Senin, 2 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Warga Sei Temiang Terdesak Klaim Lahan: Janji Relokasi BP Batam Dipertanyakan

Warga Sei Temiang Terdesak Klaim Lahan: Janji Relokasi BP Batam Dipertanyakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • visibility 36
  • print Cetak

Penulis: Ismail Ratusimbangan

Keresahan warga Sei Temiang memuncak. Lahan pertanian dan perikanan yang mereka kelola lebih dari dua dekade yakni hasil relokasi resmi BP Batam—kini diklaim milik perusahaan dan terancam dialihkan menjadi kawasan properti.

HITVBERITA.COM | Batam — Di tengah ketidakpastian status lahan tersebut, warga pun merasa dikorbankan dan menuding BP Batam mengingkari komitmen yang pernah diberikan kepada mereka.

Relokasi 2001: Warga Tegaskan Bukan Pendatang Ilegal

Ray, petani sekaligus pembudidaya ikan air tawar, menyatakan bahwa warga tidak datang secara sembarangan. Mereka, kata dia, dipindahkan resmi oleh BP Batam dari kawasan Dam Duriangkang pada 2001.

“Ada keputusan BP Batam. Kami ditempatkan sebagai bentuk relokasi, lengkap dengan janji pembinaan untuk 90 kepala keluarga. Kami bukan pendatang liar,” ujar Ray.

Selama 23 tahun, warga mengelola lahan pertanian dan kolam ikan air tawar yang, menurut mereka, merupakan cepsen area yang memang disiapkan untuk kegiatan bercocok tanam.

Namun situasi berubah ketika perusahaan disebut menawarkan kompensasi Rp15 juta kepada warga yang bersedia pindah. Penolakan, kata Ray, berujung ancaman penggusuran.

Janji Manis yang Tak Pernah Terpenuhi

Warga mengingat komitmen awal relokasi: bebas UWTO selama lima tahun, skema sewa pakai, hingga opsi bagi hasil.

Namun setiap upaya pengurusan UWTO sejak itu selalu menemui jalan buntu.

“Pengajuan kami selalu ditolak. Pernah petugas bilang: ‘Tidak usah ajukan, ini lahan negara.’ Tapi tiba-tiba ada perusahaan yang mengaku punya hak di sini,” ujar seorang warga lain.

Proses Kilat PL Memantik Kecurigaan

Kecurigaan warga kian kuat setelah memperoleh informasi bahwa dua perusahaan—PT Rejeki Tiga Bersaudara dan PT Seribu Samosir Abadi—diduga mendapat Penetapan Lokasi (PL) secara cepat.

Data yang dihimpun warga menunjukkan bahwa permohonan perusahaan masuk tanggal 13 Desember 2023, dan hanya membutuhkan waktu proses 18 hari saja atas permohonan tersebut, atau pada tanggal 1 Januari 2024, PL yang dimohonkan perusahaan pengembang langsung terbit.

Sementara itu, warga mengaku sudah tiga kali mengajukan UWTO selama bertahun-tahun tanpa hasil.

BP Batam Turun ke Lokasi, Jawaban Tak Kunjung Datang

Direktur Lahan BP Batam, Ilham, disebut telah meninjau lokasi bersama sejumlah pejabat. Namun warga menyatakan bahwa kunjungan tersebut tidak memberikan kepastian apa pun.

“Jawabannya selalu ‘dikaji’, ‘dicek’, ‘dikoordinasikan’. Tidak ada kepastian status lahan atau nasib kami,” kata warga.

Menempuh Jalur Hukum, Sorotan pada Surat yang Salah Alamat

Merasa diabaikan, warga kini resmi menunjuk Bali Dalo, SH, sebagai kuasa hukum. Bali menyoroti kejanggalan surat yang dikirim Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam— surat yang bahkan salah alamat.

Kuasa hukum warga, Bali Dalo, SH meragukan dokumen persuratan yang dimiliki pihak perusahaan pengembang yang ditengarai ada banyak kejanggalan. (Dok/Foto/Is/Hitv)

Surat tersebut ditujukan ke Jl. KH. Ahmad Dahlan, Sei Temiang RT 02/07, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, wilayah yang tidak sesuai dengan domisili warga.

“Kalau surat dasar saja salah alamat, bagaimana kita bisa percaya prosedur alokasi lahan dilakukan benar?” ujar Bali Dalo

Dua Dekade Usaha di Ujung Tanduk

Jika rencana alokasi kepada perusahaan tetap berjalan, dipastikan ratusan warga terancam kehilangan puluhan kolam ikan air tawar dan lahan pertanian yang dibuka sejak 2001, serta sumber penghidupan keluarga yang sudah dijalani selama lebih dari 20 tahun.

