Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Warga Sei Temiang Terdesak Klaim Lahan: Janji Relokasi BP Batam Dipertanyakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • print Cetak

Penulis: Ismail Ratusimbangan

Keresahan warga Sei Temiang memuncak. Lahan pertanian dan perikanan yang mereka kelola lebih dari dua dekade yakni hasil relokasi resmi BP Batam—kini diklaim milik perusahaan dan terancam dialihkan menjadi kawasan properti.

HITVBERITA.COM | Batam — Di tengah ketidakpastian status lahan tersebut, warga pun merasa dikorbankan dan menuding BP Batam mengingkari komitmen yang pernah diberikan kepada mereka.

Relokasi 2001: Warga Tegaskan Bukan Pendatang Ilegal

Ray, petani sekaligus pembudidaya ikan air tawar, menyatakan bahwa warga tidak datang secara sembarangan. Mereka, kata dia, dipindahkan resmi oleh BP Batam dari kawasan Dam Duriangkang pada 2001.

“Ada keputusan BP Batam. Kami ditempatkan sebagai bentuk relokasi, lengkap dengan janji pembinaan untuk 90 kepala keluarga. Kami bukan pendatang liar,” ujar Ray.

Selama 23 tahun, warga mengelola lahan pertanian dan kolam ikan air tawar yang, menurut mereka, merupakan cepsen area yang memang disiapkan untuk kegiatan bercocok tanam.

Namun situasi berubah ketika perusahaan disebut menawarkan kompensasi Rp15 juta kepada warga yang bersedia pindah. Penolakan, kata Ray, berujung ancaman penggusuran.

Janji Manis yang Tak Pernah Terpenuhi

Warga mengingat komitmen awal relokasi: bebas UWTO selama lima tahun, skema sewa pakai, hingga opsi bagi hasil.

Namun setiap upaya pengurusan UWTO sejak itu selalu menemui jalan buntu.

“Pengajuan kami selalu ditolak. Pernah petugas bilang: ‘Tidak usah ajukan, ini lahan negara.’ Tapi tiba-tiba ada perusahaan yang mengaku punya hak di sini,” ujar seorang warga lain.

Proses Kilat PL Memantik Kecurigaan

Kecurigaan warga kian kuat setelah memperoleh informasi bahwa dua perusahaan—PT Rejeki Tiga Bersaudara dan PT Seribu Samosir Abadi—diduga mendapat Penetapan Lokasi (PL) secara cepat.

Data yang dihimpun warga menunjukkan bahwa permohonan perusahaan masuk tanggal 13 Desember 2023, dan hanya membutuhkan waktu proses 18 hari saja atas permohonan tersebut, atau pada tanggal 1 Januari 2024, PL yang dimohonkan perusahaan pengembang langsung terbit.

Sementara itu, warga mengaku sudah tiga kali mengajukan UWTO selama bertahun-tahun tanpa hasil.

BP Batam Turun ke Lokasi, Jawaban Tak Kunjung Datang

Direktur Lahan BP Batam, Ilham, disebut telah meninjau lokasi bersama sejumlah pejabat. Namun warga menyatakan bahwa kunjungan tersebut tidak memberikan kepastian apa pun.

“Jawabannya selalu ‘dikaji’, ‘dicek’, ‘dikoordinasikan’. Tidak ada kepastian status lahan atau nasib kami,” kata warga.

Menempuh Jalur Hukum, Sorotan pada Surat yang Salah Alamat

Merasa diabaikan, warga kini resmi menunjuk Bali Dalo, SH, sebagai kuasa hukum. Bali menyoroti kejanggalan surat yang dikirim Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam— surat yang bahkan salah alamat.

Kuasa hukum warga, Bali Dalo, SH meragukan dokumen persuratan yang dimiliki pihak perusahaan pengembang yang ditengarai ada banyak kejanggalan. (Dok/Foto/Is/Hitv)

Surat tersebut ditujukan ke Jl. KH. Ahmad Dahlan, Sei Temiang RT 02/07, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, wilayah yang tidak sesuai dengan domisili warga.

“Kalau surat dasar saja salah alamat, bagaimana kita bisa percaya prosedur alokasi lahan dilakukan benar?” ujar Bali Dalo

Dua Dekade Usaha di Ujung Tanduk

Jika rencana alokasi kepada perusahaan tetap berjalan, dipastikan ratusan warga terancam kehilangan puluhan kolam ikan air tawar dan lahan pertanian yang dibuka sejak 2001, serta sumber penghidupan keluarga yang sudah dijalani selama lebih dari 20 tahun.

Warga menolak stigma “penyerobot lahan”. Mereka menegaskan bahwa keberadaan mereka adalah hasil relokasi BP Batam sendiri.

