Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Pilkada Tidak Langsung: Kemunduran Demokrasi dan Pengingkaran Reformasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Ismail Ratusimbangan
Ketua Umum DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau

WACANA pemilihan kepala daerah melalui DPRD—tanpa melibatkan rakyat secara langsung—bukan sekadar perubahan mekanisme elektoral. Ia merupakan tanda kemunduran demokrasi, sekaligus cermin kegagalan partai politik dalam menjalankan mandat reformasi dan semangat otonomi daerah yang telah diperjuangkan sejak 1998.

Sejak Reformasi, demokrasi Indonesia dibangun di atas prinsip bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Prinsip ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi tonggak peralihan dari sistem sentralistik menuju otonomi daerah. Undang-undang tersebut tidak hanya mengatur pembagian kewenangan administratif, tetapi juga menegaskan pengakuan negara terhadap hak rakyat daerah untuk menentukan pemimpinnya sendiri.

Karena itu, mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD adalah langkah mundur—baik secara historis maupun konstitusional. Model tersebut menyeret demokrasi lokal kembali ke pola lama yang sarat kepentingan elite, menjauh dari aspirasi publik, dan mengerdilkan makna partisipasi rakyat.

Lebih jauh, wacana ini menunjukkan kegagalan partai politik melakukan pembenahan internal. Alasan klasik yang kerap dikemukakan—tingginya biaya politik dalam pilkada langsung—sesungguhnya lahir dari praktik partai itu sendiri: mahalnya mahar politik, lemahnya kaderisasi, serta pragmatisme dalam mengusung calon. Alih-alih membenahi sistem, solusi yang ditawarkan justru memangkas hak rakyat.

Pengalaman sebelum Reformasi seharusnya menjadi pelajaran penting. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD kala itu kerap diwarnai transaksi politik, dominasi kekuatan finansial, dan praktik kompromi tertutup. Jika skema tersebut dihidupkan kembali, potensi terjadinya gratifikasi dan politik uang justru semakin besar. Aparat penegak hukum tentu akan meningkatkan pengawasan, namun risiko kriminalisasi politik dan instabilitas tetap terbuka lebar—baik bagi calon kepala daerah, anggota DPRD, maupun partai politik itu sendiri.

Dalam konteks tertentu, memang dapat diperdebatkan bahwa pemilihan gubernur melalui DPRD atau penunjukan pemerintah pusat memiliki dasar argumentasi tersendiri. Pemerintahan provinsi, secara struktural, merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah sering kali terhambat oleh perbedaan afiliasi politik antara gubernur dan bupati atau wali kota, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik.

Namun, pengecualian tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh kepala daerah. Kabupaten dan kota adalah ruang demokrasi paling dekat dengan rakyat. Di sanalah otonomi daerah menemukan maknanya yang paling substantif.

Pada akhirnya, jika pemilihan kepala daerah secara langsung dihapus dan digantikan oleh mekanisme DPRD, maka yang terjadi bukan sekadar perubahan prosedur, melainkan pengingkaran terhadap semangat reformasi. Partai politik akan tercatat gagal menjalankan fungsi demokratisnya, otonomi daerah tereduksi, dan kepercayaan publik terhadap sistem politik kian tergerus.

Demokrasi tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi politik. Jika ada yang harus dibenahi, maka itu adalah perilaku dan tata kelola partai politik—bukan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri.
Allahu a’lam. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Banjir Sumbar Tembus 226 Orang, Ratusan Masih Hilang

    Korban Banjir Sumbar Tembus 226 Orang, Ratusan Masih Hilang

    • 0Komentar

    Data terbaru Humas Polda Sumbar mencatat 226 korban meninggal dunia dan 213 orang masih hilang akibat banjir besar yang melanda wilayah Sumatera Barat. Padang | HITV – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat terus meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan rilis terbaru Humas Polda Sumbar pada Kamis (5/12) pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal […]

  • Jak rozpocząć grę w VOX Casino?

    Jak rozpocząć grę w VOX Casino?

    • 1Komentar

    Zaczęcie gry jest niezwykle proste i składa się z kilku kroków: Rejestracja – wystarczy kilka minut na wypełnienie formularza rejestracyjnego. Bonus powitalny – po rejestracji możesz aktywować bonus powitalny, używając dostępnego kodu promocyjnego. Depozyt – dokonaj pierwszego depozytu, wybierając preferowaną metodę płatności. Zaloguj się – zaloguj się na swoje konto i zacznij korzystać z pełnej […]

  • Kapal BBM Sandar di Dabo Singkep, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

    Kapal BBM Sandar di Dabo Singkep, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

    • 0Komentar

    Penulis: La Maseng  Sebuah kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) milik PT Patra Niaga berlabuh di Pelabuhan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Jumat (30/8/2025). Kapal yang membawa sekitar 350—400 ton bensin dari Tanjung Uban itu menimbulkan keresahan, karena aktivitas bongkar muat dilakukan di pelabuhan umum yang padat oleh kapal kayu […]

  • Aksi Pencurian Terekam CCTV, 3 Kawanan Pencuri Pasir Timah Di KIP PT. Timah Diringkus Dit Polairud Polda Babel

    Aksi Pencurian Terekam CCTV, 3 Kawanan Pencuri Pasir Timah Di KIP PT. Timah Diringkus Dit Polairud Polda Babel

    • 1Komentar

    HiTvBerita.com | Babel – Tim Subdit Gakkum Polairud Polda Bangka Belitung berhasil mengamankan 3 orang kawanan pencuri pasir timah di Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT. Timah. Ketiga pelaku yang diamankan yakni Pu (34), Ba (42) dan On (34). Ketiganya merupakan warga Belinyu Kabupaten Bangka. Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah mengatakan […]

  • Polsek Singkep Barat Bersama Warga Tebang Pohon Rawan Tumbang

    Polsek Singkep Barat Bersama Warga Tebang Pohon Rawan Tumbang

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Lingga – Dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat di tengah cuaca ekstrem yang disertai hujan dan angin kencang, Polsek Singkep Barat bersama warga Kelurahan Raya menebang sejumlah pohon besar yang sudah tua dan lapuk di sepanjang jalan raya Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kamis (6/11/2025). Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat pohon […]

  • Kun Wardana Terpilih Aklamasi Pimpin IPJI 2025–2030

    Kun Wardana Terpilih Aklamasi Pimpin IPJI 2025–2030

    • 0Komentar

    Reporter: Budiman Sihombing Musyawarah Nasional ke-V Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) menetapkan Kun Wardana sebagai Ketua Umum periode 2025–2030. Pemilihan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (27/10/2025) itu dilakukan secara aklamasi, mencerminkan kepercayaan penuh peserta terhadap kepemimpinan Kun. HITVBERITA.COM |  Jakarta —Mengusung tema “Penulis dan Jurnalis Menuju Indonesia Emas”, Munas IPJI kali ini dihadiri […]

expand_less