Warga menolak stigma “penyerobot lahan”. Mereka menegaskan bahwa keberadaan mereka adalah hasil relokasi BP Batam sendiri.

Pertanyaan Publik dan Kepentingan Ketahanan Pangan

Warga juga mempertanyakan konsistensi BP Batam terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Alih fungsi lahan produktif menjadi kawasan properti, menurut warga, justru bertentangan dengan upaya memperkuat swasembada pangan di Batam.

Alih Fungsi: Pembangunan proyek perumahan di atas lahan produktif yang kini disulap menjadi kawasan properti. (Dok/Foto/Is/Hitv)

“Seharusnya Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Claudia Candra, mendukung ketahanan pangan. Bukan membabat habis lahan pertanian dan perikanan yang sudah puluhan tahun kami kelola,” kata warga.

Situasi ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat: apakah terdapat praktik permainan lahan yang menyeret oknum BP Batam dan perusahaan?

Warga berharap jalur hukum dapat menguak duduk perkara dan memberikan kepastian atas lahan yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. (/*/*/)

Editor: AYS
Sumber Berita: HITV KEPRI

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahmat, Sosok Pengusaha Muda yang Menginspirasi Para Petani di Desa Mekar Jaya Cikajang Garut!

    Rahmat, Sosok Pengusaha Muda yang Menginspirasi Para Petani di Desa Mekar Jaya Cikajang Garut!

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Inisiatif yang telah dilakukan Rahmat tak hanya membantu ekonomi petani tetapi juga telah memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerahnya. Sosok muda seperti Rahmat adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara semangat kewirausahaan dan kepedulian sosial mampu membawa perubahan yang berarti. (Dok/Foto/Kang Aden) HITVBERITA.COM | GARUT – Di tengah tantangan yang dihadapi para petani, khususnya di Kampung […]

  • Wakil Presiden Gibran Rakaming Raka

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Tinjau Pembangunan Bendungan Jragung

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 33
    • 0Komentar

          Penulis : Adi Waelah Editor : Hadi Lempe Kabupaten Semarang sambut kehadiran langsung Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Kehadiranya Wakil Presiden melakukan peninjauan secara langsung , Proyek Pembangunan Bendungan Jragung yang berafa di Wilayah Kabupaten Semarang. HITVBERITA.COM | KAB.SEMARANG –  Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke lapangan, meninjau progres […]

  • MIN I Cianjur, Laksanakan Kegiatan Sulingjar

    MIN I Cianjur, Laksanakan Kegiatan Sulingjar

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sulingjar adalah Survei Lingkungan Belajar, dan merupakan alat ukur, yang digunakan untuk mengevaluasi dan menetapkan Aspek pendukung kualitas pembelajaran dilingkungan satuan pendidikan. (Dok/Foto/Rosad) HITVBERITA.COM | CIANJUR – Tujuan dilaksanakannya Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar) tersebut untuk mengukur aspek-aspek lingkungan satuan pendidikan, mulai dari input dan proses belajar-mengajar yang berdampak pada proses dan hasil belajar peserta didik. […]

  • Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga dan Sekolah di Subang Rusak Berat

    Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga dan Sekolah di Subang Rusak Berat

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 40
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Subang – Puluhan rumah mengalami rusak parah akibat hujan deras disertai angin puting beliung di tiga desa, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Selain merusak puluhan rumah warga, sejumlah pohon besar juga tumbang akibat terjangan puting beliung. Namun, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Peristiwa bencana ini menyebabkan sebanyak 31 rumah warga […]

  • Sat Polairud Polres Belitung Lakukan Patroli dan Pengecekan Dampak Banjir di Desa Cerucuk

    Sat Polairud Polres Belitung Lakukan Patroli dan Pengecekan Dampak Banjir di Desa Cerucuk

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung – Personel Sat Polairud Polres Belitung melaksanakan patroli serta pengecekan dampak banjir di wilayah Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Sabtu (10/01/2026). Patroli dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan menyasar Jembatan 2 Desa Cerucuk dan Jembatan Dusun Mempiu. Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan meningkatnya debit air hingga mengakibatkan badan […]

  • Bencana Pergerakan Tanah di Purwakarta, 48 Rumah Rusak dan Puluhan Keluarga Mengungsi

    Bencana Pergerakan Tanah di Purwakarta, 48 Rumah Rusak dan Puluhan Keluarga Mengungsi

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Bencana Pergerakan Tanah di Desa Pasirmunjul Purwakarta merusak 48 rumah dan 55 keluarga mengungsi. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu    Bencana pergerakan tanah yang melanda wilayah Kampung Cigintung dan Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu (11/6/2025), menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga. Sedikitnya 48 rumah dilaporkan rusak, dengan 25 di […]

expand_less