Tokoh Adat Kesultanan Kutaringin, Pangeran Muasjidinsyah, Wafat di Usia 77 Tahun
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- visibility 21
- print Cetak

Pangeran Muasjidinsyah, tokoh adat Kesultanan Kutaringin, berpulang di usia 77 tahun. (Foto/Kisto/HITV)
Penulis: Kistolani Mangun Jaya
Duka menyelimuti Kesultanan Kutaringin dan masyarakat Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tokoh adat yang juga dikenal sebagai Menteri Luar Kesultanan Kutaringin, **Pangeran Muasjidinsyah bin Pangeran Ratu Alamsyah Sultan ke-XIIII**, wafat pada Senin (18/8/2025), pukul 13.35 WIB, di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. Almarhum meninggal pada usia 77 tahun.
HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun — Pangeran Muasjidinsyah dikenal luas sebagai pemimpin adat yang bersahaja, bijak, serta dihormati lintas kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga lokal.
Peran dan dedikasinya dalam menjaga adat istiadat serta memperkuat nilai-nilai budaya Kesultanan Kutaringin memberi pengaruh besar dalam pelestarian warisan budaya di wilayah Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah.
Jenazah kini disemayamkan di rumah duka, Kompleks Istana Kuning, Jalan Pangeran Adipati, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan.
Putra sulung almarhum, H. Gusti Moch. Awaludin, M, mengatakan keluarga telah mengikhlaskan kepergian sang ayah. Pemakaman akan dilaksanakan Selasa (19/8/2025), pukul 09.00 WIB, di Kompleks Pemakaman Kerabat Kesultanan, Gubah Kocit.
“Insya Allah, ayahanda dimakamkan besok pagi. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar beliau husnul khatimah,” ujar Awaludin.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak. Seorang kerabat, Gusti Dian, menyebut almarhum sebagai panutan.
“Beliau teguh menjaga adat, bijak dalam bertutur, dan rendah hati. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.” ungkap nya.
Kiprah dan Kilas Balik Hidup
Lahir di Pangkalan Bun pada 1948, Muasjidinsyah tumbuh dalam lingkungan keraton dengan pendidikan adat yang kuat. Sejak muda, ia kerap mendampingi ayahandanya, Sultan Ratu Alamsyah, dalam berbagai kegiatan adat dan upacara kerajaan.
Dari situlah ia dikenal memiliki kemampuan diplomasi yang menonjol, terutama saat berhubungan dengan tokoh-tokoh di luar lingkungan kesultanan.
Pada dekade 1980-an, ia dipercaya memimpin berbagai forum kebudayaan dan sering mewakili Kesultanan Kutaringin dalam kegiatan tingkat provinsi hingga nasional.
Puncaknya, ia diangkat sebagai Menteri Luar Kesultanan Kutaringin, posisi yang membuatnya berperan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pusat.
Meski aktif dalam urusan adat, almarhum juga dikenal peduli pada pendidikan generasi muda. Ia kerap menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga tradisi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Banyak tokoh muda lokal menyebutnya sebagai sosok yang membuka ruang dialog, sehingga warisan budaya tidak terasa kaku, tetapi hidup di tengah masyarakat.
Kehilangan Pangeran Muasjidinsyah meninggalkan ruang kosong bagi keluarga besar Kesultanan Kutaringin dan masyarakat adat di Kotawaringin Barat.
Warisan pemikiran dan teladan hidupnya akan tetap dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjalanan budaya Kalimantan Tengah.
Keluarga besar Kesultanan Kutaringin memohon kepada seluruh masyarakat agar kiranya berkenan memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar