Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Tekan Impor BBM, Pertamina Groundbreaking Dua Proyek Energi Hijau

  • account_circle Tata Rusmanto
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

Pertamina menancapkan tonggak baru dalam energi bersih Indonesia. Peerusahaan pelat merah ini memulai pembangunan pabrik bioethanol di Banyuwangi dan memperluas kilang hijau di Cilacap.

JAKARTA | HITV – PT Pertamina (Persero) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek energi alternatif yang diharapkan dapat membantu Indonesia menekan impor bahan bakar minyak (BBM).

Kedua proyek tersebut meliputi pembangunan pabrik bioethanol di Banyuwangi, Jawa Timur, serta perluasan fasilitas kilang hijau (bio-refinery) di Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya merupakan bagian dari groundbreaking proyek hilirisasi Danantara Indonesia fase 1 yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026).

Untuk proyek bioethanol di Banyuwangi, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan, inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi impor BBM senilai USD 13,9 juta.

“Upaya Ini akan menekan impor BBM dan menekan emisi karbon. Melalui substitusi impor BBM senilai USD 13,9 juta USD akan dicapai ketahanan energi, Dan melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton CO2,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, Pertamina akan mengolah tetes tebu (molase), yang selama ini merupakan residu produksi gula, menjadi bioethanol dengan kapasitas mencapai 30 ribu kiloliter (kl). Bahan baku tersebut akan dipasok dari pabrik gula milik PTPN III di Glenmore, Banyuwangi.

Bioethanol yang dihasilkan nantinya akan dicampur di terminal BBM sebelum didistribusikan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Saat ini sudah terdapat 177 SPBU di Pulau Jawa yang menyalurkan Pertamax Green 95, produk Pertamina dengan kandungan ethanol 5 persen, yang merupakan bentuk energi bersih,” tuturnya.

Selain fasilitas bioethanol, Pertamina juga melakukan groundbreaking perluasan proyek kilang hijau di Cilacap. Melalui proyek ini, kapasitas produksi akan ditingkatkan dari 3.000 barel per hari menjadi 6.000 barel per hari.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, kilang hijau tersebut akan mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, termasuk bioavtur.

Menurutnya, proyek ini sejalan dengan program hilirisasi pemerintah dan mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencapai swasembada energi.

“Ini bisa mengurangi impor dan mengurangi defisit neraca transaksi berjalan. Dan ini juga bisa menghasilkan multiplier effect yang bisa menurunkan karbon emisi,” ujarnya. (tr)

  • Penulis: Tata Rusmanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah 55 Desa/Kelurahan Miliki Posbankum, Wujud Barru Berkeadilan

    Sejumlah 55 Desa/Kelurahan Miliki Posbankum, Wujud Barru Berkeadilan

    • 0Komentar

    ? Pasangan Bupati Andi Ina Kartika Sari-Wabup Abustan A. Bintang berhasil mendorong seluruh Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Barru untuk mendirikan Pos Bantuan Hukum wujud visi Barru berkeadilan.  HITVBERITA.COM | Barru – Sejumlah 55 Posbankum akhirnya terbentuk, enam bulan pasca keduanya dilantik 20 Februari lalu melalui pendampingan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulsel. Dengan dukungan pendidikan pelatihan Paralegal […]

  • SMK PGRI 16, Persiapkan Peserta Didik Yang Unggul Dalam Prestasi, Sukses Dalam Persaingan Kerja

    SMK PGRI 16, Persiapkan Peserta Didik Yang Unggul Dalam Prestasi, Sukses Dalam Persaingan Kerja

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM JAKARTA | Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk Pendidikan Formal, yang menggerakkan pendidikan Kejuruan pada Jenjang Pendidikan Menengah, yang tujuannya mempersiapkan Peserta didik, terutama untuk bekerja di bidang tertentu. Ada beberapa jurusan yang biasanya diminati oleh calon siswa SMK, diantaranya Jurusan Multimedia, Animasi, Administrasi, Akutansi, Farmasi, Pariwisata, Pelayaran, Tehnik Mesin, Tata Boga, […]

  • Renovasi SD 011 Tanjung Harapan Disorot: Proyek Bernilai Setengah Miliar Masih Gunakan Bahan Lama

    Renovasi SD 011 Tanjung Harapan Disorot: Proyek Bernilai Setengah Miliar Masih Gunakan Bahan Lama

    • 0Komentar

    Renovasi SD 011 Tanjung Harapan Disorot: Proyek Bernilai Setengah Miliar Masih Gunakan Bahan Lama ‎Penulis: Ruslan LGA Sebuah proyek renovasi di SD Negeri 011 Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, menuai tanda tanya dari masyarakat. Meski dikabarkan menelan anggaran hampir setengah miliar rupiah, pelaksanaannya dinilai janggal karena masih menggunakan bahan-bahan bangunan lama. HITVBERITA.COM |Lingga – […]

  • Plh. Sekda Purwakarta Pimpin Rangkaian Kegiatan di Lingkup Sekretariat Daerah

    Plh. Sekda Purwakarta Pimpin Rangkaian Kegiatan di Lingkup Sekretariat Daerah

    • 0Komentar

    Penulis: Ahdiyat  Meski menjabat baru hitungan hari, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Nina Herlina, menunjukkan peran aktifnya dalam mengkoordinasikan roda pemerintahan, pada Senin, 29/9/2025). HITVBERITA.COM | Purwakarta – Nina Herlina memimpin serangkaian agenda strategis yang mencakup berbagai aspek penting pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kompetensi SDM hingga penanganan isu-isu sosial. Rangkaian kegiatan yang […]

  • ‎Sekda Garut Minta Direksi Baru Perumda Tirta Intan Tuntaskan Pekerjaan Rumah

    ‎Sekda Garut Minta Direksi Baru Perumda Tirta Intan Tuntaskan Pekerjaan Rumah

    • 0Komentar

    Penulis Kang Aden HITV Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, meminta jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Intan segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah yang selama ini menjadi catatan penting pemerintah daerah. HITVBERITA.COM | Garut — Hal itu disampaikan Nurdin saat menghadiri serah terima jabatan (sertijab) direksi Perumda Tirta Intan yang digelar […]

  • “Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

    “Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

    • 0Komentar

    Di sebuah ruang perawatan Rumah Sakit Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, seorang remaja perempuan terbaring lemah. Tubuhnya kurus. Tatapannya kosong, tetapi sesekali matanya mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri belum pernah benar-benar miliki: wajah ibunya. Namanya Syifa. Ketika seseorang bertanya apa yang paling ia inginkan, jawabannya sederhana, lirih, sekaligus menghantam perasaan siapa pun yang mendengarnya. […]

expand_less