Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Warga Desa Bumi Etam Dorong PT Ganda Alam Makmur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

Penulis : M. Zulkifli Ritonga 

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, menyampaikan aspirasi kepada manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM), Selasa (21/1/2026). Mereka meminta perusahaan tambang tersebut lebih memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal dan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.

KUTAI TIMUR | HITV Aksi yang juga melibatkan kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu itu digelar sebagai bentuk keprihatinan atas minimnya keterlibatan warga setempat dalam aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah mereka.

Koordinator aksi, Erwin Santoso, menilai kehadiran industri pertambangan sejauh ini belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Menurut dia, masih terdapat ketimpangan dalam komposisi tenaga kerja, terutama pada posisi yang justru banyak diisi oleh pekerja dari luar daerah, bahkan dari luar Pulau Kalimantan.

“Kami tidak ingin masyarakat pribumi dan putra daerah hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Banyak warga lokal yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja, tetapi kesempatan itu belum terbuka secara adil,” ujar Erwin dalam orasinya.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka meminta adanya kemudahan dan prioritas akses bagi masyarakat lokal dan masyarakat adat dalam proses rekrutmen tenaga kerja di PT GAM. Kedua, masyarakat mendorong perusahaan untuk lebih transparan dalam menyampaikan proporsi tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar daerah. Ketiga, warga menuntut adanya perhatian yang lebih serius terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat adat di sekitar area tambang.

Erwin menegaskan, aksi ini bukan semata bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan upaya memastikan agar kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi penduduk setempat. Ia berharap manajemen PT GAM membuka ruang dialog dan merespons aspirasi masyarakat secara konstruktif.

“Kami ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari pembangunan di daerah sendiri. Harapannya, perusahaan dapat membuka diri dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” kata Erwin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Ganda Alam Makmur belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Perwakilan masyarakat menyatakan masih menunggu tindak lanjut dan langkah konkret dari perusahaan. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kaltim

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama Puteri Komarudin, Pj Bupati Purwakarta Resmikan Penggunaan 6 Ruas Jalan Pembiayaan DAK 2024

    Bersama Puteri Komarudin, Pj Bupati Purwakarta Resmikan Penggunaan 6 Ruas Jalan Pembiayaan DAK 2024

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦|Purwakarta – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta resmikan 6 ruas jalan yang di biayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Tahun 2024. Peresmian penggunaan 6 ruas jalan ini dipusatkan di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, tepatnya dilokasi wisata ujung aspal, pada Jumat 18 Oktober 2024. Dari pantauan awak media dilapangan, acara peresmian dihadiri Penjabat Bupati […]

  • H. L. Nurul Qomar, Pelawak Senior Meninggal Dunia di Usia 64 Tahun

    H. L. Nurul Qomar, Pelawak Senior Meninggal Dunia di Usia 64 Tahun

    • 0Komentar

    Awan Mendung kembali menutupi dunia Komedi Indonesia, seorang pelawak senior dari Kelompok Empat Sekawan, yang juga mantan Anggota DPR RI dan Dosen di salah satu Universitas di Jakarta, yakni H. L Nurul Qomar, pada hari Rabu sore, 8 Januari 2025, sekitar Pukul 17.21 WIB, telah berpulang Keharibaan Illahi setelah sebelumnya di rawat di RSUD Tangerang […]

  • Semiotika Lidah Kekuasaan

    Semiotika Lidah Kekuasaan

    • 0Komentar

    Oleh: Kamaruddin Hasan Bahasa adalah cermin jiwa. Dalam ruang kekuasaan, bahasa tidak sekedar alat komunikasi, melainkan simbol yang mewakili kehormatan, tanggung jawab, dan kepercayaan publik. Setiap kata yang lahir dari lidah seorang pejabat menjadi tanda-tanda tentang siapa dirinya, bagaimana ia memandang rakyat, serta sejauh mana ia memahami amanah yang diemban. Belakangan ini, beberapa pernyataan dari […]

  • Pemkab Purwakarta Bangun Rumah Baru untuk 170 KK Terdampak Penataan Lahan

    Pemkab Purwakarta Bangun Rumah Baru untuk 170 KK Terdampak Penataan Lahan

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyiapkan pembangunan rumah baru bagi 170 kepala keluarga (KK) yang terdampak penataan lahan negara di Kelurahan Tegal Munjul, Munjul Jaya, dan Ciseureuh. Selain bantuan kontrak rumah, Bupati Saepul Bahri Binzein memastikan warga akan mendapatkan hunian permanen yang layak. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau […]

  • Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

    Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

    • 0Komentar

      Oleh: Ismail Ratusimbangan Ketua Umum DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau WACANA pemilihan kepala daerah melalui DPRD—tanpa melibatkan rakyat secara langsung—bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral. Ia merupakan tanda kemunduran demokrasi, sekaligus cermin kegagalan partai politik dalam menjalankan mandat reformasi dan semangat otonomi daerah yang telah diperjuangkan sejak 1998. Sejak Reformasi, […]

  • Laporan Buat Kapolda, Kasus Pemukulan di Lingga Mandek, Korban Ragukan Profesionalisme Penyidik!

    Laporan Buat Kapolda, Kasus Pemukulan di Lingga Mandek, Korban Ragukan Profesionalisme Penyidik!

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Penanganan kasus pemukulan di Jeti PT Telaga Bintan Jaya (XTBJ), Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berjalan di tempat. Meski Polres Lingga telah menetapkan Andi Cori sebagai tersangka sejak 17 Mei 2025, hingga kini yang bersangkutan belum juga ditahan. HITVBERITA.COM | Lingga — Siswoyo, yang merupakan korban sekaligus […]

expand_less