Pertanyaan Publik dan Kepentingan Ketahanan Pangan

Warga juga mempertanyakan konsistensi BP Batam terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Alih fungsi lahan produktif menjadi kawasan properti, menurut warga, justru bertentangan dengan upaya memperkuat swasembada pangan di Batam.

Alih Fungsi: Pembangunan proyek perumahan di atas lahan produktif yang kini disulap menjadi kawasan properti. (Dok/Foto/Is/Hitv)

“Seharusnya Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Claudia Candra, mendukung ketahanan pangan. Bukan membabat habis lahan pertanian dan perikanan yang sudah puluhan tahun kami kelola,” kata warga.

Situasi ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat: apakah terdapat praktik permainan lahan yang menyeret oknum BP Batam dan perusahaan?

Warga berharap jalur hukum dapat menguak duduk perkara dan memberikan kepastian atas lahan yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. (/*/*/)

Editor: AYS
Sumber Berita: HITV KEPRI

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Karimun Lantik dan Kukuhkan 17 RT/RW Tanjung Balai

    Bupati Karimun Lantik dan Kukuhkan 17 RT/RW Tanjung Balai

    • 0Komentar

    KARIMUN | HITV – Sebanyak 17 RT dan RW se-Kelurahan Tanjung Balai resmi dilantik oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah. Pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Kelurahan Tanjung Balai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 5 Januari 2026. (tr) Dibaca: 197

  • PDAM Tirta Lingga Jelaskan Penyebab Krisis Air di Kabupaten Lingga

    PDAM Tirta Lingga Jelaskan Penyebab Krisis Air di Kabupaten Lingga

    • 0Komentar

    Penulis Ruslan LGA Permasalahan pasokan air yang melanda Kabupaten Lingga beberapa waktu terakhir ternyata disebabkan oleh kondisi waduk sumber air baku utama yang mengalami defisit. Hal ini diungkapkan oleh PDAM Tirta Lingga, yang menyatakan bahwa rendahnya curah hujan di wilayah sekitar waduk dalam beberapa bulan terakhir menjadi faktor utama terjadinya krisis air ini. HITVBERITA.COM | […]

  • Bhayangkari Babel Gelar Talkshow Tentang Bahaya Bullying, Ketua Bhayangkari Babel : Ayo Berani Lapor Saat Dirundung

    Bhayangkari Babel Gelar Talkshow Tentang Bahaya Bullying, Ketua Bhayangkari Babel : Ayo Berani Lapor Saat Dirundung

    • 1Komentar

    HiTvBerita.com | Babel – Pengurus Bhayangkari Daerah Kepulauan Bangka Belitung menggelar talkshow tentang bahaya bullying di Gedung Tribrata Polda Bangka Belitung, Selasa (11/3/25) pagi. Mengangkat tema “Berani lapor saat dirundung, bahaya bullying bagi tumbuh kembang anak,” ini dihadiri langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Ny. Novi Hendro Pandowo didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Tutut Tony. Dalam […]

  • Kun Wardana Abyoto Siap Pimpin IPJI, Angkat Peran Jurnalis di Era Digital

    Kun Wardana Abyoto Siap Pimpin IPJI, Angkat Peran Jurnalis di Era Digital

    • 0Komentar

    Penulis: Exellent Quarta Metta Menjelang Munas ke-V Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), dinamika baru mencuat. Dr. Kun Wardana Abyoto, mantan calon wakil gubernur independen DKI 2024, mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua Umum IPJI dengan visi memperkuat peran jurnalis di era digital. HITVBERITA.COM | Jakarta — Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (25/8/2025), Kun menekankan […]

  • Bazar Kampung Ramadhan di Dabo Jadi Ruang Hidup Ekonomi Kerakyatan, UMKM Didorong Naik Kelas

    Bazar Kampung Ramadhan di Dabo Jadi Ruang Hidup Ekonomi Kerakyatan, UMKM Didorong Naik Kelas

    • 0Komentar

    Aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan kembali menemukan ruangnya di Dabo. Mulai Jumat (6/2/2026), Bazar Kampung Ramadhan yang dipadukan dengan Arena Fantasi Anak resmi digelar sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelakuusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadhan. DABO | HITV— Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu antara produsen lokal dan konsumen, […]

  • Call Me Agnes 2025 High Quality Magnet

    Call Me Agnes 2025 High Quality Magnet

    • 1Komentar

    ➡ TORRENT (MAGNET) LINK Name me Angels: Director of Tag Danato. With Angelnness Geneva, Mak Rini, Write Council, Freelfe Belfior. Anyone who unexpectedly Birten of Indonesia, Agnes and works their memories and life experiences in a mixture of fiction, musical and real life again. Name me Angel 2025 Streaming Services * Name me Angnes 2025 […]

expand_less