Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Ismail Ratusimbangan
Ketua Umum DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau

WACANA pemilihan kepala daerah melalui DPRD—tanpa melibatkan rakyat secara langsung—bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral. Ia merupakan tanda kemunduran demokrasi, sekaligus cermin kegagalan partai politik dalam menjalankan mandat reformasi dan semangat otonomi daerah yang telah diperjuangkan sejak 1998.

Sejak Reformasi, demokrasi Indonesia dibangun di atas prinsip bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Prinsip ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi tonggak peralihan dari sistem sentralistik menuju otonomi daerah. Undang-undang tersebut tidak hanya mengatur pembagian kewenangan administratif, tetapi juga menegaskan pengakuan negara terhadap hak rakyat daerah untuk menentukan pemimpinnya sendiri.

Karena itu, mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD adalah langkah mundur—baik secara historis maupun konstitusional. Model tersebut menyeret demokrasi lokal kembali ke pola lama yang sarat kepentingan elite, menjauh dari aspirasi publik, dan mengerdilkan makna partisipasi rakyat.

Lebih jauh, wacana ini menunjukkan kegagalan partai politik melakukan pembenahan internal. Alasan klasik yang kerap dikemukakan—tingginya biaya politik dalam pilkada langsung—sesungguhnya lahir dari praktik partai itu sendiri: mahalnya mahar politik, lemahnya kaderisasi, serta pragmatisme dalam mengusung calon. Alih-alih membenahi sistem, solusi yang ditawarkan justru memangkas hak rakyat.

Pengalaman sebelum Reformasi seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD kala itu kerap diwarnai transaksi politik, dominasi kekuatan finansial, dan praktik kompromi tertutup. Jika skema tersebut dihidupkan kembali, potensi terjadinya gratifikasi dan politik uang justru semakin besar. Aparat penegak hukum tentu akan meningkatkan pengawasan, namun risiko kriminalisasi politik dan instabilitas tetap terbuka lebar—baik bagi calon kepala daerah, anggota DPRD, maupun partai politik itu sendiri.

Dalam konteks tertentu, memang dapat diperdebatkan bahwa pemilihan gubernur melalui DPRD atau penunjukan pemerintah pusat memiliki dasar argumentasi tersendiri. Pemerintahan provinsi, secara struktural, merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah sering kali terhambat oleh perbedaan afiliasi politik antara gubernur dan bupati atau wali kota, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik.

Namun, pengecualian tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh kepala daerah. Kabupaten dan kota adalah ruang demokrasi paling dekat dengan rakyat. Di sanalah otonomi daerah menemukan maknanya yang paling substantif.

Pada akhirnya, jika pemilihan kepala daerah secara langsung dihapus dan digantikan oleh mekanisme DPRD, maka yang terjadi bukan sekadar perubahan prosedur, melainkan pengingkaran terhadap semangat reformasi. Partai politik akan tercatat gagal menjalankan fungsi demokratisnya, otonomi daerah tereduksi, dan kepercayaan publik terhadap sistem politik kian tergerus.

Demokrasi tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi politik. Jika ada yang harus dibenahi, maka itu adalah perilaku dan tata kelola partai politik—bukan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri.
Allahu a’lam. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Syawal Jakarta Timur, Munjirin Rajut Sinergi Ulama–Umara

    Safari Syawal Jakarta Timur, Munjirin Rajut Sinergi Ulama–Umara

    • 0Komentar

    Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar Safari Syawal Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (26/3/2026). JAKARTA TIMUR, HITV— Kegiatan tahunan Safari Syawal Idulfitri 1447 Hijriah ini menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama. Rangkaian Safari Syawal diawali dengan kunjungan ke kediaman KH Munawir Aseli di […]

  • Wicked: Teil 1 2025 High Quality To𝚛rent

    Wicked: Teil 1 2025 High Quality To𝚛rent

    • 0Komentar

    ZIP password is: 123 ➡ DOWNLOAD ZIP Dagos: Will Cynthhia Erivo, Rarina Grande, Jeff Grande, Michelle Yeoh. Elfaba, ein junger Riduous für ihre grüne Haut, und die beliebte Gilgol Gilgl Gall Gilgameys Freunde Freunde an der Universität von Oz ́gion. Nachdem sie mit einem wunderbaren Ozzidd entlassen wurden, lädt Ther Friendsship die Crosroads auf. Wicked: […]

  • GTI Garut dan Warga Berkolaborasi dalam Kerja Bakti: Pulihkan Rumah Bersejarah Pondok Pesantren Attawa’un

    GTI Garut dan Warga Berkolaborasi dalam Kerja Bakti: Pulihkan Rumah Bersejarah Pondok Pesantren Attawa’un

    • 0Komentar

    Ketua Yayasan Pendidikan Islam Attaawun, KH. Deden Toha, SPd. (Dok/Foto/Kang Aden) Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kabupaten Garut bersama warga masyarakat Kampung Pasir Kawao, Desa Sukaresmi, hari Minggu (19/1), menggelar kerja bakti untuk memulihkan rumah bersejarah Pondok Pesantren Attawa’un. Diketahui bahwa rumah tersebut merupakan tempat lahirnya ulama dan Kyai serta sekaligus sebagai kediamannya KH Muhamad Toha, […]

  • Pemkab Purwakarta Raih Dua Penghargaan di Ajang CNN Indonesia Awards 2024

    Pemkab Purwakarta Raih Dua Penghargaan di Ajang CNN Indonesia Awards 2024

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Purwakarta – Mewakili Penjabat Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Dr. Martha Parulina Berliana.,SH.,MH., dan Kepala Diskominfo Purwakarta, Rudi Hartono menghadiri ajang CNN Indonesia Awards 2024 yang diselenggarakan di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, pada Selasa 17 September 2024. Pelaksanaan ajang CNN Indonesia Awards 2024 digelar […]

  • Pesan Serius di Balik Karnaval: Apjati Bima-Dompu Tegaskan Perlawanan terhadap Sindikat Tenaga Kerja Ilegal

    Pesan Serius di Balik Karnaval: Apjati Bima-Dompu Tegaskan Perlawanan terhadap Sindikat Tenaga Kerja Ilegal

    • 0Komentar

    Penulis: Sahbudin, S.Pd.i Kemeriahan karnaval kendaraan berhias dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Bima, Senin (25/8/2025), menjadi ruang publik untuk pesta rakyat. Namun, di balik sorak-sorai ribuan warga, terselip pesan serius yang digaungkan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Bima-Dompu: melawan sindikat pemberangkatan tenaga kerja ilegal. HITVBERITA.COM | Bima – Apjati tampil […]

  • Lapas Tanjungpandan Raih Apresiasi DPRD Belitung Timur atas Inovasi Layanan Publik

    Lapas Tanjungpandan Raih Apresiasi DPRD Belitung Timur atas Inovasi Layanan Publik

    • 0Komentar

    Reporter: ISWANDI   Upaya pembenahan layanan publik terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan masyarakat, khususnya keluarga warga binaan. Atas terobosan tersebut, DPRD Kabupaten Belitung Timur memberikan apresiasi kepada jajaran Lapas Tanjungpandan. HITVBERITA.COM | Beltim — Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua DPRD Belitung […]

expand_less