Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Ismail Ratusimbangan
Ketua Umum DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau

WACANA pemilihan kepala daerah melalui DPRD—tanpa melibatkan rakyat secara langsung—bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral. Ia merupakan tanda kemunduran demokrasi, sekaligus cermin kegagalan partai politik dalam menjalankan mandat reformasi dan semangat otonomi daerah yang telah diperjuangkan sejak 1998.

Sejak Reformasi, demokrasi Indonesia dibangun di atas prinsip bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Prinsip ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi tonggak peralihan dari sistem sentralistik menuju otonomi daerah. Undang-undang tersebut tidak hanya mengatur pembagian kewenangan administratif, tetapi juga menegaskan pengakuan negara terhadap hak rakyat daerah untuk menentukan pemimpinnya sendiri.

Karena itu, mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD adalah langkah mundur—baik secara historis maupun konstitusional. Model tersebut menyeret demokrasi lokal kembali ke pola lama yang sarat kepentingan elite, menjauh dari aspirasi publik, dan mengerdilkan makna partisipasi rakyat.

Lebih jauh, wacana ini menunjukkan kegagalan partai politik melakukan pembenahan internal. Alasan klasik yang kerap dikemukakan—tingginya biaya politik dalam pilkada langsung—sesungguhnya lahir dari praktik partai itu sendiri: mahalnya mahar politik, lemahnya kaderisasi, serta pragmatisme dalam mengusung calon. Alih-alih membenahi sistem, solusi yang ditawarkan justru memangkas hak rakyat.

Pengalaman sebelum Reformasi seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD kala itu kerap diwarnai transaksi politik, dominasi kekuatan finansial, dan praktik kompromi tertutup. Jika skema tersebut dihidupkan kembali, potensi terjadinya gratifikasi dan politik uang justru semakin besar. Aparat penegak hukum tentu akan meningkatkan pengawasan, namun risiko kriminalisasi politik dan instabilitas tetap terbuka lebar—baik bagi calon kepala daerah, anggota DPRD, maupun partai politik itu sendiri.

Dalam konteks tertentu, memang dapat diperdebatkan bahwa pemilihan gubernur melalui DPRD atau penunjukan pemerintah pusat memiliki dasar argumentasi tersendiri. Pemerintahan provinsi, secara struktural, merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah sering kali terhambat oleh perbedaan afiliasi politik antara gubernur dan bupati atau wali kota, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik.

Namun, pengecualian tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh kepala daerah. Kabupaten dan kota adalah ruang demokrasi paling dekat dengan rakyat. Di sanalah otonomi daerah menemukan maknanya yang paling substantif.

Pada akhirnya, jika pemilihan kepala daerah secara langsung dihapus dan digantikan oleh mekanisme DPRD, maka yang terjadi bukan sekadar perubahan prosedur, melainkan pengingkaran terhadap semangat reformasi. Partai politik akan tercatat gagal menjalankan fungsi demokratisnya, otonomi daerah tereduksi, dan kepercayaan publik terhadap sistem politik kian tergerus.

Demokrasi tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi politik. Jika ada yang harus dibenahi, maka itu adalah perilaku dan tata kelola partai politik—bukan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri.
Allahu a’lam. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tempa Kepemimpinan di Alam Terbuka, BEM STIT Lingga Cetak Kader Agen Perubahan

    Tempa Kepemimpinan di Alam Terbuka, BEM STIT Lingga Cetak Kader Agen Perubahan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    Upaya membangun generasi pemimpin muda yang tangguh dan berintegritas terus dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Lingga. LINGGA, HITV — Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bertema “Lead the Change, Shape the Future” atau “Pimpin Perubahan, Bentuk Masa Depan”, sebanyak 20 kader mahasiswa ditempa tidak hanya melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di […]

  • Anggota DPR RI Puteri Komarudin Bekerjasama dengan OJK Jawa Barat Gelar Sosialisasi di Purwakarta

    Anggota DPR RI Puteri Komarudin Bekerjasama dengan OJK Jawa Barat Gelar Sosialisasi di Purwakarta

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • 0Komentar

    Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Puteri Komarudin menggelar sosialisasi penyuluhan jasa keuangan Pelaporan dan Pengaduan Fintech Lending serta Pinjaman Daring Ilegal khususnya bagi warga masyarakat Purwakarta. Acara tersebut digelar di Aula Kampung Empang, Jalan Pramuka, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada hari Senin, tanggal 9 Desember 2024. (Dok/Foto/Raffa) HITVBERITA.COM | PURWAKARTA – Dalam […]

  • Rp50,2 Miliar di Balik Pengembalian Lahan Mawar Saron, Siapa Penerima dan Apa Dasarnya?

    Rp50,2 Miliar di Balik Pengembalian Lahan Mawar Saron, Siapa Penerima dan Apa Dasarnya?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Sebuah pertanyaan mengemuka di balik pengembalian lahan Yayasan Mawar Saron Jakarta kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam secara sukarela: bagaimana nasib transaksi senilai sekitar Rp50,2 miliar yang disebut berlangsung sebelum lahan dikembalikan? BATAM, HITV — Pertanyaan itu tidak berhenti pada status lahan. Ia merentang pada dokumen transaksi, aliran pembayaran, biaya peralihan hak, perubahan peruntukan hingga posisi […]

  • ALEX SAPUTRA KEPALA DESA SUNGAI SAMAK  MENGUCAPKAN SELAMAT HUT RI KE-79

    ALEX SAPUTRA KEPALA DESA SUNGAI SAMAK MENGUCAPKAN SELAMAT HUT RI KE-79

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • 0Komentar

    Dibaca: 202

  • Film Sebagai Media Pembelajaran Yang Kreatif, Inovatif dan Variatif

    Film Sebagai Media Pembelajaran Yang Kreatif, Inovatif dan Variatif

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • 0Komentar

    Media Pembelajaran, merupakan unsur yang penting dalam sebuah proses pembelajaran. Makna Media Pembelajaran sendiri ialah sebagai bentuk perantara, yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan, dalam hal ini adalah peserta didik. Biasanya, pembelajaran yang menggunakan Media, akan mendapatkan hasil yang lebih optimal, sehingga akan mempengaruhi kualitas dan keberhasilan suatu […]

  • Artis yang Juga Politisi Desy Ratnasari, Raih Gelar Doktor!

    Artis yang Juga Politisi Desy Ratnasari, Raih Gelar Doktor!

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • 0Komentar

    Artis Cantik yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Desy Ratnasari, kini resmi menyandang Gelar Doktor setelah dia dinyatakan Lulus pada Sidang Terbuka Program Doktor Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta pada Kamis 12 September 2024. HiTvBerita.COM | JAKARTA – Hj. Desy Ratnasari, S.Psi, M.Psi merupakan politisi PAN asal Sukabumi, […]

expand_less