Semarak HUT Ke-81 RI, Lomba Makan Kerupuk Balita di Tulehu Jadi Hiburan Warga
- account_circle AYS Prayogie
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Salah satu peserta bernama Samudera, yang masih berusia sekitar 2,5 tahun, bahkan sukses mencuri perhatian. Tingkah polos Samudera saat berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung membuat warga yang hadir tak kuasa menahan tawa. (Dok/Foto/Sammy)
Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Tanah Air. Dari pusat kota hingga pelosok desa, masyarakat dari berbagai elemen bangsa menyambut momentum kemerdekaan dengan penuh antusias melalui beragam kegiatan yang sederhana, tetapi sarat makna.
MALUKU TENGAH, HITV — Kemeriahan itu tidak hanya berlangsung dalam kegiatan berskala besar. Di lingkungan masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga desa dan kelurahan, warga turut menghidupkan suasana kemerdekaan dengan berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan peserta yang diikuti oleh orang dewasa, anak-anak remaja, hingga anak-anak balita.
“Salah satu kemeriahan tersebut terlihat di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Di tengah kesederhanaan pelaksanaan kegiatan, lomba makan kerupuk tingkat balita justru mampu menghadirkan suasana penuh tawa dan keceriaan bagi warga yang menyaksikannya.
LOMBA yang diikuti anak-anak berusia di bawah lima tahun itu menjadi salah satu momen yang paling menghibur. Tingkah polos para peserta saat berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung membuat warga yang hadir tak kuasa menahan tawa.
Salah satu peserta bernama Samudra yang masih berusia sekitar 2,5 tahun, bahkan sukses mencuri perhatian. Sebelum perlombaan dimulai, para peserta telah diberikan petunjuk bahwa kedua tangan harus diletakkan di belakang punggung dan tidak boleh digunakan untuk membantu mengambil kerupuk.
Namun, namanya juga balita.
Begitu perlombaan dimulai, Samudera tampaknya memiliki strategi sendiri. Alih-alih mengikuti aturan dengan kedua tangan tetap di belakang, ia justru spontan mengangkat kedua tangannya dan memegang kerupuk yang tergantung di hadapannya.
Aksi polos tersebut sontak mengundang gelak tawa warga. Tidak sedikit penonton yang bersorak sambil tertawa melihat tingkah Samudra yang tampak serius berusaha memenangkan perlombaan dengan caranya sendiri.
Momen sederhana itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Tidak ada ketegangan, tidak ada tuntutan untuk menang, yang ada hanyalah kegembiraan melihat anak-anak kecil menikmati suasana perayaan kemerdekaan.
Bagi warga, lomba tersebut bukan sekadar permainan untuk memperebutkan hadiah. Di balik kesederhanaannya, kegiatan itu menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI sekaligus membangun kebersamaan antar warga.
Menanamkan Makna Kemerdekaan Sejak Dini
PERAYAAN HUT ke-81 Kemerdekaan RI memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kemeriahan perlombaan. Momentum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bagi anak-anak, khususnya mereka yang masih berusia balita, perayaan semacam ini merupakan pengalaman berharga. Meskipun belum sepenuhnya memahami sejarah perjuangan bangsa, mereka mulai diperkenalkan dengan suasana perayaan kemerdekaan, kebersamaan, persaudaraan dan kegembiraan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.
Keceriaan yang mereka rasakan hari ini diharapkan menjadi kenangan yang melekat hingga mereka tumbuh dewasa. Dari lomba sederhana di lingkungan tempat tinggal, anak-anak belajar bahwa kemerdekaan juga dirayakan dengan kebersamaan, saling menghargai dan berbagi kebahagiaan.
Suasana seperti yang terjadi di Desa Tulehu menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu membutuhkan kegiatan besar dan biaya mahal. Dengan kreativitas dan gotong royong warga, kegiatan sederhana pun mampu menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang.
Lomba makan kerupuk para balita akhirnya bukan hanya menjadi tontonan lucu, tetapi juga menjadi gambaran kecil bagaimana semangat kemerdekaan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, tradisi perlombaan 17 Agustus tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Tawa anak-anak, sorak warga dan kebersamaan di lingkungan RT/RW menjadi warna yang memperkaya perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari desa hingga kota, dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya mengambil bagian dalam merayakan kemerdekaan dengan caranya masing-masing.
Merdeka bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menanamkan semangat persatuan, kebersamaan dan cinta Tanah Air kepada generasi penerus bangsa. (\•/)
Editor: Prayogie
Sumber: HITV Maluku Tengah
- Penulis: AYS Prayogie







Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.