Rabu, 30 Sep 2026
light_mode

SMA Negeri 6 Kota Depok Kedepankan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan BOPD

  • account_circle Erwin Lubis
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

Kepala SMA Negeri 6 Kota Depok, Usep Kasman, M.Pd., menegaskan komitmen sekolah yang dipimpinnya untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

DEPOK, HITV — Komitmen itu ditunjukkan dengan menyampaikan gambaran realisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) kepada para orang tua dan wali peserta didik.

Bagi Usep, keterbukaan mengenai pengelolaan anggaran bukan sekadar persoalan administratif atau kewajiban menyampaikan laporan keuangan. Transparansi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Dalam penyampaian tersebut, Usep memberikan gambaran mengenai pemanfaatan anggaran BOSP dan BOPD yang digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan penyelenggaraan pendidikan, operasional sekolah, layanan pembelajaran, serta program-program yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan.

Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana anggaran pendidikan dikelola dan diarahkan untuk mendukung kepentingan peserta didik.

Keterbukaan Jadi Bagian dari Tata Kelola

USEP Kasman memandang pengelolaan dana pendidikan harus dilakukan secara efektif, efisien, tepat sasaran, serta mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Karena itu, penyampaian realisasi anggaran kepada orang tua memiliki arti penting. Orang tua tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang dapat memahami, memberikan masukan, dan ikut mengawasi pemanfaatan anggaran sekolah.

Transparansi tersebut menjadi penting karena dana pendidikan pada hakikatnya harus memberikan manfaat langsung terhadap keberlangsungan dan peningkatan kualitas proses pendidikan.

Dengan membuka informasi mengenai pemanfaatan BOSP dan BOPD, sekolah dapat menunjukkan keterkaitan antara anggaran yang dikelola dengan kebutuhan nyata dalam penyelenggaraan pendidikan.

Bagi Usep, keterbukaan juga menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan tata kelola sekolah yang sehat. Pengelolaan anggaran yang terbuka akan lebih mudah dipahami ketika disertai komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua.

Bangun Kepercayaan melalui Partisipasi

PENGELOLAAN anggaran pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan membangun kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut tidak cukup hanya dengan pernyataan, tetapi harus dibangun melalui praktik pengelolaan yang dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Sekolah perlu memastikan bahwa informasi mengenai penggunaan anggaran dapat dipahami secara proporsional, sementara orang tua memiliki ruang untuk memperoleh penjelasan mengenai program dan kebutuhan yang menjadi prioritas sekolah.

Pola komunikasi semacam itu diharapkan dapat mencegah munculnya kesalahpahaman sekaligus memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan keluarga peserta didik.

Usep Kasman menempatkan transparansi sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang berintegritas. Pengelolaan dana BOSP dan BOPD tidak hanya berbicara tentang berapa besar anggaran yang tersedia, tetapi juga mengenai bagaimana anggaran tersebut direncanakan, digunakan, dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Anggaran Harus Kembali untuk Kepentingan Pendidikan

PADA akhirnya, ukuran keberhasilan pengelolaan anggaran sekolah bukan semata-mata terletak pada tertibnya administrasi, tetapi juga pada sejauh mana anggaran tersebut mampu mendukung kebutuhan pendidikan.

Dana yang dikelola sekolah harus diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran, pelayanan kepada peserta didik, kebutuhan operasional, serta berbagai program yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, transparansi yang dilakukan SMAN 6 Kota Depok di bawah kepemimpinan Usep Kasman menjadi bagian dari upaya memperkuat pertanggungjawaban publik dalam pengelolaan dana pendidikan.

Keterbukaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Ketika informasi anggaran disampaikan secara terbuka dan komunikasi berjalan dua arah, pengawasan terhadap penggunaan dana pendidikan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Langkah itu pada akhirnya diharapkan mampu memastikan pengelolaan BOSP dan BOPD berlangsung secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik.

Sebab, transparansi anggaran bukan sekadar memperlihatkan penggunaan uang, melainkan menunjukkan bagaimana sebuah lembaga pendidikan mempertanggungjawabkan amanah publik yang dipercayakan kepadanya. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: MIO Indonesia Kota Depok

  • Penulis: Erwin Lubis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan Ksatria Bhayangkara, Polres Karimun Teguhkan Komitmen Integritas dan Profesionalisme

    Renungan Ksatria Bhayangkara, Polres Karimun Teguhkan Komitmen Integritas dan Profesionalisme

    • 0Komentar

    Polres Karimun menggelar kegiatan Renungan Ksatria Bhayangkara sebagai momentum refleksi dan penguatan nilai-nilai integritas bagi seluruh personel Polri. KARIMUN | HITV — Kegiatan renungan yang dilaksanakan di Lapangan Apel Bhayangkara Polres Karimun, pada Rabu malam, 17 Desember 2025, pukul 20.30–21.30 WIB tersebut, menjadi sarana introspeksi untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, seperti semangat […]

  • Gelar Wayang Kulit Ki Dalang Eko Suwarno: Sosialisasi Bahaya Narkoba Melalui Seni Budaya

    Gelar Wayang Kulit Ki Dalang Eko Suwarno: Sosialisasi Bahaya Narkoba Melalui Seni Budaya

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BANYUMAS – Dalam rangka berpartisipasi aktif dalam rangka memerangi terkait ancaman bahaya narkoba, Pemerintah Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, melakukan sosialisasi lewat media seni budaya pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Eko Suwarno di Lapangan Derik, Desa Karanggintung, hari Sabtu, 16 November 2024. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, […]

  • Uji Coba Makan Bergizi Gratis Di MBS Bogor, Ditinjau Langsung Oleh Wapres

    Uji Coba Makan Bergizi Gratis Di MBS Bogor, Ditinjau Langsung Oleh Wapres

    • 0Komentar

    Simulasi Makan Bergizi Gratis, yang merupakan program dari Presiden Prabowo, telah dilaksanakan di berbagai tempat di Indonesia, dan Hari Ini Rabu 11 Desember 2024, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo yang terletak di Jalan Mas Nur Desa Jampang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Jawa Barat, […]

  • Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    • 0Komentar

    Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), meninggal dunia pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung. JAKARTA | HITV – Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, menjelaskan bahwa almarhum sempat menghadiri Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan […]

  • Pelayanan Publik Keliling Jangkau Desa, Warga Kutamanah Antusias

    Pelayanan Publik Keliling Jangkau Desa, Warga Kutamanah Antusias

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pemerintah Kabupaten Purwakarta menghadirkan program pelayanan publik keliling guna memperluas akses layanan pemerintahan bagi warga di wilayah terpencil. Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, menjadi lokasi penyelenggaraan layanan tersebut pada Selasa (26/8/2025). HITVBERITA.COM | Purwakarta – Sedikitnya 17 jenis layanan dibuka dalam kegiatan ini. Mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, perbankan, program Keluarga […]

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Lingga

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Lingga

    • 0Komentar

    Sebanyak 42 karung pasir timah dengan nilai sekitar Rp1,33 miliar diamankan bersama seorang terduga pelaku dalam operasi patroli di Perairan Pekajang Besar. LINGGA | HITV – TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 1,6 ton pasir timah ilegal di Perairan Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Dalam operasi itu, aparat mengamankan 42 karung pasir timah […]

expand_less