Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

Tekan Impor BBM, Pertamina Groundbreaking Dua Proyek Energi Hijau

  • account_circle Tata Rusmanto
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

Pertamina menancapkan tonggak baru dalam energi bersih Indonesia. Peerusahaan pelat merah ini memulai pembangunan pabrik bioethanol di Banyuwangi dan memperluas kilang hijau di Cilacap.

JAKARTA | HITV – PT Pertamina (Persero) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek energi alternatif yang diharapkan dapat membantu Indonesia menekan impor bahan bakar minyak (BBM).

Kedua proyek tersebut meliputi pembangunan pabrik bioethanol di Banyuwangi, Jawa Timur, serta perluasan fasilitas kilang hijau (bio-refinery) di Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya merupakan bagian dari groundbreaking proyek hilirisasi Danantara Indonesia fase 1 yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026).

Untuk proyek bioethanol di Banyuwangi, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan, inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi impor BBM senilai USD 13,9 juta.

“Upaya Ini akan menekan impor BBM dan menekan emisi karbon. Melalui substitusi impor BBM senilai USD 13,9 juta USD akan dicapai ketahanan energi, Dan melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton CO2,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, Pertamina akan mengolah tetes tebu (molase), yang selama ini merupakan residu produksi gula, menjadi bioethanol dengan kapasitas mencapai 30 ribu kiloliter (kl). Bahan baku tersebut akan dipasok dari pabrik gula milik PTPN III di Glenmore, Banyuwangi.

Bioethanol yang dihasilkan nantinya akan dicampur di terminal BBM sebelum didistribusikan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Saat ini sudah terdapat 177 SPBU di Pulau Jawa yang menyalurkan Pertamax Green 95, produk Pertamina dengan kandungan ethanol 5 persen, yang merupakan bentuk energi bersih,” tuturnya.

Selain fasilitas bioethanol, Pertamina juga melakukan groundbreaking perluasan proyek kilang hijau di Cilacap. Melalui proyek ini, kapasitas produksi akan ditingkatkan dari 3.000 barel per hari menjadi 6.000 barel per hari.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, kilang hijau tersebut akan mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, termasuk bioavtur.

Menurutnya, proyek ini sejalan dengan program hilirisasi pemerintah dan mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencapai swasembada energi.

“Ini bisa mengurangi impor dan mengurangi defisit neraca transaksi berjalan. Dan ini juga bisa menghasilkan multiplier effect yang bisa menurunkan karbon emisi,” ujarnya. (tr)

  • Penulis: Tata Rusmanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapas Tanjungpandan Perkuat Sinergitas  Bersama Sejumlah Organisasi Pers Belitung

    Bapas Tanjungpandan Perkuat Sinergitas Bersama Sejumlah Organisasi Pers Belitung

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung Info Pas – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus memperkuat sinergitas Bersama Pers sebagai salah satu mitra kerja pelaksanaan tugas. Bertempat di Sekretariat Bersama Kelompok Media Pemburu Berita (POKMARUTA) Rabu (23/10) Bapas Tanjungpandan meghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Pokmaruta sekaligus menjalin silaturahmi dan komunikasi Bersama insan pers Belitung dari berbagai kelompok organisasi […]

  • Polres Lingga Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Angin Kencang di Desa Penaah

    Polres Lingga Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Angin Kencang di Desa Penaah

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    Polres Lingga berkomitmen untuk terus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. HITVBERITA.COM – LINGGA | Sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Polres Lingga menyalurkan bantuan sosial kepada Kiki Hariyanto, warga Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, yang rumahnya rusak akibat tertimpa pohon kelapa saat angin kencang […]

  • Operasi Patuh Menumbing 2025, Ditlantas Polda Babel Catat 2 Pelanggaran Ini Mendominasi

    Operasi Patuh Menumbing 2025, Ditlantas Polda Babel Catat 2 Pelanggaran Ini Mendominasi

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Polda Bangka Belitung masih menemukan banyaknya pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh Menumbing 2025 yang sedang berlangsung. Tercatat, ada dua pelanggaran yang mendominasi baik yang dilakukan pengendara roda dua maupun roda empat. Dir Lantas Polda Babel Kombes Pol Drs. Pringadhi Supardjan mengatakan selama pelaksanaan Operasi Patuh di Babel ada dua pelanggaran […]

  • Bencana Tanah Bergerak Terjang Karangbanar Ketanda Sumpiuh, Belasan Rumah Rusak dan Puluhan Warga Mengungsi

    Bencana Tanah Bergerak Terjang Karangbanar Ketanda Sumpiuh, Belasan Rumah Rusak dan Puluhan Warga Mengungsi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    Tanah retak dengan kedalaman bervariasi dari 40 cm – 150 cm di lokasi bencana tanah bergerak Kampung Karangbanar Desa Ketanda kecamatan Sumpiuh Banyumas. (dok/ft/Adyt) Penulis: Ahdiyat Guyuran hujan deras memicu bencana tanah bergerak di Dusun Karangbanar, Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas. Puluhan rumah retak, fasilitas umum rusak, dan puluhan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan. HITVBERITA.COM […]

  • Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri, Masuk Istana

    Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri, Masuk Istana

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    Suyudi Ario Seto Ambil Alih Komando Polri, Listyo Dipercaya Memimpin KSP Creeping a Silent Coup or Retooling Strategy? Oleh: Ical Syamsudin, S.Sos, SH. Direktur Eksekutif LBH Jaringan Rakyat PERGANTIAN pucuk pimpinan Polri memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, […]

  • Kayu Tanpa Tuan di Jeti Sungai Asam, Sinyal Bahaya Illegal Logging di Lingga!

    Kayu Tanpa Tuan di Jeti Sungai Asam, Sinyal Bahaya Illegal Logging di Lingga!

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • 0Komentar

      Tumpukan batang kayu misterius di Jeti Sungai Asam, Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, memantik kewaspadaan publik sekaligus menguatkan alarm dugaan praktik penebangan liar yang selama ini membayangi wilayah tersebut. LINGGA | HITV —  Dari pemantauan di lapangan, tumpukan batang kayu misterius yang berada di area Jeti Sungai Asam, Desa […]

expand_less