, aman, dan berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar